Kamis, 30 Januari 2020

pergimu melayukan rindu

Senja di halamanku tak lagi tumbuh bunga, Sejatinya pergimu telah melayukan kuncup- kuncup yang biasa mekar bersama rindu 
Akan kutemui kau nanti di ujung jalan sana, Di antara pecah aroma kopi dan kelam langit yang menua. Diantara adzan magrib yang menggema dan malam yang menyapa. Diantara hangatnya tehh manis dan dinginnya gerimis. Tuan, aku selalu mengerti dengan kata yang kau ucapkan. Aku selalu faham, bahwa rasa yang kau ungkapkan hanya sekedar ucapan. Aku tahu, bahwa kau tidak mencintaiku. Tapi tak bisakah kau mengerti bahwa aku menyayangkan semua yang ada dalam raga dan batinmu. Suatu hal dan  bahkan berbagai hal yang kau lakukan, Aku suka. Rasa lelah selalu mengalah karena rasa cinta yang terus meronta.  Meski kutahu cinta yang nyata tak akan pernah bisa untuk dipaksa. meskipun kau memberiku CINTA YANG SALAH aku tetap terima ~

Rabu, 29 Januari 2020

Aku adalah rumah untukmu pulang

Aku pernah menunggu seseorang di sini. Bertahun-tahun lalu. Menyaksikan burung-burung camar yang pulang, kapal-kapal bersiluet, hingga akhirnya senja benar-benar saga, kemudian matahari terbenam."

"Kau patah hati?"

"Tidak. Untuk apa?"

"Seseorang yang kau tunggu tak pernah tiba membawa debar atau kabar, bukan?"

Gadis itu terdiam, sebentar. Kemudian melangkah ke depan pembatas jembatan. Raut wajahnya keruh. Serupa sungai-sungai lumpur selepas hujan. Ada gamang di sana, tergambar jelas.

"Aku tidak patah hati untuk seorang pria."

"Lalu?"

"Aku hanya sedang terkenang."

. Kadang kita merindukan momen yang sama, di tempat yang sama, meski mungkin dengan orang yang berbeda.

"Apa bedanya? Kau tak pernah bisa lupa."

"Kenangan bukan seperti benang layang-layang. Saat kita merasa muak, kita bisa memotong benang tersebut, kemudian menyambung dengan rangkaian yang kita inginkan."

"Aku tidak paham. Kau sekarang bicara layaknya seorang pujangga."

"Kenangan itu seperti jalinan tikar, saling anyam saling silang. Tak bisa kita memisah sebagiannya saja. Semuanya terhubung serta saling terkait dengan masa lalu dan masa depan."

"Untuk apa? Kau menunggu seseorang, bertahun-tahun, dan kau kesepian. Seseorang yang kau tunggu entah di mana, juga barangkali dengan siapa."

Suara gemerisik kecil daun-daun kering yang terinjak kaki gadis itu ketika melangkah. Ia hanya tak ingin melebih-lebihkan perasaan. Jika ia pernah bertemu seseorang, kemudian berpisah, dipisah atau terpisah, bukankah itu lumrah?

Kehidupan seperti angka delapan yang di atasnya kereta melaju membawa kita. Pada titik tertentu, kita akan selalu sampai ke tempat semula. Sebuah rumah, misalnya. Dengan lengan yang terentang di ambang pintu, menunggu kita mendekat dan memeluk.

_____
Kepada hatimu, aku perahu yang tertambat

Jika aku pulang, adakah aku telah terlambat?

Senin, 27 Januari 2020

Hujan Tanpamu

The rain used to feel warm because it was with you, tonight's rain was so cold like your attitude received" ~

Rain is a time tunnel
bring past. Your whole heart makes my chest ache again
I miss the old you, who always makes me blush because of your poetry. I miss the war rhyme with you sir. With various themes, whether it's about dusk, about rain, and the evil of love. You're always bothering my secret to laugh happily, until you don't realize I've fallen into the 'love' you have. I forgot, the contrast that exists in us, can never complement each other. a matter of age, profession and taste. Everything I'm too cool with today. Allow me to take the following days and we can't possibly be together and it's obvious you will leave a scar. Deep wounds that are difficult to drain. It's raining tonight, reminds me of us. Um ... ask me who used to love you a lot. In your romantic poetry that you wrote for me. Maybe not ONLY for me but for everyone who admires you. And because of you, sir, I like rain. Rain is becoming my loyal friend now. He talked to me, said it was with you or without you I still DESIRE ~

Leuwiliang, Selasa 28 Januari 2020

Rabu, 22 Januari 2020

Long Distance Relationship


JarakJarak sejauh ini tak mampu membuat kita berbuat dan bergerak lebih banyak. Seakan-akan aku dan kamu tak punya ruang untuk saling
bersentuhan juga saling menatap. Rasanya menyakitkan jika keterbatasanku dan keterbatasanmu menjadi penyebab kita tak banyak tahu dan tak banyak bertemu. Setiap
hari, kita menahan rindu yang semakin
menggebu dan tak mereda. Inikah cara cinta menyiksa? Melalui jarak ratusan kilometer? Aku menghela napas, membayangkan jika kamu bisa terus berada di sampingku dan merasakan
yang juga kurasakan. Maka mungkin tak akan ada air mata ketika hanya tulisan dan suara yang bisa menguatkan kita. Maka tentu saja tak akan ada ucapan rindu berkali-kali yang terlontar dari bibir kita, ketika perasaan itu semakin membabibuta. Apakah yang kita pertahankan selama ini? Apakah yang kita andalkan sejauh ini? Sekuat apakah perasaan cinta kita? Menahan dan mempertahankan, dan kadangkala memicu pertengkaran. Tapi... itulah manisnya jarak, ia membuat kita saling menyadari, tak ada cinta tanpa luka, tak ada cinta tanpa rindu.
Sayang, apalah arti ratusan kilometer jika kita masih mengeja nama yang sama? Apakah arti jauhnya jarak jika aku dan kamu masih sangat mungkin mempertahankan semuanya? Kita
jarang saling bergenggaman tangan, jarang sekali berpelukan, dan sangat jarang saling berpandangan. Namun, percayalah, sayang, tak saling bersentuhan bukan berarti cinta kita punya banyak kekurangan. Apa yang kucari dan apa yang kamu cari? Tak ada, kita masih meraba-raba apa itu cinta dan bagaimana kekuatan itu bisa membuat kita bertahan. Rasa cemburu, rasa ragu, dan rasa
rindu sebenarnya adalah pemanis. Tidak ada hal yang sangat berat, jika kita melalui berdua; melewatinya bersama.
Selama bulan yang kita lihat masih sama, selama sinar matahari yang menyengat kulit kita masih sama hangatnya, maka pertemuanku dan kamu masih akan tetap terjadi. hanyalah sekadar angka, jika kita masih memperjuangkan cinta yang sama.
 •
Kafai & Kopians