Senin, 10 Desember 2018

J A R A K

Jarak sejauh ini tak mampu membuat kita berbuat dan bergerak lebih banyak. Seakan-akan aku dan kamu tak punya ruang untuk saling
bersentuhan juga saling menatap. Rasanya menyakitkan jika keterbatasanku dan keterbatasanmu menjadi penyebab kita tak banyak tahu dan tak banyak bertemu. Setiap hari, kita menahan rindu yang semakin
menggebu dan tak mereda. Inikah cara cinta menyiksa? Melalui jarak ratusan kilometer? Aku menghela napas, membayangkan jika kamu bisa terus berada di sampingku dan merasakan
yang juga kurasakan. Namun, percayalah, sayang, tak saling bersentuhan bukan berarti cinta kita punya banyak kekurangan.
Apa yang kucari dan apa yang kamu cari? Tak ada, kita masih meraba-raba apa itu cinta dan bagaimana kekuatan itu bisa membuat kita bertahan. Rasa cemburu, rasa ragu, dan rasa
rindu sebenarnya adalah pemanis. Tidak ada hal yang sangat berat, jika kita melalui berdua; melewatinya bersama.
Selama bulan yang kita lihat masih sama, selama sinar matahari yang menyengat kulit kita masih sama hangatnya, maka pertemuanku dan kamu masih akan tetap terjadi.
Jarak hanyalah sekadar angka, jika kita masih memperjuangkan cinta yang sama.

~Ipok•

Sabtu, 13 Oktober 2018

Selamat ulang tahun Zam....

Selamat ulangtahun pria dewasa berkacamata dengan wajah sayu, bermata sendu.
.
Mungkin kau tak akan pernah membaca ini, melihat sekejap matapun tidak mungkin, apalagi membaca hingga paragraf akhir. Mungkin kau tidak tahu usahaku untuk menulis ini, usahaku untuk mengundangmu kembali berotasi di otakku. Mengelilingi poros otak tengah, menjalar ke kiri, lalu membias ke otak kanan. Tak ada alasan apapun yang dapat menjelaskan kenapa aku harus membiarkan jemariku menari dan kembali menuliskan tentangmu..

Ada banyak hal yang ingin ku ungkapkan, tapi garis takdir yang tidak memungkinkan. AKu tidak bisa melakukan apapun untukmu
Selamat ulangtahun Muzammil semoga segala cita-cita, mimpi, dan segala bentuk doa yang kau utarakan dapat terkabul..
Take care of your health, keep spirit, stay happy and i Miss you more anymore❣😌

Sabtu, 06 Oktober 2018

Bahagia itu pilihan..!!

"Begini zam, aku sering membaca sejarah tentang beberapa pria yang memilih hidup melajang hingga akhir hayat, aku membandingkan dengan pria yang bersamaku saat ini. Kemudian aku berpikir, apa yang membuat mereka melakukan hal tersebut? Aku bertanya kenapa ada manusia yang tidak percaya dengan cinta serta kekuatannya? Sedangkan mereka sendiri, terlahir dari sebuah jalinan cinta, bukan?
Kadang, atau barangkali begini, pernikahan adalah sebuah komitmen yang menghalangi langkah mereka melanjutkan visi dan misi.. bagaimana tanggapanmu, zam..?"

Ia menghela nafas panjang.

"Ans, tahun ini usiaku genap 29 tahun kan?  Cukup lama dan panjang, jika aku mengukur sebuah perjalanan dari sana. Banyak yang sudah terjadi, mataku merekam beberapa kejadian mengejutkan, sangat jelas. aku mengingat, dan kembali merasakan, terasa menyakitkan. sebagian memudar, sisanya  kusimpan sebagai kenangan, dan tak akan kuungkit lagi sampai kapanpun...."

Aku menoleh. Menatap matanya sembari tersenyum. Untuk ukuran pertemanan, dia teman yang baik. Dia selalu berpikir bagaimana menjaga perasaan orang-orang di dekatnya. Sikapnya tenang. Sebagai seorang pria dewasa yang sudah matang, dia memang sangat sopan. Entah dengan hatinya, imajinasinya, dan tiap per katanya.

"Luar biasa. Syukur alhamdulilah kamu  sampai di usia itu. Ya, sesekali kita memang harus percaya. Kematian, keberuntungan, pernikahan, Tuhan mengatur dengan sangat rapi."

Mendengar aku mengatakan itu, dia tertawa. Apa yang lucu? Aku tidak sedang membicarakan dirinya yang barangkali memang tidak percaya dengan cinta. Aku mengatakan kebenaran, meski memang terdengar sangat klise.

"Jangan memberiku pertanyaan yang sama berulang-ulang, Ans."

"Aku belum bertanya apa-apa muzammil"

"Kau menyebut pernikahan. Itu seperti menandai namaku dengan tinta merah. Apa tidak menikah terlihat buruk?"

"APakah betul kau belum pernah menikah? Jangan membohongi takdir .."
Aku mencoba membenarkan posisi dudukku.

" Maksudmu..."

" Apakah dulu ada Seseorang mengecewakanmu di masa  lalu? Sedalam apa lukanya? Hingga Kau ratapi perihnya hingga hari ini."

Dia kembali tertawa. Berjalan ke dekat laut yang mengantar ombak pelan. Kakinya menyentuh buih, basah, berkecipak. Aku tahu, muzaamil memiliki cerita yang mungkin atau belum pernah dia ceritakan pada siapa pun. Beberapa orang menyimpan rahasia mereka dengan sangat baik. Padahal, rencana Tuhan itu lebih indah dari apapun.

"Seseorang? Siapa, Ans?"

"Kekasihmu, atau mantan istrimu mungkin."

Dia kembali tertawa. Mencoba tenang dengan situasi yang memojokkannya.

"Aku tidak punya kekasih Ans Aliskandar. Apalagi mantan istri. Di masa lalu maupun masa kini."

"Kenapa?"

"Gibran, hingga akhir hayatnya tidak pernah menikah. Tidak ada yang mempermasalahkan itu. Dia menulis, berpuisi, bersastra. Dan dia bahagia."

"Kau yakin dia bahagia? Beberapa nama yang dia tulis dalam syair-syairnya itu, kau pikir tidak nyata? Marry Hasskel, May Ziadah, Wardah Al-Hani. Gibran juga jatuh cinta. Dan kukira dia juga patah hati."

Sebentar dia diam. Menggulung ujung celana panjangnya agar tak basah terkena ombak. Seketika ia menatap mataku, kali ini sorot matanya lebih tajam. Aku tidak akan menerka apa pun. Aku tahu dia akan mengatakan banyak hal setelah itu.

"Kita bicara pernikahan, bukan?"
Tanyanya hening...
Aku kembali mencari pembenaran.

"Bahkan pendongeng dunia seperti Hans Christian Andersen, dia juga pernah jatuh cinta dan patah hati, meski memang tak menikah hingga akhir hayatnya. Kau ingin meniru mereka?"

"Pernikahan bukan prioritas dalam hidupku, Ans. Yang kupedulikan sekarang hanya kebahagiaan dan kesehatan  orangtuaku yang akhir-akhir ini sering jatuh sakit. Selebihnya aku tak pikirkan."

"Tapi, Pernikahan membuat seseorang tidak bersikap egois."
Jawabku meyakinkan.

"Aku tidak menyukai komitmen, kau tahu itu. Sedangkan wanita, selalu menuntut banyak setelah berada dalam lingkaran sebuah hubungan. Hidupku tidak bisa dipengaruhi oleh hal serupa. Aku bekerja, aku memikirkan banyak hal. Keluarga, masa depan. Namun tidak untuk wanita."

"Kukira itu sangat menyebalkan."

Sekali lagi dia tertawa. Meraup air laut, mencipratkan ke wajahku. Sialan! Aku benar-benar tidak bisa menyentuh perasaannya sedikit pun.

"Mari berpikir lebih relevan, Ans. Tentang sebuah prinsip dan pilihan. Kau menikah, dan kau bahagia. Namun tidak semua orang bisa merasakan seperti yang kau alami. Beberapa pasangan memilih berpisah, kemudian saling mencari pengganti. Sisanya memilih meratapi nasib buruk, atau justru berakhir dengan mengenaskan. Biksu dan biarawati, mereka tidak menikah, dan mereka bahagia. Tidak bisa kau mengukur batas kebahagiaan orang lain dengan batas bahagia yang kau miliki. Setiap orang hidup dengan pemikiran yang berbeda, Ans. Kau telah banyak membaca sejarah, kau tahu yang terjadi dengan dunia."

Aku terdiam. Mungkin dia benar, benar-benar salah. Mengetuk hatinya dengan kepercayaan tentang pernikahan, percuma. Nyaris 29 tahun telah dihabiskan waktunya dengan tetap sendiri. Aku tahu dia pernah jatuh cinta, dan mungkin sudah melewati biduk manis pahitnya rumah tangga. Aku tahu seseorang pernah tinggal di hatinya. Hanya saja, dia benar-benar sudah menguburnya.

"Aku tidak paham, zam."

"Kau pura-pura tidak paham."
Jawabnya singkat,
Aku mengernyitkan dahi.

"Kau bilang setiap orang hidup dengan pemikirannya masing-masing. Aku tidak tahu seperti apa jalan pikiranmu ."

"Kau berpikir aku tidak mengenal cinta, bukan? Omong kosong, Ans. Aku menghormati ibuku, kau tahu dia seorang perempuan, kuhargai dia di atas segalanya. Aku mencintai saudari-saudariku, memberi mereka kasih sayang, perhatian dan bentuk perlindungan. Bagaimana bisa kau berpikir hatiku seperti batu yang keras? Kau berharap cinta kuhadirkan serupa tetes hujan."

"Itu cinta dalam hubungan yang berbeda, muzammil."

"Ya, Ans. Aku memilih tidak terikat dengan perempuan dalam hubungan pernikahan. Tidak ada yang melukaiku, aku tidak takut dilukai. Itu pilihan dan itu sah sah saja kan...?"

Aku tak ingin meneruskan bertanya. Sudah cukup lama aku mencoba mencerna, dan aku tetap kesulitan untuk paham. Ya, itu pilihannya, Aku bisa apa? Dia benar satu hal. Bahagia, adalah ketika kita bisa menikmati hidup dengan tidak merisaukan pengaruh dari orang lain. Dia menemukan bahagia dengan cara yang dia pilih sendiri. Aku tidak ingin mempertanyakan lagi. Biar bagaimanapun, dia pria yang baik..

"Aku berharap kau selalu bahagia, zam."

"Itu juga yang kuharap terjadi padamu, Ans Kau gadis kecil yang menyenangkan. Seseorang tidak boleh membuatmu bersedih."

Ya, pada akhirnya, kita adalah dalang untuk diri kita sendiri yang wayang.

.

-Siti Khopipah Aliskandar- @Kopians

Sabtu, 11 Agustus 2018

Muzam, kau mengagumkan..!!

Gemuruh angin kembali menelaah, mencoba menyusup ke sela jemari tanganku yang tengah digenggamnya.

" Oh ya,  Burung-burung yang terbang meninggalkan sarang itu, lalu ke mana mereka pulang ya zam?"

"Mungkin, Pada yang disayang."

"Mereka pengelana, sedang angkasa adalah jagat yang sangat jumawa."

"Cinta tidak pernah salah arah, bukan?"

Aku diam untuk beberapa waktu. Burung-burung yang kulihat tadi sudah jauh meninggi hanya tertinggal noktah kecil. Kami berjalan sedikit lambat, kupikir kita memang tidak buru-buru, biar saja menikmati pemandangan dulu. Aku senang berada di perjalanan, sebab selalu ada cerita di dalamnya yang dapat ku tulis seperti sekarang. Atau justru, dalam waktu singkat itu, kita menemukan banyak hal yang tidak kita temukan di waktu yang lain.

"Muzamm, menurutmu apa Burung juga punya cinta?"

Dia tertawa mendengar pertanyaanku yang makin tidak karuan. Pertanyaan bodoh yang sengaja kulontarkan untuk mengetahui seberapa jauh dia memahami cinta dan menjelaskannya. Aku pernah jatuh cinta, beberapa kali. Namun semua berakhir jadi mantan, bukan manten. Memang benar Kegagalan adalah jembatan yang akan mengantarmu pada pintu baru, begitu kata orang bijak, yang mungkin juga tengah patah hati ketika mengatakan itu.

"Semua yang hidup punya cinta, kopians"

"Aku tidak punya."

"Kalau begitu kau tidak hidup."

"Aku hidup Muzam..., dengar, aku bicara padamu."

"Jadi kau tidak tahu cinta itu letaknya di mana? Di sini, Labu."

Dia meletakkan telapak tangan di dada--hati--jiwa, begitu mungkin yang ingin dia sebut sembari menatapku dengan senyum lembut.

"Dengar ya Ans, Robot juga bergerak, dan kita menyebutnya hidup. Tapi dia tidak punya cinta. Dingin, beku, tanpa perasaan. Pembuatnya tidak bisa memasukkan cinta dalam tubuhnya sebagai penyempurna. Robot hanya hidup dan bergerak mengikuti arahan pembuatnya, sama seperti ketika kau menyalakan atau mematikan televisi."

Dia menambahkan lagi, kali ini dengan tersenyum terkembang.Jalanan selalu sepi sepanjang kebun-kebun sawit milik perusahaan ... entah aku lupa namanya. Agro Bukit, kalau tidak salah.

"Senang sepertinya menjadi robot ya zam?"

"Tapi dikendalikan bukanlah kesenanganmu. Kenapa tidak menjadi diri sendiri saja?"

"Kau pikir aku menjadi orang lain sekarang?"

Tak ada jawaban, kecuali suara musik yang mulai mengalun setelah dia memutarnya dengan volume sedikit keras. Welcome to My Paradise, lagu yang membuatnya ikut bersenandung dan mengacuhkanku beberapa waktu.

"Seperti apa rasanya jatuh cinta?"

Aku tanyakan setelah mengecilkan volume lagu, aku tidak suka berbincang-bincang dengan iringan musik kencang.

"Apa, kopians Aliskandar ?"

"Bagaimana rasanya jatuh cinta?"

Aku ulangi. Meski ku tahu dia bukan tidak mendengar atau kurang jelas dengan pertanyaanku barusan.

"Kau pernah patah hati?"

"Ya. Patah sekali malah."

"Seperti itu rasanya jatuh cinta. Jika kau sangat patah hati saat kehilangan seseorang yang kau sayang."

"Begitu?"

"Ans, hanya orang yang paling dekat dengan kita yang mampu melukai kita sangat dalam."

Aku tarik napas. Susah juga bicara dengan pria setengah baya sepertinya. Aku malah pengalaman, kalah teori dan praktik. Apalagi tentang cinta. Yang datang dan pergi seolah itu hanya persinggahan lalu, bukan benar-benar cinta. Yang kutangisi dalam kesedihan, itu juga sepertinya bukan cinta. Kebodohan! Berkali-kali jatuh cinta dan gagal, bukankah artinya telah berkali-kali pula aku salah memilih hati? Keledai saja tidak jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kali.

"Hmmm.. Aku tidak ingin membenarkan ucapanmu, zam."

"Hahaha. Tidak apa. Kau memang begitu sejak dulu. Keras kepala. Kebenaran tidak pernah diakui oleh bibirmu, meski hatimu sudah luluh sejak tadi."

"Aku suka dengan kepalaku yang batu. Itu membuatku sulit dipecahkan. Meski juga akan terlihat bodoh."

"Cobalah, Ans. Logika dan hatimu itu ajak bekerjasama agar sejalan. Sesuatu yang selaras akan terasa lebih nyaman."

"Kalau aku memejamkan mata sambil mendengar ucapanmu itu, aku pasti mengira diucapkan oleh pria berusia 70 tahun."

Dia tertawa lagi--lebih keras. Dalam beberapa hal dia mirip dengan ayah. Sikap bijaksananya selalu mengajarkanku pada kebaikan. Dia pandai menyampaikan nasihat dengan lembut, namun tajam mengena dan teringat seterusnya. Dia pembidik yang andal, tahu benar bagian mana dalam diriku yang harus diluluhkan. Seperti keras kepala dan sifat egois yang dia sebutkan tadi.

"Terimakasih telah menyamakanku dengan ayahmu. Itu artinya, aku sudah jauh sangat bijaksana, bukan?"

"Kalau itu membuatmu senang, akan kuiyakan."

Aku meraih novel di ranselku. hadiah dari kawan lama yang belum tuntas saya baca. Perjalanan masih kita nikmati. Aku tidak berniat menyambung percakapan. Mungkin aku  akan membaca, bab terakhir dalam novel itu telah menunggu.

"Apa judulnya ?"

"Ini novel klasik tentang seorang penulis dunia."

"Siapa?"

"Hemingway. Ernest Hemingway. Kehidupannya menarik untuk diulas. Sejak ia masih muda, menjadi tentara, ikut berperang, selamat dari tembakan, serta banyak lagi. Ini novel biography zam..."

"Dia pasti pernah jatuh cinta dan patah hati."

"Kamu Tahu dari mana?"

"Penulis besar selalu memulai cerita dari kehidupannya sendiri. Siapa nama kekasih yang membuatnya terluka?"

"Agnes von Kurowsky. Seorang perawat yang dicintainya, yang berniat ia nikahi sepulang dari perang. Namun terlambat karena Kurowsky telah lebih dulu menikah dengan pria lain."

"Bagian setelahnya adalah pergolakan batin. Iya, 'kan?"

"Hemingway seorang pecandu narkoba. Namun pada akhirnya dia menikah dengan Hadley Richardson beberapa tahun setelahnya. Meski pernikahannya berakhir perceraian."

"Ia selalu memikirkan cinta pertamanya, kurasa begitu. Siapa memangnya yang bisa melupakan cinta pertama?"

Aku buka acak halaman novel, kemudian berhenti ketika menemukan penggalan puisi yang ditulis Hemingway. Pada karya-karyanya, Hemingway lebih sering menulis cerpen atau karya ilmiah seperti essay. Hanya beberapa puisi yang pernah ditulisnya.

SAMUDERA MENGOMBAK DENGAN CINTA
MELANDA, MEMBELAI
MENGGOYANG-GOYANGKAN PERUTNYA YANG PENUH KASIH

"Hemingway memilih jalannya sendiri di akhir hayat. Menarik pelatuk pistol kesayangannya, menembus kepala. Ia bunuh diri pada tahun 1961."

Aku tutup novel tersebut. Merenung sejenak. Beberapa orang kesulitan menemukan jalan pulang, hingga kemudian memilih jalannya sendiri. Bahkan pria sehebat Hemingway? Tak kuasa menolaknya. Karena cinta, kah?
-
.


@Kopians

Kamis, 21 Juni 2018

Kopians 1 *Cahaya yang kembali datang*

Sejarah selalu berangkat dari sebuah kenangan. Kejadian di masa lalu yang kemudian diingat, disimpan untuk kembali dibuka jika rindu melanda. Setiap orang akan menjadi penulis bagi ceritanya masing-masing. Diabadikan dalam buku, diceritakan pada orang-orang terdekat. Seperti seseorang yang pernah mengisi hidup kita dengan warna yang ia bawa, Maka kenanglah sedalam napas yang kau hirup dan embuskan pelan.  barangkali seseorang itu akan menjadi seseorang yang kau sayangi sepenuh hati. Setelahnya.

"Muzam,, jangan pergi.. Aku kesepian.."

"Ais, aku mau bicara sesuatu.."

"Bicara apa..?"

"kalo kamu dewasa nanti, aku mau menikah sama kamu."

"Aku tidak mau, kamu jelek Dan usiamu terlalu jauh diatasku."

Kami tertawa dipinggir pesawahan, Mencari udara segar untuk menenangkan. Pedesaan memang selalu meninggalkan kesan yang mendalam. Tentang sungai-sungai, kerbau yang entah mengeluh atau tidak ketika dipaksa membajak sawah. Gema teriakan anak-anak bermain bola di lapangan, menaikkan layang-layang ketika musim terang, atau beradu kelereng dari jentikan jari-jari kecil di halaman. Bahagia itu sederhana, bagi dunia mereka yang tidak dirisaukan dengan apa pun.

Seketika kami terdiam.. lalu dia kembali membuka suara, mungkin Muzam sedang bergurau.

"Aku serius, Aisyah. Enam atau tujuh tahun lagi, kamu nikah sama aku, yaa? Aku mau menunggu kamu.."

"Hahaa Aku ini masih kecil Muzam... Tahun depan baru masuk kuliah . Aku juga belum paham betul apa itu pernikahan."

"Aku paham. Seperti Mbak Yanni yang menikah dengan Mas Akim. Terus mereka pakai baju bagus, duduk jejer ditonton banyak orang. Ada acara makan-makan sama hiburan. Kan rame, Ais."

"Hahahaa dasaar kau ini... Aku juga tahu kalo masalah itu."

"Terus kenapa?"

"Aku ingin jadi penulis besar dan keliling Indonesia. Mau sekolah yang tinggi dulu."

"Iya aku tahu. "

"Lagipula kamu juga harus fokus menyelesaikan Studymu Kan, jangan memikirkan hal-hal lain.."

"Itu yang pertama, yang keduanya aku mau menikah sama kamu"

"Hahaha kau ini.. ada-ada saja..
Sepertinya Berteman lebih asik Muzam.."

Sekali lagi kami tertawa untuk masa depan yang masih diterka-terka. Dunia remaja memang selalu menyenangkan dengan cerita-cerita tak terduga. Siapa pun pernah berada di sana, bukan? Sebelum waktu membawa kita pada kehidupan orang-orang dewasa yang lebih keras, dan kejam.

"Aku pamit ya, Aisyah.."

"Kamu mau meninggalkan aku?..  "

"Tidak aisyah. Tapi Aku kan harus pindah ke Surabaya, bapak ku pindah tugas kesana, Dan aku juga akan melanjutkan S2 disana.."

"Aku tidak punya teman lagi."

"Saat liburan aku pasti main ke sini. Kita kunjungi lagi tempat-tempat indah disini ."

"Aku tidak tahu. Aku sedih, aku takut kehilangan sosok kakak sekaligus sahabat seperti kamu Muzam.."

"Aku tidak akan hilang aisyah..."

"Kamu yakin..?"

"Ais.. suatu saat aku ingin menikah denganmu.."

"Aku tidak tahu... Suatu saat aku hanya ingin bertemu lagi."

Tahun-tahun kemudian bergerak, menggeliat, meninggalkan jejak masa lalu tentang harum kenangan dan pedesaan. Semua berubah, berganti dengan perasaan yang tidak bisa dimengerti, tapi hanya bisa dirasakan. Tentang perpisahan, kehilangan atas waktu yang panjang, kemudian takdir adalah musim yang melingkar begitu manis. Memeluk kita dengan penuh kejutan.

***

"Muzaaaam , ingat tidak ? dulu kita sering ke tempat ini?"

"Aku ingat, Aisyah.  Nyari buah ciplukan. Sekarang sudah tidak ada lagi pohonnya di sini."

"Ada, di tempat lain. Nanti kuberitahu."

Delapan tahun sudah berlalu. Kita  tumbuh sebagai manusia--dewasa. Dipertemukan kembali oleh keajaiban Tuhan. Untuk kembali bercerita, kembali mengenang--terkenang.

"Maaf, Muzam. Aku tidak bisa hadir di pernikahanmu. Waktu itu aku sedang tour ke lombok."

"Iya, kamu memang selalu sibuk."

"Ah, kamu juga sibuk terus, kan? Oh ya, anakmu sudah berapa muzam?"

"Satu. Laki-laki"

"Pasti Tampan Kan..?"

"Alhamdulilah aisyah... Saat ini dia lagi lucu-lucunya. "

"Kamu dulu janji akan sering jenguk aku saat liburan, mana? Dusta. Aku tahu kamu menikah juga dari Agung, katanya dia sekampus sama kamu waktu kuliah."

"Maaf, aku ingkar janji -_- ."

"Tidak apa-apa Muzam..   Yang penting sekarang aku tahu kamu baik-baik saja, dan tidak lupa dengan temanmu yang kesepian ini. Oh ya,  istrimu mana..? sehat?"

"Istriku sudah meninggal dunia setahun lalu, Ais.. . Ia Sakit."

Hening. Seperti ada sesuatu yang salah dari sebuah pertanyaan.

"Maaf, Muzam. Maaf, aku tidak tahu soal itu. Maaf, ya. Aku ikut berbela sungkawa."

"Sudah lama, Asiyah.  Aku sudah ikhlas. Sekarang tinggal fokus membesarkan anakku saja."

"Semoga kamu selalu sehat. Dan anakmu tumbuh menjadi anak yang kuat"

"Oh, ya. Kamu belum cerita. Anakmu sudah berapa? Kenalkan aku dengan suamimu. Bilang ke dia, kita ini sahabat sejak kau masih ingusan"

"Aku belum menikah muzam."

Muzam terdiam..

Manusia membuat rencana, kemudian sekuat tenaga berusaha mewujudkannya. Membangun tangga menuju tempat yang lebih tinggi, mengaitkan tali agar tidak jatuh tergelincir, kemudian membiarkan Tuhan menjadi sutradara dari semua naskah.

"Ais, saat kamu remaja dulu, aku selalu bilang. Aku ingin menikah denganmu setelah kamu dewasa nanti. Dan maaf, aku ingkar janji..

"Maksud kamu..?"

"Maafkan aku, aku tidak bisa  tepati apa yang sudah aku ucapkan padamu dulu. Aku menikah dengan wanita pilihan orangtuaku. Mungkin ini sudah takdir Dari  tuhan. Karena sekarang, saat bertemu denganmu lagi, ini seperti petunjuk Dari tuhan.."

"Petunjuk apa muzaam.."

"Ais.. apa sekarang kamu sudah memiliki pasangan?"

Aku terdiam..

"Jawab aisyah, kumohon.."

"Aku...aku masih sendiri.."

" Sekarang, bolehkah keinginanku waktu itu kuutarakan lagi? Aku ingin membuka lembaran baru bersamamu Asiyah.."

"Muzaaaaam, akuuuuu..."

"Aisyah Aliskandar, maukah kamu menikah denganku? Jadi istriku, jadi seseorang yang selalu mendukungku dalam suka, duka, denganmu aku ingin berbagi semuanya."

"Muzaaaaam, aku takut. Aku belum siap menjadi ibu Dari anakmu..."

"Beri aku kepercayaan aisyah. Aku bisa jadi sahabatmu, kekasihmu, aku akan membimbingmu untuk mengurusi anakku Dan anak-anak Kita nanti."

Cinta adalah sekumpulan waktu yang lama, lama, dan sangat lama. Ketulusan dan keberanian lahir dari keinginan yang kuat. Tentang harapan, Tuhan selalu tahu yang terbaik.

"Jangan tolak aku, Asiyah"

"Kenapa?"

"Nanti aku akan menyesal, Karena tidak bisa menepati janjiku."

"Gombaaal. Kamu terlalu jahat, pergi dalam waktu yang lama, tiba-tiba datang memintaku untukmenikah denganmu..

"Mau, ya?

"Mau apa ?"

"Jadi istriku."

"Iya."

"Iya, apa?"

"Aku mau jadi istrimu, ImaL Muzammil."
-

@Kopians -, Siti Khopipah Aliskandar

Rabu, 13 Juni 2018

STdW #EdisiTunduh😌

Aku kembali terdiam, lalu setelahnya mencoba membuka suara.

"Muzam.... Kapan aku pernah berlebihan dalam mencintai seseorang..?"

"Coba tanya pada hatimu sendiri. Mungkin seseorang yang pergi dari hidupmu, tetapi namanya masih melekat dalam hatimu."

"Sudahlah, yang lalu biarlah berlalu, Karena ketika aku melihatmu saat ini, rasa kehilangan itu seakan melenyap."

"Jangan jadikanku sebagai orang lain, aku tetaplah aku. Kejarlah seseorang itu. Aku tak punya hak untuk menahanmu tetap disini."

PUASA SAPOE DEUI, ALHAMDULILLAH.😂
LEBARAN JANGAN LUPA KE RUMAH Yaaa...😂
@Kopians🌿

Aku menghela nafas. Ingin rasanya mencibir. Ingin rasanya menerka.  tapi lidahku kelu. Ia bukan peramal atau cenayang yang bisa membaca pikiran dan masa depan. Tidak benar yang diucapkannya. Tidak benar-benar seperti itu. Mungkin seseorang memang pernah singgah sebentar, untuk kemudian pergi dan tak kembali..

Tidak..!! Hati juga bukan dermaga. hati  ada pintu, yang didalamnya menyimpan seluruh isi dunia. Tentu saja, ketuklah..!!  Sekali, seumur hidup menetap disana untuk seterusnya memeluk.

Selasa, 12 Juni 2018

True love for God (#STdW 46)

"Bukan cinta sejati namanya, jika cintanya manusia kepada manusia"

Perpustakaan sepi, tiap suara yang terdengar  seperti menggema di dinding. terpantul ke setiap deretan buku yang tersusun rapi di rak. Kami mencari buku tentang cinta, namun yang digambarkan tidak begitu dramatis. Adakah...?
Selalu yang terdengar adalah rindu atau kenangan yang berujung tangis. Pujangga senang melebihkan kata-kata , menyulap tiap huruf menjadi kata-kata yang rapuh.

"Kesejatian itu hanya cinta kepada Tuhan Ans.
Dan itu memang harus sampai mati."

Muzammil menambahkan lagi. Aku diam, masih sibuk dengan novel yang kubawa. Mungkin benar, cinta dunia fana hanya kesemuan. Kenapa harus ditebus dengan kematian yang tragis atau luka yang sangat tangis.

"Cintai manusia sewajarnya saja Ans. Jangan berlebihan, nanti tuhan cemburu."

Sekali lagi Muzam tersenyum, dan Aku masih  terdiam. Ini yang Kusuka dari Muzam, ia selalu menyadarkanku akan hal-hal yang seringkali kulupa. Ia punya banyak cara untuk membuatku selalu jatuh cinta.

Selasa, 22 Mei 2018

Biodata

Bogor 22 Mei 2018

Yth. Bapak/Ibu Rektor IPB
Di tempat

Dengan hormat
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Siti Khopipah Aliskandar
Tempat tanggal lahir : Bogor, 24 April 2000
Pendidikan terakhir : SMK Negeri 1 Leuwiliang
Program studi keahlian : Teknologi pengolahan hasil pertanian (TPHP)
Alamat : Kp. Kalong Jayamarni RT. 01/01 Desa Babakan Sadeng, Kec. Leuwisadeng, Kab.Bogor
Jenis kelamin : Perempuan
Nomor Hp : 085817862792 (WA)
085811241544
Email : Sitikhopipah68@gmail.com

Mengajukan pendaftaran 'Lamaran Jalur Ketua OSIS' sesuai dengan persyaratan yang ada saya lampirkan data berikut ini :
1. Sertifikat ketua OSIS resmi dan diketahui oleh Kepala Sekolah
2. Surat Lamaran dari siswa untuk ditujukan Rektor IPB
3. Fotocopy raport SMA IPA semester 1-5 yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah
4. Biodata dan kegiatan selama menjadi Ketua OSIS yang diketahui oleh Kepala Sekolah,
serta menyebutkan PROGRAM STUDI di IPB yang dituju
5. synopsis dengan tema kontribusi untuk pembangunan Indonesia di masa mendatang,









Data pribadi
Nama : Siti Khopipah Aliskandar
Nomor Induk siswa : 151610076
Tempat tanggal lahir : Bogor, 24 April 2000
Pendidikan terakhir : SMK Negeri 1 Leuwiliang
Program studi keahlian : Teknologi pengolahan hasil pertanian (TPHP)
Alamat : Kp. Kalong Jayamarni RT. 01/01 Desa Babakan Sadeng, Kec. Leuwisadeng, Kab.Bogor
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Nomor Hp : 085817862792 (WA)
085811241544
Email : Sitikhopipah68@gmail.com

Selasa, 08 Mei 2018

A day to remember SMKN 1 Leuwiliang

Barangkali perpisahan memang seperti lagu...
Tak pernah selesai ditulis pun ditangis..
Lalu hari ini kita berpura-pura membuat perdiangan..
Menghangatkan sepotong sepi agar tak dingin oleh kenangan..

Hari telah berlalu..
Dalam baris kata dan doa..
Terbawa lamunan yang jauh menelusuk jiwa...
Menebar harum dalam setiap makna..
Menciptakan senyum dalam setiap rasa..

Kini aku terjatuh..
Jatuh kedalam lembah duka yang penuh dengan kesedihan...
Rasa sedih yang memilukan, ketika kebersamaan harus putus di tengah jalan..

Kawan....
Bila hari ini kesedihan tak kunjung reda.
Kau boleh singgah diberanda,
Mungkin sekedar bersandar atau  kembali untuk bercerita...
Kawan...
Ingatkan aku tentang sebuah kebersamaan,
Rasa peduli yang membuatku nyaman hingga  akhirnya aku lupa arah jalan pulang..
Di depan jendela kayu, kita berebut saling rengkuh..
Kita saling berbicara, mendengarkan lalu setelahnya kita merasa utuh..

Kawan...
Aku menulis puisi ini sebelum tidur,
Karena tiba-tiba aku terkenang sesuatu..
Dulu kita pernah melakukan banyak hal..
Entah becanda bersama, berdoa bersama,
Lalu setelahnya mengurung ilmu dalam kelambu..
Apa hari ini kita masih bisa melakukannya..?
Dihari terakhir ini, apa yang bisa kita lakukan dengan bersama lagi..?
Tolong katakan, lalu ayo kita lakukan...

Kawan...
Aku mencintai kalian dalam puisi ini..
Seperti selembar kertas yang tak  ingin jauh dari bolpoinnya..
Disudut sekolah ini, segala kebersamaan kita menggema di dinding lapuk..
Ada yang lebih redup dari neon di atas flapon..
Yaitu rindu dalam ingatanku yang tertutup air mata..

Kawan...
A day to remember dan aku akan merindukanmu..
Ingatlah hari ini,, kenanglah moment ini..
Terssenyum dan berbanggalah..
Maka akan kukenang selalu..
Bahwa kita pernah melewati perpisahan tanpa kesedihan yang ambigu..

-' @Kopians

Sabtu, 05 Mei 2018

The Secret

Angin malam menembus jantung dan paruku, aku masih saja disini, dengan rasa penasaran yang semakin lama semakin memuncak.
Aku masih mencerna atas pertanyaan yang kau tanyakan pada temanku, seakan semuanya mengapung di udara.
'kenapa dia bisa mencintai saya , apa yang dia lihat dari diri saya.' katamu...

Kau tahu...? Saat mendengar itu, Aku hanya tertawa kecil. Pertanyaan bodoh memang dan rasanya ingin aku menjawab semua  pertanyaan basa-basi yang kau lontarkan itu.
Sepertinya memang kita harus bicara empat mata, untuk sekedar membicarakan kesalahpahaman yang konyol ini. Meskipun bagimu ini tidak penting, bahwa kau harus tahu, aku tidak pernah mencintaimu, aku hanya pernah mencintai sosok pria yang serupa denganmu, dan kini pria itu telah pergi, hilang dan takkan kembali.

Selasa, 01 Mei 2018

The Secret of Your Life

Seketika semuanya gelap, Aku kecewa, aku tak sanggup menerima semua kenyataan ini. Ingin rasanya ku menampar dan berteriak padanya, lalu ku katakan..
"Heey, aku sudah tahu siapa kamu, aku tahu statusmu, aku juga tahu mantan istrimu,  aku tahu keluargamu, aku tahu masalalumu, aku tahu kehidupanmu, dan  aku sudah tahu semua kebohonganmu. Kamu sudah membohongi semua orang, dan aku kecewa, tapi aku tidak benci. Aku hanya sedih, kenapa takdir ini begitu pahit. Selama ini aku menganggapmu sebagai sosok yang sangat kudamba, tapi nyatanya, itu yang sekarang membuatku hancur. Aku ingin kita bicara, berdua, tanpa orang lain tahu, karena bagiku ini sangat berat jika kusimpan sendiri."

Air mataku mengalir, ini seperti drama pada film-film kelas besar dan tak kusangka tiba-tiba saja hal itu menimpa pada kehidupanku. Aku kecewa, sangat kecewa, kenapa dari sekian banyak harap yang kususun, kini menjadi hilang dan membekas...

Mei, aku rindu seseorang..!!

Suatu ketika, kau bercerita tentang sungai, perahu, dan seseorang yang rindu. Selalu setelahnya adalah kesepian yang kelam—yang dihantar riak dengan sedikit gelombang. Kehidupan seperti parafin tersulut sumbu, setelah dinyalakan, ia terbakar, kemudian meleleh dan padam. Kita menamainya kehilangan. Kata yang paling sering ditulis dalam romansa usang. Bahkan ketika ia tak tahu kenapa ia sendirian, Pada satu musim di sebuah desa yang membuatnya mengenang banyak sekali cerita lama.
Kau tahu? Kenapa aku begitu menyukai biru? Karena ia begitu berani. Bukan merah yang diceritakan tentang darah, atau hitam yang adalah ketakutan pada ruang tanpa cahaya
Seperti langit yang tabah, yang tak pernah murung perihal cerah atau mendung. Tempat burung-burung belajar terbang, sebelum kembali melepas lelah pada sarang. Dari tanah lapang, kita melihat seseorang menerbangkan layang-layang, seolah bertaruh takdir pada angin dan sehelai benang. Di sanalah biru, yang begitu luas dan tinggi. Tentang harapan, cita-cita, dan juga mimpi.
Seperti laut yang dalam, tak pernah ia mengeluh perihal ombak yang marah, kapal-kapal berlayar di tubuhnya tanpa arah setelah ditinggalkan nahkoda yang bimbang langkah. Di sanalah biru, kita melihatnya begitu tangguh. Tentang ucapan selamat jalan yang selalu didengarnya dari sebuah pelabuhan. Terkadang, dua orang berpisah bahkan tanpa pelukan.
Mei di sini.  dingin terminal, dan derit bus tua yang mengantarku dalam sebuah perjalanan. Aku menulis surat ini di kursi nomor lima, di dekat seorang pria paruh baya yang mengenakan kaca mata. Ia mirip denganmu. Sesekali tersenyum, tak ada percakapan—sejak kita tahu yang bersama pun terkadang hanya kekosongan belaka. Tanpa basa basi atau kelakar kecil dari pertanyaan ‘akan ke mana’. Meski bukan kesepian daun-daun basah, sebab di luar sana hujan mungkin sedang menggumam.
Apa kabarmu? Masih kah berada di antara gelondongan kayu? Kulihat kau di sana—dulu. Berdiri, berjalan, berlari mengejar sesuatu. Cinta, kah? Atau meminjam sinar dari sebuah pagi yang malam pernah membuat buta. Barangkali saja, kau menyebut nama seseorang yang dari tangannya harapan itu merembaka. Lalu rindu diam-diam mengusik dan tak pernah lelap dalam buku-buku yang kau tulisi sajak.
Mei di sini. Barisan pohon-pohon getah, secangkir teh dan perempuan yang gugup ketika menulis sepucuk surat. Semoga kau tak membacanya sebagai huruf-huruf pucat
(suatu hari kita bercerita tentang bintang dan perempuan yang menunggu malam

@Kopians -, AM

Jumat, 13 April 2018

Surat Cinta untuk guru

Surat Cinta untuk guru...

Kutuliskan sebuah kenangan, tentang guru dan kawanku. Tentang apa yang membuatku sudah, bersyukur atas semua ini. Takkan habis sejuta lagu, menceritakan semua jasamu. Kan teramat panjang puisi, tuk ucapkan syukur kami.

Reff : Terimakasih kawan-kawanku,Terimakasih untuk guruku.  Karena telah kau beri, kisah dan ilmu dalam hidupku.

Aku pernah berfikir tentang, hidupku tanpa ada dirimu, dapatkah lebih indah dari yang kujalani sampai kini. Aku selalu bermimpi tentang, indah hari tua karenamu. Manggapai semua mimpi dan cita untuk masa depan.

Back to Reff

Selamat jalan kawan-kawanku, selamat tinggal para guruku, Aku yakin kita akan bertemu lagi.

Bila tahun berganti, sampai waktu terhenti. Meski renta usia kami, kau kan tetap di hati.

Back to Reff

Selamat jalan kawan-kawanku, selamat tinggal para guruku , aku yakin kita akan bertemu lagi.

Kamis, 12 April 2018

Aku pernah

*Bacakan aku satu puisi yang pernah kau tulis ketika merindukan seseorang.*

Ia terdiam, wajahnya bukan laut, namun terlihat surut. Andai ia pernah patah hati, lalu terluka dan dikenangnya begitu tajam. Ditariknya napas dalam-dalam, ia membuatku membayangkan banyak kejadian di dekat pelataran ini. Di bawah rumput-rumputnya, mungkin saja ia pernah menjadi kekasih yang terempas, yang mencinta tapi melepas. Lalu kehilangan terasa dilebih-lebihkan oleh puisi dan air mata.
----
Aku pernah....
menjadi rindu yang paling patah
ketika mencarimu
di antara sepinya Lembah Kahung
hingga hujan turun
dan luruh di tampuk sarunai

Aku pernah....
membelah jalan di kaki Segumbang
mencarimu hingga jauh
senyummu tenggelam di sana
di depa yang memecah Rumpiang

Sudahkah aku menjadi masa lalu?
cerita gerimis di Pantai Takisung
tentang kotamu
bersama kasturi dan musim banih
Kemudian di sinilah

tubuh lusuh ini kurebahkan
setelah kalah dihantam badai
sambil mengenang sisa hujan.
__
Seperti kudengar jantungnya berdetak lebih cepat. Memukul-mukul dadanya hingga menyuarakan gema yang nyaring. Tatapan sayu itu adalah keinginan yang rapuh. Seperti puisi yang dibacakannya di depanku, Sepanjang pelataran, sepanjang langkah yang menjatuh lusuh. Ia benar-benar patah.
***

Rabu, 11 April 2018

Kesan pesan Generasi 5

1. Nama : Aan Dianah
Kelas     : XII.TPHP.1
Alamat  : Kp. Cilame 2 Rt 02/07 Ds.Pabangbon Kec.Leuwiliang  Bogor
Kesan    :
All of the story in this school is over laugh,smile,love,happines,  and everything moments will be sad ending. But, I always be happy because have the time to know and meet you here oh my best friend , my teachers , my family
Pesan   :
Thankyou for making me to be a real human

2. Nama : Aep
Kelas : XII.TPHP.1
Alamat : Kp. Cilame 2, Rt. 02/07
Ds. pabangbon, kec.leuwiliang, kab. Bogor.
Kesan:
suka dan duka kita lewati bersama tanpa adanya persahabatan dan persaudaraan kita bukan apa-apa, bahwasanya d sini tidak ada mantan teman yg ada mantan musuh! Trimakasih SMKN 1 LEUWILIANG dan truslah berkarya!!
Pesan:
Teruslah berdo'a dan berusaha untuk meraih segala keinginan dan janganlah menjadi seseorang yg mudah menyerah sebelum berusaha!
Sukses terus keluarga besar SMKN 1 LEUWILIANG! SMK BISA!!!

3. Nama : Ahmad hafizd
     kelas  : XII.TPHP.1
  alamat  : Kp. Gunung Dahu, Rt 05/07, Ds. Bantar Karet, Kec. Nanggung, Kab. Bogor. kesan :
SMKN 1 Leuwiliang..??? memberikanku banyak cerita, kenangan dan yang pasti ilmu, kami bukan untuk pergi, tapi kami butuh melangkah untuk mencari jati diri.
Pesan :
teman! Ini bukan perpisahan tapi ini awal untuk kita melangkah menjadi orang sukses....

4. Nama : Aida sepianti
Kelas : XII.TPHP.1
Alamat : Kp.Pabangbon,Rt/Rw 06/09 Desa. pabangbon Kec.Leuwiliang Kab.Bogor
Kesan:
Menghabiskan tawa bersama teman dan kehilangan pulpen baru merupakan kesan saya😂
Pesan:
Semoga semakin baik untuk semuanya,dan untuk sahabat inget kita pernah seneng bareng dan tegang bareng❤

5. Nama    : Ajuk
Kelas   : XII (TPHP) 1
Alamat : Kp. Gunung Menir. Des. Pabangbon. Kec. Leuwiliang. Kab. Bogor. Prov. jawa barat. Negara Indonesia.
Kesan :
mungkin saya belum pernah membuat sekolah ini bangga terhadap saya,tetapi saya bangga pernah menjadi bagian dari sekolah ini.
Pesan :
Pesan buat kawan-kawan seperjuangan jika kalian ingin sukses berpikirlah seperti orang sukses, jika kalian ingin bahagia berpikirlah seperti orang bahagia.

6. Nama : Alpiyah
Kelas : XII.TPHP.1
Alamat : Kp. Kandang Sapi RT. 03/06 Desa Barengkok Kec. Leuwiliang Kab. Bogor.
Kesan :
Sekolah ini yang telah berhasil menghapuskan kesedihanku, dari awal masuk sekolah hingga sampai saat ini aku selalu merasakan kebahagian yang belum kudapat sebelumnya, yaitu suatu persahabatan dimana waktu kita habiskan bersama hanya nongkrong dikantin untuk ngegosip, ngejailin orang, ngekhayal, tidur dikelas berjamaah, bolos pelajaran, selfi selfi, tertawa gajelas tanpa malu dan menikmati senja di lobi sekolah dan pada akhirnya ngebuli gue dan guru pun ikut serta tapi gue tetep bahagia akan hal itu dan  sampai kapan pun takan pernah terlupakan masa masa putih abu.
Pesan : 
saya  berharap guru guru dan teman teman tidak menyesal bertemu saya yang selalu membuat kesal, dan juga terima kasih untuk guru yang telah sabar dan ikhas mengajari kita, dan saya berharap guru bisa  memaafkan kita yang sering membuat masalah dan untuk teman teman jangan lupa kita pernah konyol bareng.

7. Nama : Andriansyah
Kelas : XII.TPHP.1
Kesan :
Bangga pernah menjadi bagian dari keluarga besar SMKN 1 Leuwiliang.
Pesan :
Semoga SMKN 1 Leuwiliang dapat menciptakan generasi yang lebih aktif dan inovatif.

8. Nama : Anggi Nurohman
Kelas : XII.TPHP.1
Alamat : Kp. Angsana Pojok Rt.02/08. Ds. Cibeber 2, Kec. Leuwiliang, Kab. Bogor.
Kesan:
Setelah berakhirnya masa SMK yaitu masa dimana kita mulai menjadi mandiri yang lebih baik dari sebelumnya untuk hidup yang lebih berguna dan bermanfaat bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain agar bisa meraih asa dan cita-cita yang kita inginkan dan saya beruntung dan bangga dapat menuntut ilmu di SMK N 1 Leuwiliang
Pesan:
Buat teman-teman dan adik kelas INGAT!!! masa-masa SMK bukan merupakan puncak dari segalanya.
tetapi masa-masa SMK merupakan awal dari sebuah perjalanan hidup yang sesungguhnya baru akan kita mulai dari sekarang.. Good Luck...
SMK N 1 Leuwiliang bisa👍👍

9. Nama : Arda Haerunahwan
Kelas : XII.TPHP.1
Kesan :
terkesan ketika saya tidak masuk sekolah, guru-guru datang ke rumah saya..
Pesan : Semoga Angkatan selanjutnya lebih kompak dan saling menutupi satu sama lain..
Pak, Bu,. Maafkan saya jika sudah membuat kesal.

10. Nama : Arif Fadillah Alfarez
Kelas : XII.TPHP.1
Alamat : Citereup 1 kec. Leuwiliang-Bogor
Kesan :
saya bangga bisa bersekolah di smkn 1 leuwiliang. 3 tahun saya jalani masa skeolah yg tak luput dari hukuman tugas dan segalanya.
Pesan :
makin jaya smkn 1 lewiliang...

11. Nama : Asep Nurkholik
Kelas : XII.TPHP.1
Alamat : Kp.Cilanglubang Rt.01/03. Ds. Pabangbon, Kec. Leuwiliang, Kab. Bogor.
Kesan:
Tidak terasa sudah 3 tahun bersekolah di SMKN 1 Leuwiliang ini banyak hal yg tidak bisa di lupakan ketika kami canda tawa bareng sama teman teman.. saya minta maaf selama 3 tahun di sekolah ini saya tidak menuruti semua perkataan Bapak dan Ibu Guru.
Kau adalah pahlawan tanpa tanda jasa. jasamu akan selalu ku kenang selama hidupku.. terimakasih
Pesan:
Semoga SMKN 1 Leuwiliang ini bisa menjadi sekolah yg terus di kenal oleh banyak orang..

12. Nama : Depi
Kelas : XII.TPHP.1
Alamat : Kp.Gunung Dahu RT.05 RW.07 Desa Bantar karet Kec.Nanggung.Kab Bogor.
Kesan:
Sekolah ini dapat mengubah kepercayaan orang tua saya terhadap tujuan hidup saya dan sekolah ini pun bisa membuat saya lebih banyak pengalaman dari sebelumnya tidak tau tentang apa itu kegunaan makanan yang sehat dan tidak,dan pada akhirnya saya bisa mengenalnya dan membuat sendiri.
Pesan:
semoga sekolah ini terus berkembang dan maju,dan dapat mengembangkan kemampuan siswa siswi untuk menjadi siswa siswi yang kreatif dan pintar.

13. Nama : Dila Mayangsari
Kelas : XII.TPHP.1
Kesan :
Terkesan dengan kepedulian teman-teman yang dengan senang hati selalu mengingatkan saya ketika ada informasi apapun..
Pesan :
Kita pernah satu atap, kita pernah satu rasa, satu jiwa, maju terus sekolahku...

14. Nama: Fajar Permadi
Kelas: XII.TPHP.1
Alamat : Kp. Tamansari Rt.02/05 kec. Leuwiliang, kab. Bogor
Kesan:
menghabiskan waktu dengan orang orang gokil, dan saya bangga bisa menjadi siswa SMK NEGERI 1 LEUWILIANG.
Pesan:
Semoga SMK NEGERI 1 LEUWILIANG bisa menjadi Lebih maju, dan Jangan lupa bagi Anak Anak Kalau sudah sukses nanti.

15. Nama : Hermawan
Kelas : XII.TPHP.1
Kesan :
Waktu tidak bisa dihentikan, terimakasih untuk banyak hal. Kesan selama tiga tahun adalah hal yang sulit diungkapkan.
Pesan :
Jangan pernah lupa, bahwa kita pernah memakai almamater yang sama...

16. Nama : Irwansyah
Kelas : XII.TPHP.1
Alamat : Kp. Cibata Rt. 01/09
Ds. Barengkok, Kec. Leuwiliang, Kab. Bogor.
Kesan:
saya terkesan menikmati keheningan di pagi hari karna di pagi hari teman" yg lain belum datang dan itu takan terlupakan oleh saya,,
Pesan:
Seseorang yang bodoh kalah dengan seseorang yg pintar, tapi seseorang yg pintar itu, kalah dengan seseorang yg beruntung,,
  Tidak ada orang yang bodoh didunia ini yang ada hanya orang yang malas, tidak pernah bersyukur dan mudah putus asa

17. Nama : Linda Resdiana Putri
Alamat : Kp.Cibata , Rt 02/09 Ds.Barengkok Kec.Leuwiliang kab.Bogor
Kelas : XII.TPHP.1
Kesan :
Sekolah ini menjadikian kita Saudara , dari awal kita tak kenal , berujung menjadi sebuah Kekeluargaan yang harmonis. Menjalin Sebuah pertemanan yang erat karena solidaritas kita yang Selalu membantu, Menemani, menjaga nama baik, pribadi, sekolah, dan guru-guru. Menjadikan kita sebuah keluarga karena satu atapnya kita ❣
Pesan :
Tetap menjadi sekolah terbaik , Jaga Terus nama baik sekolah yang Kemilau , harmonis.

18. Nama : Lugi Napatalaya
       Kelas  : XII.TPHP.1
Alamat : Kp. Pasir Honje, Rt. 02/05. Ds. Cibeber 2 Kec. Leuwiliang, Kab. Bogor
Kesan :
saya bangga bisa sekolah di SMKN 1 Leuwiliang dan Karna Sekolah disini, Saya mengerti arti dari persahabatan.
Pesan:
Jangan sombong jika kalian sukses nanti dan jangan lupa pada teman sekolah satu angkatan karna pertemanan Itu gaada kata berpisah Intinya Jangan Pernah Lupa Sama saya Dan Yang Lain.

19. Nama : Meri cahyani
Kelas: XII.TPHP.1
Alamat : Kp. Legok Dadap rt 03/06 Ds. Leuwisadeng Kec. Leuwisadeng Kab. Bogor.
Kesan:
Banyak hal baru yang saya peroleh selama belajar di SMK awal dimulainya sedikit mengerti arti tentang kehidupan, persahabatan, ketulusan, dan cinta.
Pesan:
Nikmati hidup lo seperti saat lo menikmati indomie di kala hujan.

20. Nama : Mohamad Yusuf
    Kelas : XII.TPHP.1
Alamat : Kp. Cibata Rt. 02/09
Ds. Barengkok, Kec. Leuwiliang Kab. Bogor
Kesan:
Banyak kisah kasih yang indah saat masa sekolah
Pesan:
Semoga menjadi sekolah yg terbaik di kab bogor, buat adik adiku belajarlah dengan rajin dan jangan banyak bolos.
Terima Kasih Kepada Bapak/ Ibu Guru Atas Bimbingan Nya,Jasamu Akan ku Ingat Selalu..

21. Nama : Muhamad Sutisna
  Kelas  :  XII.TPHP.1 
Alamat : Kp. Cilame 2, Rt.02/07 Ds.pabangbon, Kec. Leuwiliang, Kab. Bogor
Kesan::
kebersamaan dengan teman-teman  adalah hal yg tidak bisa saya lupakan
Pesan:
tetap berjayalah SMKN 1 leuwiliang....

22. Nama : Muhammad Fajrul Priyadi
Alamat : Kp. sinar jaya Rt.02/01 Kec. Leuwiliang, Kab. Bogor
Kelas : XII.TPHP.1
Kesan :
saya bangga bisa bersekolah di SMK NEGERI yang satu-satunya ada dileuwiliang, karena banyak ilmu dan pengalaman yang dapat saya ambil untuk kedepannya terutama dalam pengolahan pangan
Pesan :
semoga smk negeri 1 leuwiang bisa menjadi sekolah favorit dan sekolah unggul dalam bidang apa pun.

23. Nama : Muhammad Fikri
Kelas : XII.TPHP.1
Nama    : Muhammad Fikri
kelas     : XII TPHP 1
Alamat  : Kp. Sadeng kolot , Leuwisadeng-Bogor.
Kesan :
ไม่มีอะไรที่ประทับใจมากไปกว่าเรื่องราวความรักที่อยู่เบื้องหลัง "PUTIH ABU-ABU"  #Good_in_goodbye
Pesan :
แม้ว่าเรื่องราวนี้จะผ่านไปแล้วแต่ให้ความทรงจำเรื่อง "PUTIH ABU-ABU" เป็นเรื่องราวที่คงอยู่​ในอนาคตและเป็นเรื่องราวที่ไม่มีวันลบเลือน (thai♥)
Walau kebersamaan ini akan segera berlalu.  namun biarlah "PUTIH ABU-ABU" menjadi sebuah kisah klasik dimasa depan, yang tak pernah terkikis waktu dan tak akan pudar di telan usia


24. Nama : Musa
Kelas : XII.TPHP.1
Alamat : Kp.Nangela Lebak, Rt. 02/08 Ds.Pabangbon Kec.Leuwiliang Kab.Bogor
Kesan :
Senang masa-masa Putih abu
Pesan :
Sukses dan maju ke depannya SMKN 1 Leuwiliang.

25. Nama : Nur Amallia
Kelas : XII.TPHP.1
Alamat : Kp.Tanjungsari Rt.01/10  Ds. Cibunian, Kec.Pamijahan, Kab. Bogor
Kesan :
White and grey period is the most beautiful moment. Many stories, memories, tragedies about happines, funny, sad, difficult gathered here,  in my second home SMKN 1 Leuwiliang..
Pesan :
Whatever hard your way of life,  keep your faith in goodness inside your heart..

26. Nama : Nuria santika
Kelas : XII.TPHP.1
Alamat : Kp.Cilame 02, Ds. Pabangbon Kec. Leuwiliang Kab.Bogor
Kesan :
Saya bukan apa-apa tanpa kalian semua dan tanpa guru Sayat tidak akan bisa seperti saat ini😉😉
Pesan :
Semoga SMKN 1 Leuwiliang menjadi sekolah favorit dan
berkualitas baik.

27. Nama : Odang Toni
Kelas : XII.TPHP.1
Kesan :
Putih abu bukanlah warna, melainkan satu momentum dimana para remaja bisa melewati banyak hal.
Pesan :
Kerja keras, kerja cerdas. Nikmati hari ini dan jangan pernah putus asa.

28. Nama : Puput Iswandini
Kelas : XII.TPHP.1
Alamat : Kp. Kandangsapi Rt.03/06 Ds. Barengkok, Kec. Leuwiliang Kab.bogor
Kesan :
saya bangga bisa bersekolah di smkn 1 leuwiliang. 3 tahun saya jalani masa skolah yg tak luput dari hukuman tugas dan sglasglanya haha. Apalagi ribut, becanda, rumpi, ngebuly orang adalah hal terunik bersama teman selama 3 tahun kita bersama tetap menjadii teman selama dskolah maupun diluar sekolah
Pesan :
makin jaya smkn1 leuwiliang mkin kompak makin makin makinn bisaa..
TERIMAKASIH IBUBAPA GURU ILMU NYAA..

29. Nama : Reza Armansyah
    Kelas : XII.TPHP.1  
   Alamat : Kp. Kebon teh Rt.01/06 Ds. Cibeber 2, kec.leuwiliang kab.bogor.  
Kesan :
Becanda dengan teman sekelas serta dengan guru adalah hal yg saya senangi . 
Pesan :
Jangan membanding bandingkan saya dengan yang lain karena saya punya pendirian sendiri .  SEMOGA GURU GURU DI SMKN 1 LEUWILANG TIDAK PERNAH MENGELUH UNTUK MEMBERI BIMBINGANGAN TERHADAP MURID MURIDNYA .

30. Nama : Sahrul
Kelas : XII.TPHP.1
Alamat : Kp. Pabangbon Rt 01/02  Ds. Pabangbon, Kec.leuwiliang kab.bogor
Kesan:
saya bangga sekolah di smkn 1 leuwiliang karna hanya ada 1 di kabupaten bogor.
Pesan:
semoga smkn1 leuwiliang makin maju dan berprestasi.

31. Nama : Selviah
Kelas : XII.TPHP.1
Alamat : Kp. Cilame 1, Ds. Pabangbon kec. Leuwiliang kab. Bogor
Kesan :
Sangat menyenangkan mengetahui wawasan yang lebih luas pola pikir yang jernih serta masa depan yang terarah.
Pesan :
Semoga sekolah ini bisa lebih maju dan bisa berkembang lebih baik lagi kedepannya.

32. Nama      : Siti Aminah
Kelas       :   XII.TPHP.1
Alamat    : Kp. Kandang Sapi Rt 002/001 Desa Leuwimekar Kec. Leuwiliang Kab. Bogor
Kesan :
Sungguh indah bisa mencari ilmu di SMK NEGERI LEUWILIANG, punya temen yang heboh, judes, ketawa bareng sama mereka, sedih bareng waw banyak lah kesan di SMKN1LEUWILIANG.
Pesan.    :
Semoga SMK NEGERI 1 LEUWILIANG bisa menjadi sekolah yang terkenal sampai ke luar negeri, menjadi sekolah yang paling keren di Kab. Bogor dan termasuk ke dalam sekolah" favorit di INDONESIA.

33. Nama : Solihat
Kelas : XII.TPHP.1
Alamat: Kp.Cilame 2, Rt.01/07 Ds. Pabangbon, kec.leuwiliang-Bogor.
Kesan:
saya bangga bisa sekolah di smkn 1 leuwiliang , saya bisa merasakan betapa pedulinya seorang guru kepada murid.
Pesan:
jangan pernah sia-siakan kesempatan yang kamu dapat , karena belum tentu kesempatan itu datang kembali untuk kedua kalinya.

34. Nama : Syahrul Muhtadin
  Kelas   : XII.TPHP.1
Alamat : Kp. Pasir Angin. Rt.14/04 Ds. Cemplang, Kec.Cibungbulang-Bogor
Kesan :
Saya Bahagia Dan Sangat Bangga Pernah Sekolah Di SMKN 1 LEUWILIANG Dan Saya Bangga Kepada Bapak Ibu Guru Yg Berusaha Sabar Mendidik Kita Walaupun Kita Banyak Bermasalah
Pesan:
Jangan Lupa Kita Pernah Susah Bareng Seneng Bareng Jadi Jangan Sombong Jika Kalian Sukses Nanti Karna Uang Tidak Segalanya Bagi Kita Tapi Sahabat Dan Teman Akan Selamanya Bersama Kita Ingat Itu.

35. Nama : Yuda Firmansyah
Kelas : XII.TPHP.1
Alamat : Kp. Pabangbon, Rt 01/02 Ds. Pabangbon kec.leuwiliang, kab.bogor..
Kesan:
sekolah di smkn1 lwliang mengajarkan saya apa arti kesolidaritasan persahabatan..
Pesan:
Mudah-mudahan angkatan 5 sukses amiiiin...

1. Nama : Ahmad Sadian
Kelas : XII.TPHP.2
Alamat : pondok kencana permai (PKP) jl kalimaya 3, blok B No 20 padasuka ciomas bogor.
Kesan :
Saya bangga bisa bersekolah d sini.
Di sini saya tau arti dari persahabatan, solidaritas, percintaan, kebersamaan tentunya ilmu pendidikan baik itu formal mau pun non formal.
PESAN :
Jaga tali silaturohim..☺

2. Nama : Akung
Kelas  : XII.TPHP.2
Alamat : Kp. Gunung Menir Rt. 01/05 Ds. Pabangbon, Kec.Leuwiliang Kab. Bogor
Kesan:
banyak kenangan yang indah yang tidak bisa di lupakan, nongkrong bareng, dan banyak lagi hal-hal yang kita lalui bersama teman-teman.
Pesan:
mudah-mudahan smkn 1 leuwiliang kedepannya lebih maju lagi
Amiiin....

3. Nama  : Alawiah
Kelas : XII.TPHP.2
Alamat : Kp.Cilame 2. Rt.01/07. Ds. Pabangbon, Kec.Leuwiliang Kab.Bogor.
Kesan :
Masa SMK adalah masa yang paling indah,gokil,bahagia,sedih,di mana masa yang tak akan pernah ku lupakan.
Pesan :
Buat adikku lanjutkan yang baik tinggalkan yang buruk,terus lah memandang kedepan dan janganlah menoleh kebelakang. buat Guruku makasih atas semua jasa dan baktimu selama ini💞semoga SMKN 1 LEUWILIANG bisa menciptakan generasi generasi penerus bangsa yang hebat.
Amin.

4. Nama : Amih
Kelas : XII.TPHP.2
Alamat : Kp. Legok Gintung Rt.04/05, Leuwiliang, Bogor
Kesan :
Saya mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan teman-teman yang merasakan manis dan pahitnya kebersamaan kita.
Pesan :
Semoga SMK SEJAHTERA bisa lebih maju dan lebih bermanfaat mendapatkan ilmu juga tidak lepas tali persaudaraan kita bersama. TEMAN JANGAN LUPAKAN KAMI.

5. Nama : Anip A. Pratama
Kelas : XII.TPHP.2
Alamat : Kp.Angsana Pojok Rt.02/08 Ds. Cibeber 2, Kec.Leuwiliang Kab.Bogor
Kesan:
Tidak terasa udah 3 tahun bersekolah di SMKN 1 Leuwiliang ini banyak hal yg tidak bisa di lupakan ketika kami canda tawa bareng ama teman teman.. saya minta maaf selama 3 tahun di sekolah ini saya tidak menuruti semua perkataan Bapak dan Ibu Guru.
Kau adalah pahlawan tanpa tanda jasa jasamu akan selalu ku kenang selama hidupku..
Pesan:
Semoga SMKN 1 Leuwiliang ini bisa menjadi sekolah yg terus di kenal oleh banyak orang..

6. Nama : Asep Andrian
Kelas : XII.TPHP.2
Alamat : Kp.Angsana Pojok rt.03/08 Ds.cibeber 2, kec.leuwiling kab.bogor.
Kesan :
suara tongsis pak dimo adalah hal yang paling berkesan dan memoriable
Pesan :
semoga tongsis itu tetap abadi dan ditakuti oleh seluruh siswa

7. Nama : Dian Nurhasanah
Kelas : XII.TPHP.2
Alamat : Kp.Cilanglubang. Leuwiliang-Bogor
Kesan:
Tiada hal yg paling mengesankan selain kisah kasih disekolah
Pesan:
Semoga sekolah ini tetap mnjadi pintu gerbang untuk masa depan yang lebih cerah bagi para siswa dan siswinya.

8. Nama : Dicky maulana
Kelas : XII.TPHP.2
Alamat : Kp.Cibata Rt. 02/09 Ds. Barengkok Kec.Leuwiliang Kab.Bogor
Kesan :
saya bangga pernah sekolah di smkn 1 lewiliang, tapi saya benci dengan praturan yg ada!
Pesan :
Usahakan tidak sombong karena diatas langit masih ada langit.

9. Nama : Ecih
Kelas : XII.TPHP.2
Alamat: Kp. Legok Gintung Rt. 04/05
Kesan:
Selama bersekolah di smk saya mendapatkan ilmu yang bermanfaat saya senang sekolah di sinih selain guru-gurunya yang baik dan sabar membimbing kita, beliau juga tidak pernah bosan memberi kami motivasi yang bermanfaat.
Pesan:
semoga smk sejahtera semakin maju dan jaya lagi .


10. Nama  : Hidayat
Alamat : Kp. Cilame Rt. 02/06
Ds. Pabangbon,Leuwiliang.
Kesan :
saya bangga bisa menuntut ilmu di smkn1 leuwiliang.
Pesan :
Semoga kedepannya smkn1leuwiliang bisa lebih maju dan berprestasi,
Maafkan saya jika slama ini saya punya salah. Terimakasih ibu/bpk guru telah membimbing tanpa merasa lelah dan mengeluh.

11. Nama : Isep saputra
Kelas  : XII.TPHP.2
Alamat : Kp Angsana II Rt.04/07 Ds. Cibeber II, Kec.Leuwiliang Kab. Bogor
Kesan :
tidak ada kisah yang indah dan menyanangkan dalam hidup saya selain kisah pada saat bersekolah.
Kesan :
semoga menjadi sekolah terbaik dan terpaporit di kabupaten bogor,  Maju terus untuk SMKN 1 Leuwiliang.

12. Nama : Iwan Gumelar
Kelas  : XII.TPHP.2
Alamat : Kp Sinar karia baru Rt.02/13 Ds. Pabangbon, Kec.Leuwiliang Kab.Bogor
Kesan:
Banyak kisah yang indah dan menyenangkan saat brsekolah
Pesan:
Smkn 1 leuwiliang semoga menjadi sekolah yang terbaik di kab bogor,buat adiku belajarlah yang rajin dan jangan sampai mengecewakan orangtuamu dan gurumu.

13. Nama : Jejeh Nurdiansyah
Kelas : XII.TPHP.2
Alamat : Kp.pabangbon RT.01/02 Ds. pabangbon kec.leuwiliang kab bogor
Kesan:
putih abu yg telah membuat kita bersatu jgn lupakan masa itu dimana aku dan kamu mengucapkan I LOVE YOU
Pesan:
Sekolah itu harus seimbang nakal nya ada baiknya ada, kalo bisamah nakalnya duluan baiknya belakangan
Sukses terus untuk guru² SMKN 1Leuwuliang, terimakasih atas kesabaran yg telah di berikan dan ilmu yg telah bapa ibu ajarkan, dan semua itu tidak akan saya lupakan, dan suara tongsis yg selalu ada dalam ingatan.

14. Nama : Lilis
  Kelas  : XII.TPHP.2
Alamat : Kp.Cilame rt.02/06 Ds. Pabangbon kec. Leuwiliang kab.Bogor
Kesan:
Masa masa yang indah yang ga bisa di ulang kembali. Kebersamaan yang begitu hangat yang sulit untuk dilupakan
Pesan:
Tetap jaya sekolahku dan sukses buat adik-adiku ukirlah prestasi di Smk kita tercinta. Smkn 1 leuwiliang.

15. Nama : Madsani
Kelas : XII.TPHP.2
Alamat : Kp Cilame 02, Ds. Pabangbon
Kec. Leuwiliang Kab.Bogor
Kesan :
Saya tak akan sampai ke titik kesuksesan ini tanpa kalian semua. karena dengan adanya kalian saya akan terus berjuang sampai sukses nanti.
Pesan :
Semoga anak2 bangsa bisa mengharumkan nama indonesia terutama SMKN 1LEUWILIANG bangkitkan lah negaramu dan agamamu,semoga kalian menjadi anak2 yang sukses..

16. Nama : Marlina tanjung
Kelas : XII.TPHP. 2
Alamat : Kp. Pasir pogor, Ds. pabangbon, kec.leuwiliang, kab.bogor
Kesan :
saya senang  bersekolah dismkn 1 leuwiliang, banyak hal yang tidak akan pernah saya lupakan, guru yang super sabar, temen yang super hebat, mereka semualah kenangan berharaga buat saya selama 3 tahun ini.
Pesan : semoga ditahun yang akan datang smkn 1 leuwiliang dapat menjadi lebih baik lagi dari yg sebelumnya😊

17. Nama : Mila Nurlaelasari
Kelas : XII.TPHP.2
Alamat : Kp.Legok dadap, Rt 01/06, Desa Leuwisadeng, Kec Leuwisadeng, Kab Bogor.
Kesan :
Hidup itu suka berubah-ubah bagaikan siang berubah jadi malam dan senang berubah jadi sedih. Pertemanan kita tidak akan musnah. walaupun kita berpisah tapi aku tidak akan melupakan kalian dan saat-saat kita di bangku sekolah.
Pesan :
Untuk adik-adik yang kucintai, janganlah kalian menyianyiakan saat-saat kalian ada di bangku sekolah. jadi anak-anak yang rajin dan ta'at kepada guru, karena kalau tiada guru pastilah kalian tidak akan pernah pintar.
TERIMAKASIH KEPADA BAPAK/IBU GURU ATAS SEMUA BIMBINGANNYA..

18. Nama : Muhamad Nur
Kelas : XII.TPHP.2
Alamat : Kp.Nangela lebak Rt 02/08 Ds. Pabangbon Kec.Leuwiliang Kab.Bogor
Kesan :
selama 3 tahun kita bersama melewati kisah yang indah. bersama telah kita lewati semua...😆 tanpa kalian aku tak bisa apa apa.... Dan berkat bpk/ibu guru tidak pernah kami lupakan jasa jasamu yang selama ini telah membimbing kami dengan penuh kesabaran....😞😞
Pesan :
Buat adik adik ku terus lah berprestasi dan jadikan sekolah kita menjadi sekolah terfavorit d seluruh provinsi...

19. Nama : Mukhlis
     Kelas : XII.TPHP.2
Alamat : Kp. Pasir honje 02/05
Ds. Cibeber 2 kec.leuwiliang-Bogor
Kesan: 
Karena putih abu saya tahu apa arti solidaritas
Pesan:
Jangan rindu karena rindu itu berat cukup aku aja yang merasakan rindu🤣

20. Nama : Nanang kosim
     Kelas  : Xll.TPHP.2
Alamat : Kp. Kandang sapi rt 02/06, Ds. berengkok, Kec. leuwilang-bogor.
Kesan :
Sekolah ini telah banyak memberikan pelajaran kepada saya.
Ini semua karena para guru yang selalu ada untuk membimbing saya. Selain itu, teman-teman juga sangat bermakna di hati saya. Tanpa mereka, saya bukanlah siapa-siapa. Saya yakin besok atau lusa saya akan sangat merindukan kebersamaan kita selama ini.
Pesan:
saya harap adik-adik kelas bisa menjadi pintaar. Dan saya minta jaga nama baik dan mengharumkan SMKN 1 LEWILIANG.

21. Nama : Neneng Mulyati
Kelas: XII TPHP 2
Alamat : Kp. Banara jaya II Rt 01/16  Desa Cibunian kec. Pamijahan kab. Bogor

Kesan : selama 3 tahun sekolah adalah rumah kedua saya. dengan jarak yang jauh, sama sekali tidak saya keluhkan pulang malam pun sudah saya rasakan, bahkan hujan, panas, dan debu, sudah menjadi teman saya😊.
Pesan : semoga sekolah SMKN 1 LEUWILIANG, lebih maju lagi, menjadi sekolah favorit, dan mendapatkan prestasi yang lebih tinggi. makasih guruku engkau telah memberikan jasamu, dan temanku makasih ngkau telah menemaniku.

22. Nama.  :Pipih Alpianti
Kelas : XII.TPHP.2
Alamat : Kp.cibata Rt 01/09 Ds. Barengkok Kec.Leuwiliang
Kesan :
Sekolah ini telah banyak memberikan pelajaran kepada saya, tanpa guru dan teman saya bukanlah siapa-siapa. saya yakin besok atau lusa saya akan sangat merindukan kebersamaan kita selama ini.🙁
Pesan :
Untuk guru-guruku tersayang,terima kasih atas segala jasa dan baktimu, halalkan ilmu-ilmu yang telah kau berikan kepadaku,semoga tuhan membalasmu dengan ganjaran yang berlipat ganda aminnnnnn .🙂

23. Nama : Rahmawati
Kelas : XII.TPHP.2
Alamat : Kp. Pamungguan Rt 05/05  Ds. Leuwisadeng Kec.Leuwisadeng-Bogor
Kesan:
Masa Smk adalah masa paling gila dan tidak bisa dilupakan, Masa smk masa dimna kita berjumpa sebuah keluarga kecil yg saling melengkapi satu sama lain
Pesan:
Maju terus sekolahku. Buat adek kelas, jangan lupa belajar dek, Nikmatin masa SMK kalian...


24. Nama: Rangga Darmawan
Kelas : XII.TPHP.2
Alamat : Kp. Cilame 02, rt 02/07,  Ds. Pabangbon, kec Leuwiliang kab Bogor
Kesan:
sekolah ini telah banyak memberikan pelajaran kepada saya, banyak kenangan yang takkan terlupakan.
Pesan:
untuk guruku, terimakasih atas segala jasa dan baktimu, saya tahu saya punya banyak salah, oleh karna itu maaf kan semua kesalahanku,
Teman-teman ku terima kasih juga atas kebersamaan kita selama ini, ku harap persaudaraan yg kita jalani selama tiga tahun ini tidak akan terputus.

25. Nama : Resha Ananda Ristiani
Alamat : Kp.Cibata, Rt. 01/09, Ds.Barengkok, kec.Leuwiliang, Kab.Bogor
Kelas : XII.TPHP.2
Kesan :
Penuh Nasihat terutama di Ruang BK(Bu nufus😘❤)
pesan :
Semoga SMKN1 LEUWILIANG sekolah yg penuh prestasi,Terutama untuk siswanya dan yang pasti untuk Ibu bapa guru support terus Untuk siswa yg mau Berlomba atau kegiatan yg lain.karna Support dari seorang guru merupakan kekuatan bagi siswanya. Dan semoga Siswanya gapada bandel²(amin).Maju terus SMK.SMK BISA👍🏼😁

26. Nama : Rijwan
Kelas : XII.TPHP.2
Alamat : Kp. Legok gintung Rt 01/04. Ds. Pabangbon kec. Leuwiliang Kab. Bogor.
Kesan :
Saya senang dan bangga bisa sekolah di SMKN 1Leuwiliang, karena guru-gurunya baik dan cantik-cantik.
Pesan :
Sukses selalu buat SMKN 1 Leuwiliang dan buat guru-guru harap sabar dalam menghadapi murud-murid yang bandel. Terimakasih...

27. Nama: Rike Handayani
Kelas : XII.TPHP.2
Alamat : Kp. Pamungguan rt 05/05.
Kesan:
Banyak hal indah yang terjadi di SMKN 1 Leuwiliang. Sekolah ini telah memberikan pengalaman untuk saya.
Pesan:
saya harap adik kelasku jadi siswa yang pintar dan patuh kepada guru.

28. Nama : Rini Hasanah
Kelas : XII.TPHP. 2
Alamat : Kp. Kandang Sapi Rt 02/01 Desa Leuwimekar Kec. Leuwiliang Kab. Bogor
Kesan : Kelas, dimana tempat kecil yang mempunyai sejuta kenangan yang banyak keributan,  Dimana Saya menjadi artis dadakan yang sering muncul didepan papan tulis, setiap hari selalu berurusan dengan orang AIDS (Alfa, Izin, Dikit² Sakit)😅. Bangga bisa sekolah di sinii💕
Pesan : Terima kasih guruku, dalam ajaranmu ada harapan, dalam tegurmu ada do'a, dalam marahmu ada sayang, dalam diammu ada kebijaksanaan.. Tetaplah berjaya, Mengabdi kepada Bangsa, tanpa tanda jasa💕
Sampai jumpa temanku, Jadilah seperti Air Hujan yang rela jatuh berkali-kali demi terciptanya sebuah Pelangi. Problem, Challenge? We can make You K.O and our be the winner!💕

29. Nama : Siti Khopipah Aliskandar (Ipok)
  Kelas : XII.TPHP.2
Alamat : Kp. Kalong jayamarni RT 01/01 Ds.Babakan Sadeng, Kec. Leuwisadeng-Bogor
Kesan :
Hal yang paling mengesankan itu Otel becanda jeng guru, ngopenan si alviah bari sekongkol jeng Fajrul and Irwansyah, mahugi permen ka pak imal, 😂 terus  sebelum pulang sekolah ngawangkong menikmati senja di Lobi sekolah..  bagi gue, itu adalah sebuah nikmat hidup yang takkan terulang.
Pesan :
Pesan untuk teman, jaga diri baik-baik, kalo nikah undang-undang gue yaa 😂gue pasti merindukan kalian semua. And for my school beloved, sebetulnya banyak doa dan harapan yang ingin saya sampaikan. But, Only one, semoga tahun-tahun selanjutnya banyak guru-guru muda yang ganteng, biar para siswi semangat belajar bin betah dikelas ...
I Love more Any more SMKN 1 Leuwiliang

30. Nama : Siti Yohana
Kelas : XII.TPHP.2
Alamat: Kp cibata
Kesan:
Ketika semua orang menjauhimu jangan berpikir dirimu orang yang paling aneh. karena yg terkucilkan tidak selalu d bawah.
Pesan:
tetaplah menjadi diri sendiri.

31. Nama : Tiwi Andini
Kelas : XII.TPHP.2
Alamat : Kp. Kandangsapi Rt.03/06 Ds.Barengkok kec. Leuwiliang,kab.Bogor
Kesan:
Tiada hari tanpa teman-teman😂,Tiada hari tanpa ngerumpi, ketawa gajelas, yanyi gajelas😂
Pesan:
Semoga SMKN 1 LEUWILIANG makin aman damai dan sejahtera😂😘❣ SMK Bisa✊

32. Nama : Usman
Kelas : XII.TPHP.2
Alamat : Kp.Nangela Lebak Ds.Pabangbon Kec.leuwiliang Kab.Bogor
Kesan:
Telat adalah hal yang sangat saya ingin hindari selama sekolah di Smkn 1 Leuwliang tapi sering saya lakukan
Pesan:
Manfaatkanlah fasilitas sekolah dengan sebaik-baiknya,karna tidak semua orang bisa sekolah/mengajar di sekolah bagus,sebagus Smk 1 Leuwliang....


Sabtu, 07 April 2018

Sajak Zam...


Aku mencintaimu dalam puisi ini
seperti potongan yang sengaja kau sisakan sebelum membawa seluruh isinya.
lalu kucoba rekatkan pada setiap kepingan yang bukan lagi peluk.
Disudut kamar ini, segala yang menggema tentangmu di dinding lapuk. ada yang lebih redup dari neon diatasi flapon yaitu gemerlap lampu kecil dalam ingatanku.
Sebagian kecil, kenangan kering yang menyala dilindapi bara ; nyalanya melumat sepi, hingga tuntas seluruh kelu jadi pelatu.
Aku mencintai bagian kecil dalam puisi ini Zam...
Seperti mengabadikan kepinganmu yang kusulut bersama rindu..

Leuwisadeng-Bogor, Sabtu 07 April 2018

Bersama kalutnya rindu, aku tertipu zam.

Aku sudah tahu rasanya kesepian yang sakit. Seperti angka  kalender yang harus dirobek tiap hari kemudian hilang berganti bulan.
Mungkin itulah kesedihan, lalu tanah yang sunyi menyembuhkanku perlahan.
Aku mencintaimu dalam puisi ini
seperti potongan yang sengaja kau sisakan sebelum membawa seluruh isinya.
lalu kucoba rekatkan pada setiap kepingan yang bukan lagi peluk.
Disudut kamar ini, segala yang menggema tentangmu di dinding lapuk. ada yang lebih redup dari neon diatasi flapon yaitu gemerlap lampu kecil dalam ingatanku.
Sebagian kecil, kenangan kering yang menyala dilindapi bara ; nyalanya melumat sepi, hingga tuntas seluruh kelu jadi pelatu.
Aku mencintai bagian kecil dalam puisi ini Zam...
Seperti mengabadikan kepinganmu yang kusulut bersama rindu..

Bersama kalutnya rindu, Aku tertipu.
             @Kopians

Leuwisadeng, 01 Maret 2019.

Selasa, 03 April 2018

Surat Terakhir Untuk Senja

Aku kunang-kunang dan dia senja.
Aku terang, dia gelap.
Aku hangat, dia dingin.
Aku terlena, dia mempesona.
Aku diam, dia bisu.
Aku tanda tanya, dia jawabnya.

Ini suratku yang entah ke berapa. Dengan tololnya aku menyelipkan surat ini, mengendap-ngendap berjalan menuju meja kerjanya. Tersenyum kecil walau hati menyimpan banyak tangis. Aku bergetar dan mimisan lalu berlari menuju kamar mandi sambil menahan rasa sakitnya.
     Dia sebut saja senja. Senja yang gelap dingin dan mempesona. Aku mencintainya lebih dari cinta romeo yang menjadikannya tersakiti lalu mati. Ini gila, diluar logika, tapi aku suka. Sudah lama aku menyimpannya, tapi dengan kenyataan yang sama aku tak pernah berani mengungkapkannya. Aku memilih diam dan memandangnya dari sini. Dari jarak dan tempat yang tak pernah dia pedulikan. Apakah perasaan cinta harus ditunjukkan..?
Apakah persaan yang telah lama kusimpan ini harus meluap dan menggenang..? Mungkin untuk sekedar Menghujani hadirnya yang selalu membuatnya kemarau..?  Atau hanya untuk membanjiri perasaannya yang kering...?

Aaaahh... Aku bisa apa.. Pak., kau tahu.?  Rambutku semakin rontok. Aku tak mampu lagi menelan makanan bahkan berbicara sekalipun terasa sulit. Jari-jariku melemah. Kakiku tak mampu lagi berjalan...
Tuhan.. Ini suratku yang terakhir untuk senja.
Tolong sampaikan pada senja, bahwa ada kunang-kunang yang ingin menerangi gelapnya. Sampaikan pada senja, bahwa ada kunang-kunang yang terlena akan pesonanya. Sampaikan pada senja, bahwa hingga terangnya meredup tadi dia masih ingin menjadi sesuatu yang akan senja suka, senja tahu dan senja cinta...
Tuhan. Terimakasih karena telah mencintaiku sejak aku tercipta sampai aku kembali kepangkuan_Mu. Aku bisa merasakan peluk dan kasih_Mu.
Dan untukmu senja.. Aku bisa memperhatikanmu dari sini, di tempat ini. Bahkan aku tahu, ketika kau membaca suratku yang terakhir, kau menjatuhkan bulir-bulir air mata dan kau tahu..? Itu pertama kali ku melihatmu menangis..
Senja...
Bisakah kau tidak menangisiku..? Kumohon..!!
Walau kita tak lagi saling bersentuhan, tapi aku masih bisa mencintaimu dengan jarak yang tak pernah kau bayangkan. Sekarang terbukti, bahwa aku benar-benar mencintaimu sampai mati  wahai senja yang gelap.
Ketika kau berhenti membaca surat ini, aku telah pergi bersama nafasmu yang berhembus..

Nymzm @Kopians

Leuwisadeng, Selasa 3 April 2018
    

Senin, 26 Maret 2018

Sedang Rindu❤

ada jam yang hampir menyentuh sepuluh malam , tidak banyak yang bisa aku lakukan di sisa-sisa kekuatan aku mengerjakan novelku, selain memikirkanmu.
Kita pernah duduk bersampingan sambil menunggu hujan reda, tidak ada yang bicara, hanya suara rintik hujan yang menyentuh atap. Aku tertidur dibahumu seakan tidak ada tempat yang lebih hangat selain bersandar di sana. Kamu punya daya dan upaya untuk membuat aku tenang. Kamu selalu tahu caranya mendiamkan iblis
dalam diriku, itulah mengapa aku begitu jatuh cinta pada malaikat sepertimu, si malaikat berwajah iblis yang memegangi buku cerita dengan  senyuman yang membunuh. Ah, aku rindu kamu.
   Beberapa hari  ini kamu pergi entah ke mana. Dan, sebagai yang tak kamu pedulikan  aku hanya mampu menunggu tanpa meminta. Sebagai yang tak berhak, aku hanya bisa menyebut namamu dalam doa panjangku. Sebagai perempuan yang tahu diri, aku cukup paham bahwa sikapmu ini tentu karena tidak ingin diganggu. Bolehkah aku jujur, jika aku sangat rindu pelukmu dan hanya ingin mendengar suaramu yang hanya satu sentimeter dari telingaku? Kamu tahu betul, begitu mudah cara membahagiakan aku. Karena kamu paham, aku tidak akan bersungut memintamu menempuh jarak puluhan kilometer hanya untuk bertemu
dan makan enak. Kamu tentu mengerti, aku tidak akan menuntut segalanya hanya agar kamu bisa
membuatku bahagia, dengan memelukmu dan dan melihat senyummu -- itu jauh dari kata cukup.
Tidak sulit untuk membuat aku bahagia,
    Kakak Sayang, tapi kamu menolak untuk melakukannya, seakan membuatku bahagia sesulit membuat seribu candi dalam satu malam.
Aku merindukanmu pelukmu dan merindukan suaramu, hanya itu yang aku tahu. Waktuku memang termakan untuk segala kewajiban, tapi kamu selalu hadir di sisa-sisa waktu yang aku
miliki. Bukan, bukan berarti kamu nomor sekian, aku hanya menempatkanmu di tempat yang
pantas untuk pria yang spesial, karena kamu pantas berada di sana. Tapi, mungkin, aku tidak pernah ada di mana-mana, pun di hatimu juga
otakmu, itupun juga aku maklumi, tidak pernah ada tempat untuk yang disembunyikan. Aku begitu percaya bahwa tidak pernah ada tempat
untukku, itupun aku percaya saat aku
memutuskan berpisah denganmu, tapi setiap aku menyerah-- kamu selalu memberiku kekuatan yang salah, kekuatan yang selalu merasa yang
kita lakukan ini benar, kekuatan yang membuat aku tidak menyalahkan siapapun juga tidak menyalahkan keadaan. Kamu selalu mampu
memberiku rasa percaya, bahwa ada bahagia di ujung jalan sana, meskipun yang aku rasakan;
kita hanya berjalan di tempat, tidak ke mana-mana.
     Sayang, kamu tahu kita tidak berpindah ke mana-mana, yang kamu tahu aku hanya perempuan yang jelas tidak akan menuntut apa-apa selain pelukmu yang mampu menghangatkannya. Kaka , kamu begitu paham, bahwa tidak akan ada kebahagiaan di antara kita, hanya kesenangan sesaat lalu kamu akan pergi tanpa jejak. Mungkin, bagimu, aku begitu lumrah untuk disakiti, lalu aku akan segera terobati dengan novel yang segera aku tulis setelah patah
hati. Maaf, Sayang, kamu salah besar. Perempuan tidak bisa kamu samakan dengan logika yang kamu gunakan, logika laki-laki.. Tapi, ada satu hal yang aku sesali,
mengapa ketika aku sudah memberikan segalanya, namun kamu hanya memberiku seperlunya.
Aku mencintaimu. Kamupun tahu itu. Namun, aku tidak akan jadi siapa-siapa bagimu. Kamupun tahu itu. Sebelum semua berakhir lagi dalam kata
pisah, bisakah kita habiskan sisa waktu yang kita punya hanya untuk membuatku bahagia dengan pelukmu? Aku tidak tahu daya magis apa yang
terkandung dalam pelukmu, di sana aku bisa menangis sejadi-jadinya, ataupun tertawa segila- gilanya. Hanya itu yang kurindukan, karena
seperti yang aku bilang, aku tidak hendak memintamu menempuh jarak puluhan kilometer hanya untuk sebuah pertemuan nyata.
Aku mencintaimu bagaimanapun dirimu. Aku tetap mencintaimu, meskipun ada asap beracun ditanganmu. Aku tetap mencintaimu,
walaupun kencan termewah yang pernah kita lakukan hanyalah makan Rice Bowl di Cibinong City Mall. Aku masih mencintaimu, meskipun
berhari-hari kamu tidak menghubungiku lebih dulu. Aku sungguh mencintaimu, meskipun
kamu selalu membuatku menunggu.
Kamupun mencintaiku pasti karena penuh dasar. Kamu masih mencintaiku, mencintai kekuatan
yang aku miliki untuk bersabar, bahkan saat puluhan temanmu mencaci aku dan melumuri aku dengan segala fitnah yang menyedihkan. Kamu mencintaiku karena aku tidak menuntut banyak hal darimu. Kamu mencintaiku karena
suaraku selalu berhasil membuatmu tidur, terutama jika aku memperdayai kamu dengan lagu Somewhere Over The Rainbow atau lagu Raisa yang berjudul Kali Kedua. Kamu mencintaiku karena kita berbeda dalam segala,
namun perbedaanku sepenuhnya mampu melengkapimu. Kamu mencintaiku, tentu karena
aku hanya mampu menangis dalam pelukmu, ketika kamu berkata sudah punya kekasih. Kamu mungkin semakin mencintaiku di hari itu, saat
berjam-jam aku hanya mampu menangis hingga mataku bengkak. Hari itu, mungkin duniamu
menggelap, karena pada akhirnya kamu menyadari, ada orang yang sungguh mencintaimu, namun gadis itu datang di waktu
yang salah.
  Aku adalah kesalahan yang ingin terus kamu ulang. Sementara kamu adalah kesalahan yang tidak ragu aku buat berkali-kali. Kita punya banyak kesamaan juga perbedaan, tapi perasaan yang memenuhi kita berdua mampu mengubah segala ledakan menjadi paduan suara termerdu
yang pernah kita dengar. Suaramu adalah nada sumbang kesukaanku, tetaplah begitu sampai Tuhan mengizinkan kita kembali bertemu.
Dan, di pukul delapan ini , sambil menunggu jam waktunya tidur, aku masih menyimpan harap-- bahwa kamu akan tiba-tiba muncul di
depan mataku, hanya untuk mengucapkan 'selamat Malam'; seperti seminggu   yang lalu. Kamu selalu tahu cara membuatku bahagia dan
tersenyum,  Aku mencintaimu. Hanya itu yang kutahu. Hanya itu yang bisa aku lakukan. Tetap ikut aturan mainmu. Tetap bahagia dalam rahasia
kita. Untuk pria bermata sendu,
yang menyediakan "tempat
persembunyian",
paling menyenangkan **********

Kamis, 22 Maret 2018

When dusk falls in your eyes

Barangkali, rindu memang seperti lagu. Tak pernah selesai ditulis pun ditangis. Lalu hari ini kita berpura-pura membuat perdiangan, menghangatkan sepotong  sepi agar tak dingin oleh kenangan. Kita kunjungi rumah-rumah puisi, kita sapu debu di rak-rak buku, lembar kisah yang menamping buram ngilu di masa lalu.
.
Aku bertemu dengan seseorang. ialah Muzam, Seorang pria tampan berkacamata. Ia berjalan menjauh dengan senyum yang mengembang disuatu petang. Kemudian kembali, namun tak sendiri.
Aisyah : "Aku senang bertemu denganmu dan bagiku ini kejutan dari tuhan. "
Muzam : "Tuhan itu baik Ais.... Akupun begitu, lalu Apa yang kau rasakan sekarang aisyah.?"
Aisyah : "Aku seperti kembali bertemu dengan seseorang. Seseorang yang pernah kucintai.. "
Muzam : "Siapa...? "
Aisyah : "kau tidak perlu tahu, karena bagiku bertemu denganmu saja adalah kebahagiaan yang tak bisa kuungkapkan. "
Muzam : "Mmmm.  Aku akan coba mengerti. "

Lalu kami berjalan berdampingan, menelusuri taman yang beralaskan aspal. Ada rasa dingin yang tak terbantahkan, kucoba menelaah, lalu kurasakan ada kehangatan yang menggenggam jemariku. Sebuah genggaman yang sangat kurindukan dan aku seperti kembali ke masa lalu..

Empat tahun lalu..
Ditempat yang berbeda aku pernah merasakan hal yang sama, sebuah kehangatan yang melekat dan menyatu dalam ingatan.
  Seorang pria, cukup tampan dan dewasa. Dia baik dan sopan, dia pria dewasa yang selalu menganggapku anak kecil kala itu.
Sebelum pergi, ia pernah bilang "Dek, jaga-jaga diri baik-baik ya.. Sekolah yang rajin, jangan terlalu percaya dengan kata-kata lelaki. Mereka semuanya sama."
Hanya itu yang kuingat dan setelah itu ia pergi untuk selamanya. 
.
Muzam : "Aisyaaaah... " panggilnya.
Aku tersentak dari lamunanku, kuperbaiki posisi jalanku, namun tangan itu masih menggenggam tanganku.
Muzam : "Apa yang sedang kau lamunkan? "
Matanya menatapku.
Aku mencoba tenang dan terus memandang ke depan..
Aisyah : "Aku..  Aku baik-baik saja zam.. Tak usah khawatir..  Aku hanya ingat sesuatu.. "
Seketika ada yang mengalir dari mataku. Entahlah.. Ada rasa sesak yang menyerang paruku. Tiba-tiba langkahnya terhenti.
Muzam : "Kenapa kau menangis..? Apa salahku..? Kumohon jangan membuatku bingung.. "
Aisyah : "boleh aku memelukmu..? "
Tanpa jawaban, muzam langsung memelukku. Erat sekali, ada ketenangan yang tak terelakan. Tak kupungkiri, aku sangat bahagia berada disampingnya. Aku takut kehilangan seseorang untuk yang kedua kalinya.

Keesokan harinya, Cuaca mulai cerah karena musim sebentar lagi berubah.  Bunga-bunga menunggu mekar,  pada summer juga harapan yang telah lama terpendar.

Cintaku yang disurga,  Aku tidak tahu sampai kapan aku bisa menganggap muzam seperti seharusnya, aku terlalu merindukanmu sampai aku lupa bahwa kau sudah pergi. Dan aku masih saja menganggap muzam adalah kamu.  bisikku dalam hati.
.
Pukul 16.50. Aku dan muzam berada dalam satu ruang. Seperti membicarakan jalan yang panjang. Sebuah lorong waktu yang akan mengembalikan  semuanya seperti semula.

Aku ingin bicarakan ini sejak awal padanya, tapi seakan semuanya terkunci. Aku seperti membohongi beberapa hati. Hatiku, hati muzam dan hati seseorang yang telah pergi.

Aisyah : "Zam...  Apa kau tahu? Selama ini yang kita jalani adalah kesalahan besar bagiju. Aku seperti sedang membawamu dalam kebohongan.. "
Ia terdiam. Seperti bingung dengan apa yang kukatakan. 
Muzam : "Kebohongan apa? Siapa yang berbohong.?  Aku merasa tidak pernah dibohongi oleh siapapun.  "
Aisyah : "Zaaam.. Apa kau sadar..?  Selama ini Kita  hanya bersama, tapi tak pernah tahu untuk apa. Kita berlari, lalu bertemu dan bersembunyi. Kita tidak saling menemukan, Muzam. Kita hanya melarikan diri. Maafkan aku, karena aku belum bisa menganggapmu sebagaimana harusnya. Kamu adalah kamu, dia adalah dia. Kalian adalah dua orang yang tak bisa saling menggantikan meskipun memiliki banyak kesamaan."
Muzam : "Dia siapa..?  Maksudmu seseorang yang sudah mati..? "
Aisyah : "zam kau tahu.. Dia adalah cinta pertamaku dan selama ini aku berada di sampingku hanya semata-mata aku menganggapmu adalah dia. Tidak lebih.. "
.
Muzam tertunduk. Ada rasa kecewa dari sudut matanya. Seketika airmataku kembali terjatuh. Dilihat dari sudut pandang manapun aku benar. Semua ini memang benar. Aku dan muzam hanya bersembunyi. Mencoba menjadi orang lain dalam persembunyian namun itu tak membuat bahagia.

Muzam : "Ais... Kau boleh menganggapku sebagai apapun. Aku rela, aku ikhlas. Asal jangan kau memintaku untuk meninggalkanmu.. Karena saat ini, aku seperti merasakan kebahagiaan yang pernah kurasakan dulu.. "
Aisyah : "Zam,,  kumohon..  ini sedikit sakit. Semuanya sudah selesai, ia sudah pergi dan aku tak ingin berdusta lagi."
.
Lalu aku beranjak dan pergi meninggalkannya.

#WhenDuskFallsInYourEyes

Sabtu, 17 Maret 2018

Sepanjang Perjalanan

Sepanjang apapun jalan di dunia ini, sebenarnya hanya sejauh yang kau lalui.
Jika kau bersama seseorang yang menyisir rambutmu ketika berantakan, ia adalah kekasih sebelum kehilangan.
Aku sudah tahu rasanya kesepian yang sakit. Seperti angka  kalender yang harus dirobek tiap hari kemudian hilang berganti bulan.
Mungkin itulah kesedihan, lalu tanah yang sunyi menyembuhkan perlahan.
Tempat diatasnya aku tak berdaya. Menunggu, betapa remuknya waktu. Orang-orang jahat tak pernah mati seperti yang mereka inginkan. Sebelum berakhir adalah airmata dan sendirian. Orang-orang baik juga demikian. Karena hidup ini hanya sejauh yang pernah kita jalani. Selebihnya begitu dingin seperti tanah yang sunyi.

Diantara kalutnya rindu, aku tertipu.
@Kopians

Sabtu, 03 Maret 2018

Sepanjang Perjalanan

Sepanjang apapun jalan di dunia ini, sebenarnya hanya sejauh yang kau lalui.
Jika kau bersama seseorang yang menyisir rambutmu ketika berantakan, ia adalah kekasih sebelum kehilangan.
Aku sudah tahu rasanya kesepian yang sakit. Seperti angka  kalender yang harus dirobek tiap hari kemudian hilang berganti bulan.
Mungkin itulah kesedihan, lalu tanah yang sunyi menyembuhkan perlahan.
Tempat diatasnya aku tak berdaya. Menunggu, betapa remuknya waktu. Orang-orang jahat tak pernah mati seperti yang mereka inginkan. Sebelum berakhir adalah airmata dan sendirian. Orang-orang baik juga demikian. Karena hidup ini hanya sejauh yang pernah kita jalani. Selebihnya begitu dingin seperti tanah yang sunyi.

Leuwisadeng, 24 Februari 2018

Diantara kalutnya rindu, aku tertipu.
@Kopians

Kamis, 01 Februari 2018

Lumpur Hitam

Belum juga masuk surga. Tuhan telah begitu pemurah, memperlihatkan seorang pangeran yang tampan dan bertanggung jawab. Pangeran yang putih bersih bernama Imal Muzammil.  Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
.
Maka tiada henti menangis pada Tuhan, merasa terlalu Agung anugrah yang dilimpahkan olehNya. Mengiba-iba pada Nya kiranya anugrah ini bukan bentuk *Istidraj*, bukan nikmat yang sejatinya azab. Dalam sujud dikeheningan malam kubisikan seribu Do'a dari ratapan jiwa. Doa Adam, doa ibrahim, doa ayyub, doa yaqub, doa Daud, doa sulaiman, doa zakariya, doa seribu nabi, doa seribu wali, doa seribu sufi, yang telah mereguk cinta Haqiqi dan melahirkan sejuta generasi *Rabbani*

Leuwisadeng, Bogor barat

Kamis, 25 Januari 2018

Selamat Ulang Tahun Fahri

Assalamualaikum fahri...
Apakabar?  Semoga fahri baik-baik saja ya.
Oh ya, selamat ukangtahun yang kesekian kalinya, semoga diusia fahri sekarang semakin berkah dan bermanfaat, semoga waktu yang fahri punya dapat bermanfaat bagi siapapun yang dekat dengan fahri, semoga usia fahri dipanjangkan dan selalu diberikan oleh Allah SWT.

Fahri, doa aisyah untuk fahri sangat sederhana. Semakin bertambahnya usia fahri ditahun ini, aisyah berdoa semoga fahri jadi ayah yang baik untuk dede bayi yang akan lahir, semoga fahri selalu jadi imam yang baik untuk keluarga kecil fahri, aisyah ingin fahri menjaga mereka sampai suatu saat tuhan memisahkan kalian. Aisyah ingin melihat fahri bahagia tanpa terkecuali, aisyah ingin fahri bisa membahagiakan mereka tanpa fahri harus tahu aisyah tersakiti atau tidak.

Fahri, mungkin tahun ini adalah tahun terakhir aisyah mengucapkan selamat ulangtahun pada fahri. Mungkin mulai dari hari ini aisyah tidak akan lagi mengingat tentang fahri. Aisyah tidak tahu, aisyah bisa atau tidak untuk melupakan segala tentang fahri. Aisyah terlalu lemah untuk tahu banyak hal tentang fahri, sementara sekarang fahri sudah bahagia dengan wanita yang fahri cintai.
Aisyah minta izin untuk pergi, aisyah akan pergi. Aisyah tidak akan lagi melihat fahri, aisyah tidak akan lagi mencari tahu tentang fahri dan fahri harus tepati janji fahri, karena setelah aisyah lulus fahri harus melepaskan aisyah, fahri harus membiarkan aisyah pergi. Fahri harus yakin bahwa aisyah juga bisa bahagia tanpa fahri disisi aisyah. Karena aisyah mencintai fahri tanpa fahri harus mencintai aisyah.

Fahri, aisyah mohon. Jangan takut dengan keadaan aisyah. Aisyah akan baik-baik saja jika fahri terus hidup dengan baik bersama keluarga fahri. Biarkan aisyah mencari jati diri, biarkan aisyah pergi. Aisyah yakin, allah telah menyiapkan satu orang pria yang akan menjaga aisyah. Sekarang Aisyah hanya ingin fahri mendoakan aisyah setulus-tulusnya.

Leuwisadeng, 25 Januari 2017

Aisyah❤fahri

Rabu, 10 Januari 2018

Cerita Tentangmu

Suatu kali, kamu pernah berujar “tuliskan
cerita tentangku!!!”. Maka detik ini kuputuskan
bercerita tentangmu. Tetapi, bolehkah aku
menyisipkan namaku disela-sela cerita
tentangmu? Karena bukankah dalam cerita
tentangmu yang aku ketahui, selalu ada aku
yang kemudian -meski tak berapa lama- pernah
menjadi ‘kita’?
Suatu kali, aku pernah menulis sebuah
cerita cinta nan mengharukan, lalu kamu
memaksaku untuk memasukkan namamu dalam
cerita itu. Kubilang “cerita ini tak pantas untuk
kauperankan. Lain waktu, akan kubuatkan cerita
tentangmu, dan akan kujadikan kamu tokoh
utamanya”.
Hari ini kutepati janjiku. Kujadikan
kamu tokoh utama dalam cerita ini, karena
bukankah sudah pernah kukatakan padamu,
sekali aku berjanji, maka pantang untuk
kuingkari.
Tentu kamu masih ingat awal kali kita
bertemu di sebuah senja yang memesona. Kala itu, aku tak berani menyapamu. Kupikir kamu adalah pribadi yang dingin dan mengerikan. Nyatanya, hari-hari berikutnya saat semesta mempertemukan kita lagi, baru kutahu, kamuadalah pribadi paling menyenangkan.
Kabar baiknya, sikapmu yang menyenangkan itu kutemukan setiap hari. Ya, setiap hari, karena Tuhan berbaik hati mempertemukan kita setiap hari.
Ah iya, masihkah kamu ingat saat semakin hari kita semakin akrab saja? Menghabiskan banyak waktu berdua. Berdua? Ah
tidak juga. Kita menghabiskan banyak waktu
bersama teman-teman yang lain juga. Tetapi
bagiku, asalkan ada kamu di dalamnya, maka
sempurnalah momen kita berdua, tak peduli
berapa pun banyaknya orang di sekitar kita.
Tetapi jangan salah, kita pernah memiliki momen yang hanya kita lewati berdua, bukan? Berkeliling terminal dengan sepeda motor sederhana misalnya, atau duduk berdua di taman sambil berceritangalor-ngidul diiringi tawa renyahmu, dan aku dengan takzimnya mendengar celotehmu yang
nyaring itu.
Iya. Aku kerap kali mengomentari
suaramu yang menggema  itu. Aku meledekmu, hingga rahangmu terlihat menarik. Tetapi mungkin saja pipimu akan lebih bersemu merah andainya kamu tahu, bahwa dibalik ejekanku atas suaramu, sebenarnya aku selalu merindukan suaramu itu, meski aku tak pernah mengatakannya terang-terangan.

Kuputar berkali-kali voice note yang kaukirimkan di smartphone milikkku, hanya agar rasa rindu akan suaramu berkurang. Aku tatap berkali-kali fotomu yg tersampir senyum tipis, hanya agar terobati rindu lantaran dua-tiga hari tak bertemu.
Aku selalu menanti senyummu, tatapmu, tawa
renyahmu, bahkan teriakan jenakamu yang
kadangkala mengagetkanku. Bagaimana
mungkin aku tidak mencintai senyummu itu,
matamu itu. Semuanya. Bagaimana mungkin aku bisa lupa???  hari-hari terbaik yang telah kujalani bersamamu.

Sayangnya, saat menulis ini aku sudah
tak pernah lagi bertemu denganmu. Ya, kamu
memang harus secepatnya pergi. Tidak hanya
pergi dariku, tetapi juga pergi dari semua
kenangan-kenangan kita. Kenangan yang telah
terukir manis dan tersimpan dalam entah berapa gigabyte besarnya di otak kita masing-masing.
Apalagi penyebabnya kalau bukan karena dia. Dia yang akhirnya kau pilih, ah maksudku dia yang akhirnya memilihmu, dan lantas kau
menerimanya tanpa bertanya dahulu padaku
dengan pertanyaan semisal ; apakah aku akan
baik-baik saja jika akhirnya kamu menerima dia? Atau pertanyaan lain, apakah aku tidak terluka dengan keputusan yang kamu ambil. Tetapi kau selalu benar. Apa pentingnya meminta pendapatku. Memangnya aku ini siapa? Pacarmu?
Tentu saja bukan, kan? Karena setiap kali kita
jalan berdua dan setiap kali pula temanmu
bertanya, “ini siapa?” kau lantang menjawab,
“hanya adik”. Lagi-lagi kau selalu benar. Aku
memang hanya seorang adik perempuan  untukmu. Jika aku menginginkan lebih, bukankah aku harus menyatakan cinta terlebih dahulu? Dan sialnya, aku tak pernah sempat mengatakannya, hingga akhirnya dia datang tiba-tiba, mengambil alih semua perhatian dan waktumu. Sungguh aku takkan sempat, takkan pernah sempat.

Apakah aku membencimu? Tentu saja
tidak. Bagaimana mungkin aku bisa
membencimu, sedangkan tulisan ini saja kubuat untuk memenuhi janjiku; menulis cerita
tentangmu. Entah kenapa aku selalu ingin dan
selalu bahagia menepati janji kepadamu. Mungkin saja, menepati janji padamu adalah salah satu pekerjaan paling ringan yang bisa kulakukan meskipun sebenarnya aku selalu menjanjikan hal yang berat dan sulit untuk ditepati. Tetapi, saat mengucapkannya padamu, aku selalu bisa mewujudkannya. Walaupun kuakui, ada satu-dua janji yang belum kutepati, tetapi bukan karena aku tak bisa menepatinya. Lebih karena kau yang
tak lagi membutuhkannya ; janji tentang membeli kemeja biru misalnya.

Jan,  Bagaimana mungkin aku membencimu
meskipun kau meninggalkanku sendirian? Karena aku tahu, dan semoga dugaanku benar. Kau masih sering mencari tahu tentangku, bukan? Kau juga masih mengamati twitterku, facebook maupun blogku. Jika memang demikian, maka itu pula yang kulakukan. Diam-diam aku masih juga sering mengamati facebook, twitter dan instagrammu. Bahkan lebih dari itu, masih kusebut namamu dalam satu-dua kalimat doa yang kupanjatkan tiap malam.
Aku mengikhlaskan kepergianmu (jika
sekarang belum, setidaknya nanti pasti). Maka
tak usah khawatir berlebihan padaku. Bagiku,
kau tak ubahnya seperti tiket kereta api yang
hilang tepat saat kereta itu datang. Tak berapa
besar pengaruhnya bagiku, hanya sedikit
mengubah jadwal perjalanan hidupku. Perjalanan hidup untuk menemukan jiwa indah yang dengan bangga kusebut sebagai belahan jiwa.
Aku akan selalu menganggapmu spesial,
setidaknya sampai aku bertemu dengan
seseorang yang baru yang sama spesialnya
denganmu. Tetapi mungkinkah aku masih bisa
menemukannya? Pria dewasa berhati bening.
Kakak paling mengerti, sahabat paling peduli, kawan paling menyenangkan dan calon suami paling ideal untuk Wanita hebat manapun.
Kamu adalah pria tak lazim yang
pernah kukenal. Kamu dengan ketampanan yg
kau punya, dengan segala kelebihan yang
kaumiliki, seharusnya kamu bisa bersikap seperti pria  lain, tebar pesona di mana-mana, memilih bergaul dengan pria lain yang sama high class-nya, atau wara-wiri ke tempat-tempat mewah nan eksklusif. Tetapi kamu, malah memilih tampil apa adanya, memilih tetap rendah hati tanpa sesenti pun kesombongan, selalu sederhana meski kesan pangeran terpancar jelas pada dirimu. Tanpa memandang kaya-miskin, tua-muda, asal-usul, Kamu mau bergaul dengan siapa saja, termasuk aku. Kamu selalu mau kuajak
ke tempat antah-berantah sekalipun.

08 Mei 2016, waktu itu saat semuanya hancur.