Minggu, 28 April 2019

B I S A S A J A

Aku bisa saja terus mengucapkan selamat pagi
kepadamu setiap hari sampai kamu bosan. Tetapi
terus kulakukan hingga kemudian kamu terbiasa
dan mulai menerimanya.
Aku bisa saja terus meneleponmu setiap ada
kesempatan meskipun kamu enggan untuk
mengangkatnya. Tetapi pada suatu ketika kamu
bersedia bicara seadanya dan menjawab setiap
pertanyaanku dari seberang telepon. Tidak apa
jika kamu tidak balik bertanya. Bersedia
menjawab pertanyaan-pertanyaanku saja itu
sudah cukup.
Aku bisa saja terus mengirimimu pesan BBM yang
berisi kata-kata romantis hanya agar kamu
tersipu ketika membacanya. Tidak kamu balas
pun tak apa-apa. Asalkan kamu sempat
membacanya untuk kemudian entah sampai
kapan akan tiba waktunya, kamu  dengan senang
hati membalasnya.
Aku tentu saja bisa terus berusaha menemanimu
kapan saja, meskipun kamu terlihat tidak terlalu
menyukainya. Sampai kemudian entah di momen
yg ke berapa, kamu mulai merasa lebih baik
menerima kehadiranku.
Aku... tentu saja bisa dengan setia terus
memupuk perasaan cinta kepadamu, meski aku
tidak pernah tahu apakah kamu akan menjadi
sinar mentari yang mampu menghangatkan
setiap jengkal perasaanku agar tak pernah layu.
Aku bisa saja terus memperjuangkanmu sampai
tidak ada lagi kata menyerah yang bisa
kuucapkan..
Tetapi.. Aku tak bisa terus melakukannya, karena
setahuku cinta memang tak bisa dipaksa sekeras
apa pun aku mengusahakannya
Ya sudahlah.. tetapi jika pada suatu saat nanti
kamu berubah pikiran setelah aku benar-benar
pergi, lalu kamu datang dan memohon, aku akan
tetap berlalu.
Ya. Sebab.... sudah kutemukan yang lebih baik
darimu. Lebih baik? Iya. Dia yang menghargai
setiap jengkal usahaku, setiap jengkal
perasaanku. Dan dia yang sama berkorbannya
dengan yang kulakukan. Karena dua orang yg
mencintai adalah dua orang yang saling
berkorban. Jika hanya aku saja atau kamu saja
yang berkorban, itu bukan cinta. Itu adalah nama
lain dari perusak jiwa
                             ******
Dan untukmu kawan, yang masih berkutat
dengan seseorang yang tidak pernah
menganggapmu. Tegaslah dalam mencintai. Ada
7 Milyar penduduk di muka bumi, bukan?
Mengapa  kamu masih terdiam di situ saja?
Bukankah selalu ada kemungkinan bahagia di
tempat lain? Juga untukmu yang masih sanggup
untuk mengabaikan seseorang yang
mencintaimu. Tegaslah untuk pergi secara baik-
baik atau belajar menerima kehadirannya dengan
lapang. Sebelum kamu menyadari bahwa dia
terlalu berharga untuk disia-siakan.

By :
Siti Khopipah Aliskandar
ipok2524.blogspot.com

J a r a k

Tidak peduli perihal siapa yang lebih dulu mengunjungi, jarak ini sudah menghukumku terlalu lebih. Hingga rakus dan lancang aku bilang sayang. Lipat saja puisi yang sudah panjang jadi jembatan, kita dua orang yang menyebrang dan memilih rindu dipertemuan.

Jika nanti

Jika suatu hari kita bertemu lagi, aku ingin mengenalkan mu pada seseorang yang datang dikemudian hari. Seseorang yang dengan keras menenangkanku, menerima kekanak-kanakan ku, menghapus tangisku yang disebabkan kamu dulu. Aku ingin mengenalkanmu pada seseorang yang mengerti bahwa ketakutanku hanya butuh ditenangkan, bukan langkah demi langkah yang kemudian pergi lalu hilang..

Minggu, 21 April 2019

Rindu yang dibawa musim

Kita sibuk mendamaikan gemuruh musim hujan, sebab jemari yg dibawa angin meniupkan ribuan dingin hingga ke tulang sum-sum. Hingga gugur daun-daun oleh pergantian tahun. Kita seperti kapas, yang tak tahu kemana akan terempas.
 
Sayang, membuka satu puisi didekatmu, diantara rindu harum cengkih dan pohon Nipah. Pernah lahir seseorang yg sama sepertimu, seseorang yang kukenang sebagai hitam, sebagai sel-sel yang mendiami tubuhku...