Minggu, 17 Desember 2017

Grey Sun Flower Part20

GSF Part20
****
Kubuka mataku dan ketika kulihat diriku sudah berada dalam pelukan janwar. Kami berbaring di tengah-tengah ladang bunga matahari yang sama. Apakah ini mimpi? Aku membenamkan wajahku dibahunya.
Janwar lalu berbicara
"Ini memang mimpi. Hanya lewat mimpi aku bisa memeluk kamu ais. Aku tidak pernah melupakan kamu, ingat itu. Surga memang indah, tapi bersamamu akan membuatnya lebih indah.
Besok kamu akan membuka hidup baru, hari baru, menemui sahabat baru. Kejar terus apapun yang menjadi keinginanmu. Doaku akan selalu bersamamu sayang.
Aku mendengarkan setiap kata katanya. Pelukannya membuatku terpejam dan tertidur untuk meninggalkan mimpiku.
*****
"Aiiiss.. Banguun!!!! "
Aku tersentak mendengar suara ibu. Dan sekali lagi aku terbangun dari mimpi yang terlalu indah untuk menjadi kenyataan.
"Iyaa bu,  ini sudah bangun kok."
Mataku baru semperempat terbuka, aku terbangun dan melihat jam. Ya ampun!  Ternyata sudah jam 11 siang. Baru kali ini aku bangun sesiang ini. Segera aku melompat dari tempat tidur, mandi, dan bersiap siap.
"Kamu mau pergi kemana ais?" tanya ibuku ketika melihatku keluar dari kamar sudah rapi.
"Apa tidak sebaiknya kamu istirahat saja? Keperluan kamu sudah siap semua? Perjalanan kamu panjang lhoo sayang. Lebih baik kamu dirumah saja."
Ibu tampak berat memberiku izin keluar.
"Sudah bu,,,  aku hanya ingin ke makan janwar. Sebentar saja. Boleh ya bu?"
Ibu berpikir sejenak.
"Yasudah, taoi jangan lama-lama. Jam 5 kita harus sudah berangkat ke bandara."
"Iya bu, aku janji."

Makamnya masih sama. Dibawahnya masih ada tubuh pria yang sangat kucintai. Tubuhnya terkubur dibawah sana, tapi aku bisa merasakan janwar berada disampingku saat ini. Menemaniku dan memandang apa yang sedang kulakukan.
"Selamat tinggal janwar senja, doakan aku selalu ya sayang.. I love you"

Aku duduk disamping makamnya, menatap nisan lalu meletakkan bunga matahari diatasnya.
Setelah puas mengucapkan salam perpisahan dengan janwar, aku kembali ke rumah. Diperjalanan aku melewati toko kue  yang dulu pernah kudatangi saat mengambil kue pesanan kak agung. Entah kenapa seperti ada yang menarikku untuk masuk kedalamnya.
Tanpa berpikir dua kali aku masuk kedalam kue itu. Pelayan yang sama pun datang ke arahku. Walau tampak terkejut dia tetap melaksanakan tugasnya.
"Selamat sore, mau pesan apa mbak?"
"Chesee cake nya satu, yang kecil. Saya makan disini saja. Terimakasih"
Tidak sampai lima menit, pelayan itu datang dengan sepotong kue diatas piring kecilnya.
"Silakan. " ujarnya.
"Makasih... "
Sejenak pelayan itu hendak meninggalkanku, namun tiba tiba dia malah duduk dihadapanku.
"Mbak mau pergi besok ya?" tanyanya tanpa basa basi.
Aku terperanjat.
"Hah kok tahu? Kamu tahu darimana?"
"Mas agung yang bilang mba, semalam dia kemari. Duduk semalaman tanpa mau makan apapun sampai pagi."
Kak agung sampai pagi disini? "
"Iya mbak, mas agung yang punya toko ini. Dia suka duduk duduk disini, menceritakan tentang mbak pada seluruh karyawan."
"Saya baru tahu dia yang punya toko ini. Saya kira dia hanya pelanggan tetap."
Aku benar benar tidak menyangka. Sudah lama berteman tapi aku baru tahu sekarang.
"Dulu mas agung juga pernah mencintai seorang gadis, tapi gadis itu mencintai orang lain. Malang sekali nasibnya. Sekarang dia mencintai mbak dan hal yang sama terjadi kagi padanya."
   Waktu itu jam tanganku sudah menunjukkan pukul tiga. Aku harus pulang. Aku tahu pelayan itu berusaha membujukku dan semacamnya. Berlama lama disini akan membuatku semakin bersalah dan berat untuk meninggalkan kak agung.
"Maaf mbak, saya harus pulang. Salam saya untuk Agung." aku meletakkan selembar lima puluh ribuan diatas meja dan langsung beranjak dari tempat dudukku lalu keluar.
Pelayan itu hanya bisa menatapku dengan kecewa.
Semoga kak agung bisa bertahan. Semoga dia bisa melakukan seperti apa yang kulakukan.
Tapi ada sesuatu yang mengganjal hatiku. Kak agung pernah mencintai gadis sebelum aku?
Siapa?  Aku tidak pernah tahu.

NEXT

Tidak ada komentar: