Kamis, 01 Februari 2018

Lumpur Hitam

Belum juga masuk surga. Tuhan telah begitu pemurah, memperlihatkan seorang pangeran yang tampan dan bertanggung jawab. Pangeran yang putih bersih bernama Imal Muzammil.  Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
.
Maka tiada henti menangis pada Tuhan, merasa terlalu Agung anugrah yang dilimpahkan olehNya. Mengiba-iba pada Nya kiranya anugrah ini bukan bentuk *Istidraj*, bukan nikmat yang sejatinya azab. Dalam sujud dikeheningan malam kubisikan seribu Do'a dari ratapan jiwa. Doa Adam, doa ibrahim, doa ayyub, doa yaqub, doa Daud, doa sulaiman, doa zakariya, doa seribu nabi, doa seribu wali, doa seribu sufi, yang telah mereguk cinta Haqiqi dan melahirkan sejuta generasi *Rabbani*

Leuwisadeng, Bogor barat