Sabtu, 09 Desember 2017

Gtey Sun Flower part13

*GSF* part13
*
Ia menyentuh alis dan sekeliling mataku.
"Berhentilah bicara seolah-olah kamu akan pergi besok.  Aku minta waktu janwar,  jangan besok,  jangan lusa. Kalau bisa jangan pergi sampai aku bisa ikut denganmu, kumohon!! "
Ia tertawa pesimis.
"Kamu minta terlalu banyak dan demi apapun aku tak bisa memenuhinya. Aku sudah berusaha tapi takdir tidak akan pernah bisa dilawan ais..."
Belum sampai aku membalasnya, ia sudah bicara lagi.
"Sudah malam, kamu harus pulang sayang."
Dengan berat hati aku melepaskan genggamannya. Ada sesuatu yang membuatku masih enggan untuk meninggalkan tempat ini. Saat aku hendak beranjak, dia tidak mau melepaskan genggamannya. Aku menatapnya bingung.
"Ada apa sayang?"
"Kamu bisa mendekat, aku ingin mengatakan sesuatu tapi suaraku hampir habis."
Aku mendekatkan telingaku ke mulutnya. Bisa tercium aroma nafasnya yang bau obat. Lalu kudengar ia bicara dengan suara yang serak dan lemah. "I LOVE YOU"
Ia kemudian mencium pipiku dengan bibirnya yang kering. Aku terdiam. Masih belum percaya pada apa yang baru saja ia lakukan.
Aku memutar wajahku perlahan, wajahku menatap lurus kewajahnya. Detak jantungku berdetak aneh. Air mataku mengalir.
"Apa aku bisa melihat wajah ini lagi?"
Ia terdiam, matanya basah.
"Aaaa.. Aaku tidak tahu." jawabnya seperti menahan rasa sakit. Ia menyentuh pipiku sekali lagi, tangannya dingin sekali.
"Kamu harus kuat ais, kamu harus siap."
"Kenapa nangis? Aku semakin sakit melihat kamu menangis jan." aku menghapus airmatanya. Ini menyakitkan, airmatanya terlalu berharga jika harus jatuh karena aku.
Lagi-lagi dia memberikan senyuman kecil yang terkadang tidak bisa kuartikan
"aku tidak apa-apa sayang, aku hanya terlalu senang kamu ada disini, disampingku. Hal yang tidak pernah kuimpikan sebelumnya."
Aku tersenyum mendengar kata-katanya.
"Kamu pulang ya ais, agung sudah menunggumu didepan."
Aku mengangguk pelan.
"Hati-hati dijalan dan ingat dengan semua yang aku katakan sama kamu."
"Berjanjilah padaku jan, " tegasku.
"Berjanji untuk apa?"
"Berjanjilah bahwa kamu tidak akan meninggalkanku. Karena bagiku empat bulan masih belum cukup."
Ia hanya membalas dengan senyuman memukaunya.
*******
Kak agung membawa motornya dengan kencang. Tapi ia tidak membawaku pulang. Melainkan pergi ketempat atap gedung waktu itu. Sejak dia menyatakan perasaanya padaku, dia tidak pernah mengajakku kesini lagi. Aku bertanya dalam hati. Apa yang mau ia tunjukan padaku? Aku mendapat jawabannya saat diatas. Aku disambut pemandangan malam yang sangat indah ditambah dengan kue beserta lilin diatas meja tua yang sama dengan waktu itu.
Rasanya seperti liburan panjang yang sudah lama kunantikan ketika aku menghirup angin malam yang bertiup segar.  Udara memenuhi rongga paruku, memberikan oksigen yang cukup banyak untuk otakku bernapas. Begitulah kak agung, ia tahu kapan aku butuh bernapas.
Aku berjalan menuju meja tersebut, ternyata kue itu chesee cake kesukaanku. Ada gambar bunga matahari ditengahnya sama seperti kue empat bulan yang lalu. Ia menyanyikan lagu selamat ulang tahun dengan pelan. Aku terharu menatap kue yang cantik itu. Lalu aku tersenyum kearahnya. Aku benar benat lupa hari ini tanggal 28 maret. Hari ulang tahunku dan dia.
"Tiup lilin dan ucapkan permohonan" ujarnya.
"Tiupnyaa bareng-bareng yaa.." aku menarik tangannya mendekat padaku sambil tersenyum. Dia balas tersenyum dan menutup mata.
Kami berdua bertepuk tangan setelah semua lilin berhasil kami tiup
Sesaat kami berpelukan sambil mengucapkan selamat.
"Makasih ya kak,  aku tak menyangka kakak inget kalau hari ini ulang tahun kita. Soalnya aku sendiri lupa..  Makasih ya kaak."
Ia mengeluarkan setangkai bunga matahari dan sebuah kado yang aku tidak tahu apa isinya.
"Hadiah ulangtahun pertama kakak buat kamu. Jujur selama ini aku benci dengan ulangtahunku sendiri. Tapi setelah ketemu sama kamu, mau tidak mau suka tidak suka aku harus belajar menyukai tanggal ini."
"Kakak benci sama hari ulangtahun kakak? Kenapa?? Kok kakak gak pernah cerita?"
"Yasudahlah, tidak penting.  Sekarang buka deh kadonya." aku membuka kotak itu.
Dan ternyata isinya,  aku terkejut kegirangan.
"Gimana suka? Maaf ya kaka hanya bisa memberikan ini sama kamu."
"Aku suka banget kak, inikan novel yang pengen aku beli cuma aku belum sempet."
Aku kegirangan.
"Tapi kok ada tulisan bunga mataharinya?"
"Kenapa?"
"Enggak.. Perasaan aku gak pernah cerita sama kakak, kalo aku suka bunga matahari."
"Karena perasaan kakak seperti itu sama kamu." jawabnya pelan. Aku menatap wajahnya.
"Maksud kakak?"
"Maksud aku... "
Ponselku berbunyi..

NEXT

Tidak ada komentar: