Minggu, 25 Oktober 2015
hanya bercerita, TUan ...
skrg, aku sdh branjak dwasa. Dan sdh smestinya aku brpkir lbh rasional dn crdas. Bkn hnya trkukung dlm dunia doneng yg smua org pun tau bhwa itu plsu. Kmu mngrti yg aku ktakan. Sdh saat'a aku mnghpua jauh,membkar potretmu yg seenak'a trpampang d dnding neuronku. Bhkn brupa abu, smua hrs hnyut dn prgi. Jgn penh mnhanku untk trs brdiri d blkangmu. Lgipula, tmptku kni sgt jauh. Ckup jauh jka hnya untk mnghndari rsa nyman ktika aku ada d bwah byangmu. Spnjang itu,smua itu, aku hnya brcerita. Aku hnya mnuliskn apa yg slama ini aku alami,aku rsakan. Pntngkah bgimu? Mngkn tdk. Hnya ingn brcrita,meluap dn kosong. Hnya ingn memberi tau dan... Hah... Entahlah,mungkin trlalu brtele tele. -_- trimakasih tlh mngajrkanku rsa yg indh dan mndebrkan. Trimaksih tlh pnuh keajaiban,bagiku :) saat yg indh, ktika aku mulai brdebar. Saat yg indh, ktika aku mulai mngenal. Dn lbih dari indah, ktika aku bsa trsnyum lepas d hdapanmu. Untuk tanpamu :) Sampai jumpa :( :'( suatu saat :) Teruntuk Tuan Tampanku trsyang dn hrs trlupa >_< ...
Sabtu, 03 Oktober 2015
kapan kamu tau tuan !!!
Beberapa hari ini, aku menepis dan melawan
keinginanku sendiri untuk tidak lagi
mencari tahu tentangmu. Karena bagaimanapun
aku menangis, mengeluh, bercerita di dunia
maya, atau apapun itu-- tidak akan
membuatmu paham dan mengerti. Ada gadis
yang diam-diam mencintaimu dan kamu ikut
diam seribu bahasa seakan kamu tidak bisa
membaca semua tanda. Maka, aku salah dalam
segala, karena tidak berani mengungkapkan
perasaanku, dan semua orang tentu
menyalahkanku, menyalahkan keadaan, dan
menyalahkan ketololanku karena rasanya
terlalu cepat jika aku jatuh cinta padamu.
Lalu, apa salahnya jatuh cinta pada orang
yang baru kita kenali? Apakah aku berdosa
karena mencintaimu yg telah dimiliki dan memiliki orang lain .. Kamu tidak akan pernah tahu ini semua dan
tidak akan pernah tahu betapa aku lemas
melihat salah satu foto dengan
seorang perempuan. Uh, iya, aku tahu,
Gadis kecil ini terlalu sering pakai perasaan.
Aku paham bahwa aku bukan tipemu, astaga
perempuan sepertiku yang gampang nangis ini
tidak akan pernah cocok bersanding dengan
pria sekuat kamu. Tidak akan pernah dan aku
sangat sadar soal itu. Apalagi berhak
cemburu? Aku tahu, aku tidak punya hak,
tidak punya wewenang untuk mengaturmu
berfoto dengan siapapun. Yang aku tahu, aku
mencintaimu, dan biarlah ini menjadi
rahasiaku, dan biarlah ini menjadi perasaan
yang selamanya (mungkin) tidak akan pernah
kautahu.
Jadi, biarkan. Gadis kecil yg bodoh ini tetap jadi perempuan
yang selalu diam. Karena dari semua diam
itulah yang membuat dia bisa menghasilkan
banyak tulisan. Jadi, aku akan terus diam,
menatapmu dari jauh, mendoakanmu dari sini.
Aku akan sukses dengan ceritaku. Kamu akan
sukses dengan duniamu. Dan, dunia kita
tidak akan pernah bertemu di satu titik
meskipun sama-sama berjalan beriringan. Aku
tahu, doa kita tidak akan pernah sama, aku
mendoakanmu, kamu mendoakan entah. Tapi,
percayalah, dari ribuan gadis yang
memujamu, akan selalu ada aku yang berharap
Tuhan selalu memelukmu dengan erat, seerat
rinduku yang tidak pernah habis untukmu.
Aku ingin tertidur sambil mendengarkan lagu
band rock ke sukaanmu yang teriak-teriak itu. Berharap
bisa teriak bersamamu, di tebing , di
pantai manapun, asal sambil menggenggam
jemarimu.
Dari gadis kecilmu
Yg akan selalu diam diam mengagumimu ...
berharap banyak ...
Tidak lelah, tapi aku sedikit
gamang. Tidak mudah menyelesaikan tulisan
dengan perasaan berantakan seperti saat
ini. Helaan napasku sebenarnya sederhana,
hanya untuk menguatkan diri agar luka
ditinggalkanmu tidak terasa begitu sakit
lagi. Namun, nyatanya, semakin aku berusaha
melupakanmu, semakin aku tidak bisa
menerima perubahan yang terjadi di antara
kita.Kamu membuat aku
sedikit demi sedikit meredam keegoisanku,
biasanya aku selalu menuntut seseorang yang
aku cintai untuk membalas pesanku hanya
dalam hitungan detik. Tapi, denganmu,
rasanya aku mulai bisa menerima kesibukan
seseorang yang aku cintai,, Aku jatuh cinta pada setiap
gerak-gerik yang kamu tunjukan. Aku jatuh
cinta pada rambut tipismu yang gondrong.
Aku jatuh cinta pada mata merahmu yang
selalu terlalu lelah. Aku jatuh cinta pada
caramu bercerita tentang buku The Secret.
Aku jatuh cinta, sayangnya kautidak.
Kamu berhasil memenjarakanku pada bayang-
bayang yang aku buat sendiri. Ini bukan
salahmu, jelas bukan salahmu, ini tentu
salahku. Aku tidak bisa mengendalikan diri
untuk tidak mencintaimu. Kamu terlalu
gemerlap buatku yang gelap. Sinaranmu
terlalu terang untuk aku yang selalu
gamang. Aku tidak bisa memaksa diriku
sendiri untuk tidak mencari tahu tentangmu
dan semakin aku tahu tentangmu-- semakin
aku tidak ingin komunikasi kita terhenti
secepat ini.
Hampir setiap hari, kerjaanku mengintip
Sosial mediamu , di sela-sela kesibukanku.
Memang, hal ini hanya dilakukan oleh
pengecut sepertiku, atau hanya dilakukan
oleh gadis-gadis yang mencintai suara dan
karyamu. Aku juga sadar diri, dibandingkan
mereka yang jauh lebih sempurna, aku
layaknya asap rokok yang terlihat hitungan
detik, lalu segera hilang diburu angin. Aku
pun sadar, rasanya tidak pantas jika gadis
sepertiku berharap lebih dekat denganmu.
Ya, walaupun aku tahu memang tak mungkin,
tapi setidaknya aku ingin memperpanjang
waktu berkenalan denganmu, meskipun mungkin
semua akan berakhir sama yaitu--
menyakitkan.
Aku tidak berharap lebih, harapanku
sebenarnya hanya ingin waktu berkenalan
denganmu bisa lebih panjang. Karena kamu
berhasil membuatku nyaman dan jika sehari
tidak mendengar kabarmu, rasanya seperti
aku sedang menjalani hari tanpa melibatkan
jiwaku di dalamnya. Aku masih berharap bisa
membaca setiap pesanmu, meskipun hanya
sebatas tulisan. Aku masih berharap bisa
membicarakan banyak hal tentangmu, membicarakan hari-harimu yang menurutku
terkesan begitu menyenangkan.
Maafkan jika ini terasa berlebihan. Aku
tidak peduli jika kamu menganggapku
berdrama. Aku juga tidak peduli jika kamu
menganggapku terlalu berlebihan. Aku tidak
peduli jika kamu memilih menjauh setelah
tahu bahwa aku cuma gadis bodoh yang selalu
melibatkan perasaan dalam setiap peristiwa
yang aku alami. Aku tidak peduli jika
hilangnya percakapan kita sebagai akibat
bahwa kamu hanya ingin kita berteman biasa.
Mungkin, aku terlihat makin menyebalkan
dengan sikapku yang berlebihan. Tapi,
percayalah, sekarang aku dalam keadaan
mulai mencintaimu, dan menerima kenyataan
bahwa kita tak lagi sedekat dulu; cukup
membuatku sekarat karena memikirkanmu.
Dengarlah, bersamamu pun sudah cukup
membuatku merasa ada, maka mengapa aku
harus menuntutmu menjadi milikku seutuhnya?
Apakah kamu tahu betapa buramnya hari-
hariku tanpamu? Apakah kamu paham betapa
aku lelah membalas setiap chat dari pria-
pria yang sebenarnya tidak menarik bagiku,
tapi itu semua aku lakukan karena aku ingin
melupakanmu? Apakah kamu sadar, bahwa
setiap aku membalas chat dari pria-pria
itu, aku selalu berharap bisa menemukan
pria yang sangat mirip denganmu. Aku
berharap bisa menemukan dirimu dalam diri
pria-pria yang berjuang keras mendekatiku.
Sadarkah kamu, bahwa sebenarnya selama ini
aku hanya menginginkanmu dalam hari-hariku?Apakah kamu tahu, aku sudah memilihmu sejak
pertama kali kamu salah memencet huruf di-
chat kita? Apakah kamu tahu, aku telah
menjadikanmu satu-satunya ketika mungkin
kamu hanya menjadikanku salah satunya?
Apakah kamu tahu, aku masih menunggumu.menunggu segalanya yang mungkin tidak akan
jadi nyata? Apakah kamu tahu, aku berharap
Tuhan memutar ulang waktu, sehingga aku
masih punya kesempatan untuk memperbaiki
semua.
Beri aku kesempatan untuk menyanyikan cinta
di telingamu. Beri aku kesempatan untuk
menunjukan bahwa ketulusan itu masih ada.
Beri aku kesempatan untuk memelukmu di
bawah langit Jogja dan sekali lagi
meyakinkanmu-- bahwa aku adalah penggemarmu
nomor satu.
Dari pengagummu yg diam diam slalu mendoakanmu ..
gamang. Tidak mudah menyelesaikan tulisan
dengan perasaan berantakan seperti saat
ini. Helaan napasku sebenarnya sederhana,
hanya untuk menguatkan diri agar luka
ditinggalkanmu tidak terasa begitu sakit
lagi. Namun, nyatanya, semakin aku berusaha
melupakanmu, semakin aku tidak bisa
menerima perubahan yang terjadi di antara
kita.Kamu membuat aku
sedikit demi sedikit meredam keegoisanku,
biasanya aku selalu menuntut seseorang yang
aku cintai untuk membalas pesanku hanya
dalam hitungan detik. Tapi, denganmu,
rasanya aku mulai bisa menerima kesibukan
seseorang yang aku cintai,, Aku jatuh cinta pada setiap
gerak-gerik yang kamu tunjukan. Aku jatuh
cinta pada rambut tipismu yang gondrong.
Aku jatuh cinta pada mata merahmu yang
selalu terlalu lelah. Aku jatuh cinta pada
caramu bercerita tentang buku The Secret.
Aku jatuh cinta, sayangnya kautidak.
Kamu berhasil memenjarakanku pada bayang-
bayang yang aku buat sendiri. Ini bukan
salahmu, jelas bukan salahmu, ini tentu
salahku. Aku tidak bisa mengendalikan diri
untuk tidak mencintaimu. Kamu terlalu
gemerlap buatku yang gelap. Sinaranmu
terlalu terang untuk aku yang selalu
gamang. Aku tidak bisa memaksa diriku
sendiri untuk tidak mencari tahu tentangmu
dan semakin aku tahu tentangmu-- semakin
aku tidak ingin komunikasi kita terhenti
secepat ini.
Hampir setiap hari, kerjaanku mengintip
Sosial mediamu , di sela-sela kesibukanku.
Memang, hal ini hanya dilakukan oleh
pengecut sepertiku, atau hanya dilakukan
oleh gadis-gadis yang mencintai suara dan
karyamu. Aku juga sadar diri, dibandingkan
mereka yang jauh lebih sempurna, aku
layaknya asap rokok yang terlihat hitungan
detik, lalu segera hilang diburu angin. Aku
pun sadar, rasanya tidak pantas jika gadis
sepertiku berharap lebih dekat denganmu.
Ya, walaupun aku tahu memang tak mungkin,
tapi setidaknya aku ingin memperpanjang
waktu berkenalan denganmu, meskipun mungkin
semua akan berakhir sama yaitu--
menyakitkan.
Aku tidak berharap lebih, harapanku
sebenarnya hanya ingin waktu berkenalan
denganmu bisa lebih panjang. Karena kamu
berhasil membuatku nyaman dan jika sehari
tidak mendengar kabarmu, rasanya seperti
aku sedang menjalani hari tanpa melibatkan
jiwaku di dalamnya. Aku masih berharap bisa
membaca setiap pesanmu, meskipun hanya
sebatas tulisan. Aku masih berharap bisa
membicarakan banyak hal tentangmu, membicarakan hari-harimu yang menurutku
terkesan begitu menyenangkan.
Maafkan jika ini terasa berlebihan. Aku
tidak peduli jika kamu menganggapku
berdrama. Aku juga tidak peduli jika kamu
menganggapku terlalu berlebihan. Aku tidak
peduli jika kamu memilih menjauh setelah
tahu bahwa aku cuma gadis bodoh yang selalu
melibatkan perasaan dalam setiap peristiwa
yang aku alami. Aku tidak peduli jika
hilangnya percakapan kita sebagai akibat
bahwa kamu hanya ingin kita berteman biasa.
Mungkin, aku terlihat makin menyebalkan
dengan sikapku yang berlebihan. Tapi,
percayalah, sekarang aku dalam keadaan
mulai mencintaimu, dan menerima kenyataan
bahwa kita tak lagi sedekat dulu; cukup
membuatku sekarat karena memikirkanmu.
Dengarlah, bersamamu pun sudah cukup
membuatku merasa ada, maka mengapa aku
harus menuntutmu menjadi milikku seutuhnya?
Apakah kamu tahu betapa buramnya hari-
hariku tanpamu? Apakah kamu paham betapa
aku lelah membalas setiap chat dari pria-
pria yang sebenarnya tidak menarik bagiku,
tapi itu semua aku lakukan karena aku ingin
melupakanmu? Apakah kamu sadar, bahwa
setiap aku membalas chat dari pria-pria
itu, aku selalu berharap bisa menemukan
pria yang sangat mirip denganmu. Aku
berharap bisa menemukan dirimu dalam diri
pria-pria yang berjuang keras mendekatiku.
Sadarkah kamu, bahwa sebenarnya selama ini
aku hanya menginginkanmu dalam hari-hariku?Apakah kamu tahu, aku sudah memilihmu sejak
pertama kali kamu salah memencet huruf di-
chat kita? Apakah kamu tahu, aku telah
menjadikanmu satu-satunya ketika mungkin
kamu hanya menjadikanku salah satunya?
Apakah kamu tahu, aku masih menunggumu.menunggu segalanya yang mungkin tidak akan
jadi nyata? Apakah kamu tahu, aku berharap
Tuhan memutar ulang waktu, sehingga aku
masih punya kesempatan untuk memperbaiki
semua.
Beri aku kesempatan untuk menyanyikan cinta
di telingamu. Beri aku kesempatan untuk
menunjukan bahwa ketulusan itu masih ada.
Beri aku kesempatan untuk memelukmu di
bawah langit Jogja dan sekali lagi
meyakinkanmu-- bahwa aku adalah penggemarmu
nomor satu.
Dari pengagummu yg diam diam slalu mendoakanmu ..
doa untuk pria tampan.
tuahn jaga dirinya selalu, hangatkan dia jika dia merasa dingin..
lindungi dia agar dia tidak sakit. indahkanlah harinya selalu. jika aku bukan sesuatu yg indah untuk di pandang, jauhkanlah dia dariku. aku ingin yg terbaik untukmu tuan SPJS .. tapi, kumohon tuhan, aku ingin melihatnya , walau hanya sekejap membuat mata anugrah terbaik bagiku, hanya melihat seliutnya saja aku sudah cukup senang .
tuhan , kabulkanlah permintaanku , keinginanku unutuknya terlampau besar. tuhan, aku ingin menangiis untuknya, apakah dengan menangis membuatku lega ?? jika jawabannya iya, aku ingin sekali menangis. menangis sampai membuatku lega . sampai hujan mampu menghapusnya .. tuhan, engkau telah menitipkan perasaan suci--- yang semua orang di dunia ini menyebutnya cinta.ini padaku. aku tak pantas menerimanya. sungguh, karena ini mebuat gejolak rasa .
semakin sesak di daa kala aku takmenemukannya. aku resah ....
tuhan, aku jatuh cinta, aku ingin jauh lebih lama. yg ku ingin kan tak berakhir sebagai sesak di dada. aku ingin sang waktulah yg mengubah segalanya akan ku beritakan semua awal semua kesedihan ini lsemua penjuru dunia. ke semua molekul peredaran darah. kepada angin yg akan ,mengalir ketempatnya. sungguh aku cinta dia...
aku mencintaimu bukan karna kamu tampan, aku mencintaimu bukan karna gagahnya kau berepenampilan. bukan karna itu semua , sungguh bukan itu..
aku mencintaimu karna kau berhasil menarik perhatianku. karna kau mampu kesederhanaan mu masuk dalam benakku . membuat tingkah polosmumenjadi sesuatu yg lucu untuk kukenang sendiri. dan aku tau itu lebih dari kesan lucu ...
aku mencintai kesederhanaanmu tuan.
Langganan:
Postingan (Atom)