Rabu, 20 Desember 2017

Grey SunFlower part26

*GSF* part26
*

From: Janwar
To: My SunFlower

Aku tidak mampu mengatakan bahwa ini yang terakhir kalinya aku mengirimkan email untukmu, sungguh. Aku sebenarnya tidak rela. Tapi aku pernah mengatakannya kan? Suatu hari kamu harus bisa merubah perasaanmu padaku. Karena kamu tidak akan sanggup menjalani hidup jika kamu masih memelihara perasaan yang sama.

Aku yakin kamu pasti lupa kalau hari ini adalah hari ulangtahunmu kan?
Imal adalah hadiah yang aku siap untuk kamu. Yakin lah bahwa imal akan menjaga kamu. Aku tahu dia akan mencintai kamu sama seperti aku mencintai kamu. Tak akan ada yang berbeda ais.

Aisyah, aku ingin kamu tahu bahwa aku selalu mencintai kamu. Mungkin email ini akan berhenti hari ini, tapi doa yang sesungguhnya akan benar-benar aku kirim lewat malaikat kecil yang akan selalu menyertai kamu. Kini sudah saatnya kamu menjalani hidup ais. Berhentilah menyiksa diri, jadilah gadis dengan jiwa secantik bunga matahari.. 

I love you and happy birthday my SunFlower ❤

Jadi benar apa yang dikatakan imal. Perasaanku langsung campur aduk.
Sejenak aku seperti kehilangan orientasi. Lalu tibatiba aku teringat isi email janwar. Hari ini tanggal 4 september! Bagaimana mungkin aku bisa lupa? Ini hari ulangtahunku. Berarti hari ulang tahun kak agung juga. Aku harus mengucapkan ulangtahun padanya. Buru-buru kutekan nomor telponnya diponselku.

Tidak ada yang menjawab. Setelah percakapanku dengannya waktu itu, aku belum mendapat kabar lagi darinya.
Pada tanggal ini setahun yang lalu, janwar pergi untuk selamanya. Dan tahun ini, ibu dan sahabatku tidak ada disisiku. Lagi-lagi hari ulangtahun yang begitu menyedihkan untukku.

  Tiba-tiba aku mendengar pintu kamarku diketuk. Saat kubuka opa dan oma membawa cake kecil dengan satu lilin kecil diatasnya. Mereka menyanyikan lagu Happy Birthday sambil mencium pipiku. Ibu ternyata yang telah menelpon mereka terlebih dulu juga tidak mau kalah. Lewat pengeras suara dari ponsel opa, ibu juga mengucapkan selamat untukku.
"Tambah lagi umur kamu sayang, jangan lupa berdoa dan bahagia selalu sayang. "
"Makasih bu, i love you... " jawabku kencang agar ibu mendengarku.

Lalu ponselku berdering, ternyata alviah dan fahri yang menelpon.
"HappyBirthday cantiiik.. Selamat yaa... "
Ucap mereka dengan antusias.
Aku jadi bahagia dan terharu karena perhatian mereka. Aku yang tidak sabaran langsung cerita soal imal. Alviah dan fahri terkejut sekali.

"Yatuhaaaaan luar biasa. " sahut fahri berkali-kali.
"Tapi gue sama sekali gak bisa menghubungi kak agung. Dia kan juga ulangtahun hari ini. Ada yang bisa bantu gue? "
"Aduuuh maaf ais. Gue sama fahri benar-benar gak tahu kabar kak agung. Dia seperti ditekan bumi semenjak kepergian lo. " jawab alviah menyesal.
Aku menghela napas kecewa. Kemana kamu kak?
***

Saat aku membuka mata pagi harinya. Kulihat langit abu-abu dari balik jendela. Aku menarik napas panjang, aku sadar usiaku semakin bertambah dan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.

Ketika aku hendak mengeluarkan mobil dari garasi. Aku melihat mobil imal sudah terparkir di depan rumah.
"Ngapain kesini pagi-pagi?" tanyaku bingung.
"Goede morgen, jemput kamulah! " jawabnya enteng.
"Hah?  Rajin banget. Kamu gak takut aku apa-apin? Kamu baru kenal aku dua hari lhoo. "
"Hahaaa kenapa aku harus rakut? Seharusnya kamu yang takut. Kamu kan perempuan. Kamu juga baru disini. Yang gak tahu jalan kan kamu."
Imal bersandar dipintu mobilnya.
"Oh yaa.. Kalau begitu. Silakan kamu pergi. Aku gak mau ikut sama orang yang punya niat jahat padaku.

Aku baru saja hendak berjalan masuk kedalam rumah, tapi dengan sigap dia menarik tanganku.
"Heeeyy mau kemana.. Kamu mau aku digentayangin sama arwahnya janwar. Males banget." bujuk imal dengan wajah memelas.
Aku tertawa..
"Hahaaa yasudah. Kita sarapan dulu yuk di dalem. "Ajakku ramah.

Imal langsung mengiyakan dengan wajah gembira. Tapi sebelum ia masuk, kini giliranku menghalanginya.
Wajah imal tampak bingung. Tapi nampaknya dia siap mendengar penuturanku.

"Kenapa kamu melakukan semua ini pada orang yang baru kamu kenal? " tanyaku serius.
Dia hanya tersenyum.
"Sudah kubilang, aku tidak akan pernah main-main dengan perkataanku sendiri. "
Lalu dengan sigap dia mengecup pipiku. Aku terkejut.
"Heh! Apa-apaan ini. "
"HappyBirthday..... "
Ucapnya nyengir tanpa merasa bersalah.

Aku yang tadinya kaget kini merasa canggung dan hanya bisa mengucapkan terimakasih. Karakter imal ternyata berbeda dengan janwar. Imal sangat periang. Dia tidak ragu melakukan apapun yang disukainya.
*****
Sehari dia mengatakan akan mencintaiku. Ternyata dia memulainya dengan sangat berhati-hati. Imal mengawalinya dengan menjadi sahabatku. Dia menutup lubang dihatiku sedikit demi sedikit.

Disini aku punya satu sahabat lagi. Yang siap mendengarkan rahasia rahasia kecilku. Yang siap berada disampingku meski sekedar ikut tertawa bersamaku. Mungkin lubang dihatiku tidak akan tertutup dengan sempurna dan sembuh total. Tapi aku tahu, imal menyiapkan sebuah penutup cantik yang akan membuat lubang itu tak tampak.

Sahabat baru datang, seiring dengan sahabat lamaku yang pergi entah kemana. Semenjak telepon terakhir itu, kak agung tidak pernah lagi mau mengangkat Telpon dariku. Mungkin aku sudah sangat keterlaluan menyakiti hatinya. Mungkin kesabarannya sudah habis untukku.
Email darikupun tidak pernah dibalas olehnya..

NEXT

Tidak ada komentar: