Senin, 25 Maret 2019

Dear, my first love

Musim kemarau.....
Selalu ada kesengsaraan yg senantiasa kurasakan saat butir uap air itu menjauh dari daerah ini. Ketika hawa jalanan mulai berubah panas, ketika gerutuan mulai terdengar dari berbagai mulut, ketika jajanan es marak dipinggir jalan, juga ketika sengat matahari kian memenetrasi tepat diujung kepala.

Setiap musim ini datang,,,,,, saat retakan retakan keputusasaan berarak dikepingan tanah, saat tanaman tanaman mulai melayu mengemis untuk kehidupan . dan juga saat segerombolan awan yg sibuk bergosip atas perubahan musim ini.. Akan selalu ada ingatan tentang kamu, aku, dan juga ketidakberdayaan perasaanku. Kau tau itu tuan....

    Saat aku kembali ke tempat ini, aku seakan terperangkap dalam masalalu. Dibangku panjang itu aku seakan melihat diriku yang masih teramat polos. Yang sedang duduk diam sambil sesekali memperhatikanmu.
Meskipun setahun sudah berlalu, entah kenapa takdir tak pernah memihak padaku. Aku  seakan berdiam di tempat. Tidak mendekat juga tidak pula menjauh....
   Butuh banyak waktu untuk menyadarkanku, bahwa ternyata aku terlalu menyembunyikan kotak rahasiaku dari segala bentuk senyumanmu.
Butuh banyak waktu untuk menyadarkanku, bahwa ternyata aku juga menginginkan perhatian yg kamu ciptakan untukju.
Butuh banyak waktu untuk menyadarkan kotak rahasiaku yg beku bahwa ternyata ada sebongkah   sebongkah perasaan yg perlahan mencairkannya.
Tapi, ketika aku mulai menyadari semua itu, segala sesuatunya sudah terlambat. Seperti musim kemarau yang berlalu. Aku ingin melupakanmu. Terlebih kamu telah memutuskan kehidupanmu bersama wanita itu. Namun, ketika kembali kemusim ini... Aku tau, akan selalu  ada ruang disudut kotak rahasiaku untuk kamu dan bayanganmu meski itu tersembunyi.
Ketika aku melihat kursi panjang tempat duduk kita sewaktu dulu, melepas tawa dan menghapus duka. Ada banyak pertanyaan tak terucap yang ingin kuhembuskan melalui udara yg kering ini. Berharap kamu dapat mendengarnya. Apapun keajaibannya :'(
Aku ingiin ta, bagaimana kabarmu wahai pria dewasaku ? Apakah kamu bahagia bersama wanita itu ? Ataukah kamu kesepian tanpa ada orang yg mencintaimu dalam diam namun penuh keagungan ?
Maafkan aku. Atas perilaku teraneh yg pernah aku citrakan untukmu.

Aku tau, di dunia ini ada beberapa hal yg tak bisa dijangkau oleh penjabaran logika manusia. Seolah semua hal bergerak teratur mengikuti semua alur yg begitu apik. Tak ada kesalahan yg bernmakan kebetulan . selalu ada alasan untuk semua kjadian dalam hidup ini, begitulah kira kira aku memahaminya. Dan begitu pula dengan pertemuan awal aku dengannya.

Dia pria dewasa yang penuh tekai teki. Tapi disitulah titik puncak kekagumanku terhadapnya.
Awalnya aku tak peduli dgn apa yg kulihat selama ini. Aku selalu memperhatikannya. Dan pastinya hnya dalam diam aku melakukannya. Semenjak itu, ia mulai tau keberadaanku. Ia kembali memberi perhatian yg tentu saja membuat ku sanga tersanjung luar luarbiasa. Ia kadang bertanya padaku, tapi aku terlalu cuek untuk menutupi rasa sukaku.
Apakah hal ini sesuatu yang baik atau tidak ? Ah entahlah.
Aku bohong jika kukatakan, aku tak tersanjung dgn sikapnya yg seperti ini. Aku hnyalah gadis bodoh yg dihanyutkan takdir menuju dunia asing yg tak pernah kuketahui.
Apakah sesuatu ini hal yg bagus atau tidak ? Apalah dayaku. Aku mematut diriku didepan cermin kala pertanyaan itu muncul kembali dibenakku.
Aku adalah gadis berumur 16 tahun. Tidak terlaku cantik juga membenci pelajaran yg hafal menghafal seperti ips sejarah dan jajarannya. Aku masih memliki bnyak hal yg harus kupikirkan selain dentuman manis didadaku ini ; seperti sekolah, impian dan keluargaku.
Ketika aku memutuskan warna warna yg ia bawa dalam kehidupanku. Aku mulai belajar merasakan rasa sakit yg menjalari kotak rahasiaku.

Dirimu, dan segala sesuatu tentangmu terus membayang menjadi potongan kesejukan setiap musim kemarau. Seandainya aku punya sedikit keberanian untuk menggenggam jemarimu. Mungkin kita akan lebih dekat. . hanya saja, duniaku ini masih terlalu kecil untuk mampu menampung masalah rumit seperti cinta :)
Aku tau berbohong itu dosa. Hanya saja terkadang ada saat tertentu ketika aku harus berbohong demi hal lain. Anggap saja , semua perasaan yg ada dalam kotak rahasiaku ini tak pernah terjadi. Dgn begitu , aku bisa membuka lembaran kisah yg mungkin akan lebih baik dari ini .
Musim kemarau, panas mentari. Gerutuan manusia. Es krim. Dan kamu tuan.
Ketika musim berganti, aku tau ada beberapa hal kecil didunia ini yg terkadang justru tak dapat diganti. Seperti halnya perasaan yg prnah kurasakan untukmu.
Kamu berubah . kamu tau ? Kamu menjadi orang yg tak kukenal. Mungkin krna kamu yg saat ini adalah kamu yg telah mnemukan cinta sejatimu. Tentunya. Kamu akan memulai  lembaran kisah cinta yg sesungguhnya.
Sementara aku tetap berdiri teguh dalam lingkaran kenyamananku......
Sekolah, impian dan keluargaku dan membangun berikade besar disekelilingku. Aku tetap gadis kecil Yg takut untuk jatuh cinta. Aku selalu berpikir, mungkin ini bukanlah waktu yg tepat untukku merasakan hal semacam itu.
Selalu ada waktu yg tepat untuk mrsakan semuanya.  Mungkin aku hanya prlu bersabar untuk menunggu.
Setidaknya saat kembali kemusim ini, aku ingat bahwa aku pernah belajar akan sesuatu yg tak akan mungkin kudapatkan  dari pelajaran sekolah , teman teman  atau yg lain.
Aku pernah belajar untuk menikmati detakan dalam dadaku saat melihat senyum diwajahmu. Aku pernah blajar untuk tdk trsenyum saat mndapat perhatian darimu. Aku pernah belajar untuk menikmati rasa sakit dari sebuah pilihan.
Dan sekarang akhir dari penantian kisah ini. Mungkin tak berakhirr seperti drama romantis yg pernah kutonton. Tapi setidaknya takdir telah berbaik hati mempertemukan kita .
Aku berterima kasih untuk itu.

Dear, My First Love ..

By
Kopians
26 Maret 2019 00:29

Sabtu, 23 Maret 2019

Setitik cahaya

Coba kau lihat purnama. ingatlah akan sinarnya
yang lembut
Atau pernah kah terpikir, Berbaring diantara
bunga yang wangi
Coba lah berpikir!
“Aku rindu rona senyum indah walau aku
berada dalam ketiadaan”
Tak pernah ada yang tau tentang apa yang
harus kulakukan, karena aku tidak pernah tau
apa yang mereka inginkan. Hanya kata hati
yang berjelaga menerawang bagaikan aroma
mewangi yang menusuk kedalam pori-pori rasa
yang ada di seluruh jiwaku nan kosong
aku sendiri tidak pernah berpikir seberapa jauh
akan melakukan apa yang kurasakan karena
aku sendiri tidak pernah melakukan apa yang
benar-benar tumbuh dan berkembang dari
dalam hati yang terdalam, yang ku tau
hanyalah rasa yang menguasai apa yang aku
pikirkan. Andai saja aku adalah penyusun
waktu maka aku akan menuai kesenangan yang
paling egois di dunia ini. Mengapa aku harus
memikirkan sesuatu yang ada, yang ada sendiri
tidak pernah tau bahwa aku ada, yang ada
sendiri tidak peduli akan aku yang ada, entah
kapan keadaan menoleh ke arahku. Aku tidak
pernah menyesal dengan apa yang kulakukan
karena rasa memberiku tawa dan senyum
walaupun semua itu hanya semu tidak nyata
datang dari keadaan yang benar-benar
melihatku dalam keadaan yang seadanya dalam
menunjuk bintang yang berkelip di langit
impianku
Namun, aku harus memaksa keadaan untuk
tahu bahwa aku tahu tentang yang ada
Terpikirkah itu, aku yakin tidak karena tidak
mungkin ada yang biasa meraba hati dan
pikiranku kecuali Tuhan. Bukan aku tidak mau
berbagi dengan siapa pun, tetapi tidak banyak
yang tau tentang apa yang aku mau dan
inginkan . aku hanyalah deraian debu yang
tertiup angin dalam tikaian hati yang tidak
pernah usai. Kapan semua ini berakhir, kecuali
mati? Namun mati bukanlah jawaban dan
bukan akhir dari semuanya kematian hanyalah
kesimpulan dari episode yang terus berjalan
hingga kita sendiri tidak bisa melihat episode
berikutnya karena skenario itu tidak dapat kita
gubah
Aku sendiri tidak pernah bosan mencari setitik
warna di kubangan hitam nan kelam bagiku di
sanalah warna sejati dan di sanalah aku bisa
melihat bayangan, bayangan yang setia
menemaniku dalam posisi apapun dan dalam
bentuk apa punAku sendiri malas membahas keadaan, terlalu
muak dan membosankan sebab tidak ada
ujung, keadaan hanya bisa diubah lewat
keadaan akankah ada yang bisa menetapkan
keadaan.
sering kumenatap langit yang penuh dengan
uraian tangis, coba kurasakan, dan sering juga
aku menatap purnama yang menerangi malam,
coba ku nikmati. Tapi hanyalah khayal yang
datang
aku pesimis, mungkin aku harus mencari
dimana keadaan yang benar-benar tahu bahwa
aku ada. Tetapi timbul pertanyaan. "dimana?"
Ya, dimana?
Belum kutemukan jawaban, karena terlalu
berlebihan jika aku ingin sesuatu yang lebih
tetapi aku sendiri tidak berusaha lebih.
Terkadang aku sering melihat kilauan yang
membuat aku merasakan nyaman berada di
dalamnya tetapi aku jarang untuk menyadari
bahwa seluruh kulitku melepuh terkoyak dalam
tawa, begini yang terjadi suatu ketika aku
melihat sebuah lorong kecil dan gelap namun
ada kilauan yang hanya setitik, aku terpikir itu
hanyalah pantulan sinar mentari yang
menembus rongga tanah. Setelah kupikir lagi,
tidak mungkin. Aku pun memasuki lorong itu,
pengap penuh dengan kesesakan yang
mencakar setiap relung logikaku. Ingin
kumenyerah dan kembali kebelakang, tetapi
aku tidak ingin hanya menikmati rasa sesak
tanpa aku tahu apa sinar itu. Aku terus
bergerak dengan segala daya, tidak lagi ada
rasa di sekujur tubuhku entah luka, entah
tersobek tidak kurasakan yang kutahu hanyalah
rasa lembut sinar. Dengan susah payah
akhirnya aku pun dapat memeluk sinar itu,
ketika tubuhku terlihat, aku hanya bisa
menatap kaku. kulitku terkelupas itu pun di
bagian badanku. tanganku penuh dengan
sayatan tajam, yang lebih membuatku miris
kakiku entah dimana”
Ludahan itu ku unggap hanyalah serentetan
peluru-peluru pacu yang dapat membuat ku
maju dan terus menatap kedepan
Andai suatu ketika engkau singkah di teras
kediamanku, kumohon untuk tinggal walau
sejenak, karena aku tidak pernah menyediakan
sepotong roti dan segelas sirup nan segar tetapi
aku hanya menyediakan seteguk air tawar.
Namun, setelah engkau pergi, engkau akan
kembali. Tetapi engkau tidak akan pernah
menemukan jalan menuju kediamanku...

@kopians