Minggu, 07 Juni 2026

Tentang apa yang terjadi setelah anakku pergi ❤️‍🩹

Syaiban, anakku sayang. sampai sekarang mama masih sering bingung, sebenarnya rasa ini harus mama letakkan dimana. Terasa sakit, tapi tidak selalu bisa mama jelaskan. Kadang datang tiba-tiba, kadang diam terlalu lama, dan mama sering tidak tahu bagaimana cara meluapkannya. Mama tidak selalu bisa menangis, tidak selalu bisa bercerita, bahkan kadang, mama hanya diam... sambil menahan rasa rindu di dalam dada yang terasa sesak. Waktu memang berjalan dan semua terlihat baik-baik saja. Tapi di dalam hati mama, ada bagian yang tetap tinggal di hari itu. Kehilangan anak itu sakiiitt sekali, sampai mama bingung bagaimana cara menjelaskannya. 

Kadang mama melihat orang-orang disekitar mama, papamu, umi, bapak, serta orang-orang yang menyayangi mama dan tiba-tiba mama tersadar, suati hari mereka juga akan pergi, begitupun mama. Perasaan itu datang begitu saja, dan rasanya seperti kehilangan yang belum benar-benar terjadi, tapi sudah terasa di dalam hati. Mama jadi takut, takut kehilangan lagi. Takut merasakan hal yang sama, lagi dan lagi. Mama tau, di dunia memang tidak ada yang benar-benar tinggal. Tapi memahaminya di kepala, ternyata tidak membuat hati mama menjadi lebih siap.  


Setelah adek pergi, tidak ada lagi yang benar-benar sama. Suasana, kebiasaan, hingga cara mama memandang dunia pun ikut bergeser, Segalanya terasa berbeda. Hal hal yang dulu terasa mudah, tiba-tiba jadi jauh lebih berat. Kadang rasanya melelahkan sekali. Apalagi saat melihat hidup orang lain yang mempunyai anak yang lucu-lucu, sehat dan menggemaskan. Bukan iri, tapi sulit untuk berbohong kalau ada bagian dalam diri mama yang memang terasa kosong setelah adek pergi. Banyak hal yang mama pelajari setelah kehilangan itu. Tapi tidak ada satupun yang mengajarkan bagaimana cara melanjutkan hidup setelahnya. 


Adek, mama bukan sedang tidak bersyukur. Mama hanya rindu adek ❤️ Alfatihah...

Sabtu, 14 Maret 2026

Duka yang begitu panjang


 Untuk anakku yang meninggalkan bumi lebih dulu...

Maaf jika mama memelihara duka yang begitu panjang. Kepergian adek bukan sekedar kehilangan, ia seperti pintu yang tertutup pelan tanpa pernah meninggalkan kunci.  Orang-orang menyuruh mama ikhlas. Seolah rindu bisa dipendekkan seperti doa yang tergesa-gesa. Padahal setiap hari hanya membuat nama adek semakin berakar di dada mama. 

Setelah kehilangan yang besar itu, mama berdiri di tengah hari yang asing. Segalanya tetap berjalan seperti biasa, hanya dada mama saja yang tiba-tiba kehilangan arah pulang.   Orang-orang berkata semuanya hanya soal waktu. Seolah-olah luka tahu kapan akan selesai. Padahal yang sebenarnya terjadi, hanyalah mama belajar bernafas lagi di dada yang tak lagi utuh.

Katakan pada mama, setelah adek pergi bagaimana seharusnya mama hidup ?? Jika sebagian hati mama ikut terkubur bersama adek dan tidak pernah ikut kembali.

Jadi maaf nak, jika duka mama tidak pernah selesai. Barangkali beginilah bentuk cinta mama yang tersisa untuk adek. Tetap hidup di dunia sambil membawa rasa kehilangan seumur hidup mama

Senin, 26 Januari 2026

40 hari setelah kepergianmu 🥀

 

40 hari sudah mama kehilanganmu nak. Adek datang dihidup   mama tanpa disangka-sangka dan pulangpun tanpa mama sangka juga. Maafkan mama atas airmata yang tidak pernah selesai ini. Mungkin semua orang akan biasa saja setelah kepergian adek, tapi mama papa...tampaknya sampai saat ini hanya mama papa yang hancur dan selalu menangis ketika teringat adek. Tapi adek harus tau, Mama papa sudah sangat sabar dan ikhlas melepas kepergian adek, mama juga sudah bisa ketawa kenceng dan beraktivitas normal meski kadang airmata mama suka tiba-tiba jatuh kalo kangen adek heheee gak apa-apa ya nak..


Maaf ya nak, semenjak kepergian kamu mama selalu sibuk bertanya "kenapa harus adek yang diambil?" Padahal seharusnya mama banyak belajar untuk mengatakan "makasih ya allah udah pinjemin kamu untuk hidup dirahim mama dan lahir ke dunia ini untuk menyapa mama meski hanya sebentar". Harusnya mama bilang gitu kan ya nak. Mama sering lupa kalau semua yang mama punya di dunia hanya titipan. Termasuk hadirnya adek juga adalah titipan dari Allah buat mama. 

Awal-awal kehilangan adek, mama selalu menyalahkan diri mama bahwa dosa yang mama punya terlalu banyak sehingga allah marah sama mama dan mengambil kamu dari hidup mama. Tapi sekarang Mama pelan-pelan belajar nak, ternyata kehilangan itu bukan hukuman buat mama. Tapi cara Allah ngajak mama papa untuk sadar, kalau akhirnya semuanya ini tentang "Pulang". Mama papa juga akan menyusul adek, satu persatu, tinggal menunggu giliran saja. Jadi, adek tunggu mama disana ya sayang. 


Maaf ya nak.. makam adek masih berantakan karena rumputnya baru mama tanam. Nanti kalo sudah tumbuh hijau mama rapihin lagi ya sayang 🫶🏻