Sabtu, 29 Oktober 2022

Bersatu dalam Ikatan Cinta Pernikahan

Hai Suamiku... Tidak terasa Oktober Empat tahun lalu. Aku bertemu denganmu dan  menemanimu ketika kau benar-benar sedang terpuruk. Aku selalu ada di dekatmu untuk menjadi apa pun ketika itu. Kadang menjadi batu, aku diam dan bisu demi memberimu waktu untuk menangis. Sesekali kita pergi ke tempat jauh, tinggi, atau laut dengan pantai yang lengang. Aku dengarkan kau berteriak, menangis, memaki, menghujat, memanggil-manggil Tuhan, seakan ini tidak adil bagimu, karena ditahun yang sama Tuhan mengambil semuanya darimu, Ayah, Ibu dan Pekerjaanmu. kau seperti anak kecil yang kebingungan akan pulang. Bagaimana  perasaanku tidak merasa iba dan sedih. ada seseorang yang baru ku kenal tapi hidupnya amat sangat menyedihkan.  Aku membantumu bangun, membagi kekuatan, memberikan satu kakiku agar kau bisa berdiri dan kembali berjalan. Sayang, kala itu Aku bisa saja memilih pergi, tapi aku tidak ingin. Meninggalkan seseorang ketika ia tengah terjatuh, adalah tindakan pengecut. Berjalannya waktu, kau bangkit dari keterpurukan yang sangat kelam. Kau mulai menata diri dan kita sama-sama membangun jalan untuk masa depan. 

Suamiku.. Aku ikut bangga dengan perubahanmu. Dari rasa kasihan lambat laun aku tidak ingin kehilangan. Hingga pada akhirnya, kita sama-sama menuang perasaan dalam sebuah ikatan cinta. Tanpa kata namun dengan tindakan nyata. Seiring merangkaknya waktu, kita sadar bahwa kebersamaan ini tidak ada artinya tanpa adanya Ikatan Pernikahan. 

Kami menikah dengan perasaan sama-sama ingin memiliki. 

Lalu bagaimana dengan masalalu ?? 

Biarlah, semua itu hanya bunga-bunga kehidupan. 

Hening.



Senin, 25 Juli 2022

Hai, aku sudah menikah

 Hai zam, apakabar ? di syurga sedang musim apa ? saat ini tepat dihadapanku ada seorang pria yang  bertanggung jawab atas diriku. Iya zam, dia suamiku. aku sudah menikah. Kau pasti sudah tahu kan ? dia sangat baik zam, dia mampu menafkahiku lahir dan batin.  Semoga kau ikut merasakan kebahagiaanku di alam sana ya. 

Zam, apa kau masi ingat? Dulu, aku pernah bermimpi berada diposisi ini. menjadi seorang istri dari laki laki yang aku cintai, dan sekarang aku merasakan itu zam. meski terkadang sesekali aku sering teringat padamu. tapi kupikir itu tidak masalah. Kamu memang aku tempatkan di ruang yang bisa aku damaikan dengan suamiku. Dia sangat pengertian bukan ??

Zam, sekarang aku sedang di salah satu tempat yang sangat kusukai. dan kau pasti tahu ketika aku menulis sesuatu disini berarti aku tengah mengingatmu. Dia sedang tertidur zam, dia tampan sekali percis sepertimu. aku sangat mencintainya sama halnya aku juga selalu mencintaimu. 

salam untuk warga syurga yaa.. 

Oh ya, Aku sudah memperlihatkan wajahmu pada suamiku. Katanya, Kau sangat tampan. 

Selasa, 28 Juni 2022

Happy Engagement ❤️


 Ada banyak persimpangan jalan yang sudah kita lewati, mencari tempat tujuan dari satu jalan ke jalan yang lain. Kita sama sama pergi dari masalalu. Kau frustasi kala itu. Kau seperti mayat hidup yang takut akan dunia. Aku tengah mencari kepingan kebahagiaan yang hilang, akhirnya  kutemui kau  di ujung jalan sana, Di antara pecah aroma kopi dan kelam langit yang menua dan Diantara adzan magrib yang menggema dan malam yang menyapa. 

Sayang, Juni sebentar lagi berakhir dan kau semakin hidup di jantungku. Saat bertemu denganmu, aku tak pernah berfikir bahwa kita bisa berada di titik ini. Saling melabuhkan hati untuk menjadi pasangan suami istri. Setelah banyak hal yang kita lalui, akhirnya di bulan ini, kau datang bersama keluargamu untuk menghitbahku. Sayang, aku sangat bangga padamu, nampaknya duniapun begitu. Meskipun tanpa ibu dan ayah di sampingmu, tapi kamu bisa melalui semua ini dengan baik. 

Terimakasih sudah mau memperjuangkanku sampai titik ini. Selalu sabar dalam menyikapi masalah yang ada.  Semoga dilancarkan segala niat baik dan selalu ada dalam Ridho_nya :) 

Happy Engagement ❤️
Sunday, June | 19 | 2022


Sabtu, 30 April 2022

Mei.. Masih ingatkah aku ??

Hai Mei ... Sudah kubilang, kita tidak pernah saling meninggalkan, kita hanya telah saling melupakan, memuai perlahan.
Masih ingatkah aku Mei ? Semenjak kau pergi tahun lalu, Dunia menyuguhkan banyak cerita. Betapa sebenarnya aku sudah teramat lelah. Mengarungi waktu yang akupun tak tahu kapan akan berakhir. Dengan dada yang lapang, aku melahapnya tanpa jeda. Waktu yang rapuh itu, tak cukup mampu menahan luka yang kau tinggalkan. 

Bukankah terlampau lama aku terluka? Hingga bulan demi bulan seolah menutup dengan kisah-kisah baru. Kau benar mei, hatiku bukanlah batu. bukan sebatas mempunyai keinginan yang tumbuh dari rumah impian. Ternyata hatiku adalah jalan yang dipenuhi rintang. Lorong panjang tempatku memilih dan menetapkan seseorang. Aku menemukannya mei !!

Ada banyak yang ingin ku kunjungi bersamanya, ya bersama kekasihku !! hingga dari sana lahir ribuan cerita manis. langkahku sudah cukup jauh mei, dan sebentar lagi akan segera sampai. 
Jika suatu hari ada yang kemudian aku tulis, semoga kau simpan sebagai rindu yang panjang, tidak lagi ada airmata dan luka. Janjiku, hanya akan ada Jejak basah atas cinta yang saling membasuh.

Minggu, 24 April 2022

22 Tahun untukku 🍃


Hai diri...
Selamat ulang tahun yaa.  Di usia ke-22 ini, Harapku kau akan semakin tumbuh dewasa, produktif dan  menjadi manusia yang dihargai diberbagai kalangan. Setelah ini, akan ada banyak hal yang dihadapi. Jangan takut dan jangan ragu untuk maju. Kuharap, kau semakin pandai untuk menyelesaikan setiap masalah. Menangani setiap perselihan dan penilaian orang yang tiada habisnya. 
Panjang umur dan sehat selalu ya diri. Semoga segala bentuk keinginan dan harapanmu ditahun ini dapat tercapai. Aamiin...

Selasa, 22 Februari 2022

Selesai 🍂

Semilir angin merampas wajahku. kulihat bayangku tertutup daun kering di genang air sisa hujan tadi. Kulihat betapa menyedihkannya aku. Kita berjalan beriringan tapi tak saling menyentuh. Ada takdir yang tak bisa kita lawan. Yang Aku lawan pikirku !! Karena memang hanya aku yang ingin Melawati tembok itu.

"Menurutmu, Apa ada yang lebih sakit daripada ditinggalkan seseorang yang paling kamu sayangi, zam?" Sahutku sembari berjalan mengikuti langkah kakinya. 

"Tentu saja ada ais. Ada yang lebih sakit daripada itu." Sambutnya. Ia terus berjalan.

"Apa?" Tanyaku penasaran.

"Mencintai seseorang yang begitu dekat, tapi cinta yang selalu bertumbuh itu tidak pernah menyentuh dan menjamah. " Jelasnya. "Mungkin, Seperti awan yang selalu bersama-sama dengan langit. Mereka selalu bersama tapi awan tidak pernah bisa menyentuh langit." Lanjutnya.

Aku berjalan sedikit lebih cepat. Mensejajarkan langkahku dengannya. 

"Kamu benar zam. Mungkin Aku adalah awan itu dan kamu adalah Langit. Aku selalu melihatmu setiap hari, setiap saat. Tapi  tetap saja aku tidak akan pernah bisa menyentuh kehidupanmu. begitu bukan ??" Ucapku dengan tegas.
 Ia menatapku. Tajam sekali.

"Kita sudah membahas ini berulang kali Aisyah. Sudah 4 tahun dan kau masih bersikap seperti ini. Siapa yang mengajarimu untuk terus mengemis seperti ini." Jawabnya. 

" Tidak ada yang mengemis disini zam.  Tidak ada !! Aku tidak pernah mengemis apapun padamu. Aku tidak pernah mengemis kamu untuk membalas cintaku. Yang ku tahu, kau tak sejahat ini." Jawabku dengan nada tinggi. 
"Berulang kali juga, kita bertemu dengan aku yang selalu datang dan kemudian berpisah dengan kamu yang pergi. Kini kupikir, memang seharusnya aku yang pergi." Lanjutku.  Aku pergi meninggalkannya. Perkataannya cukup melukaiku. Dia tidak pernah sekasar ini.

"Aku sudah sepenuhnya pergi Ais. Aku sudah menikah. Harusnya kamu faham, kita tidak mungkin bersama,  Sangat tidak mungkin lagi untuk aku memilihmu Aisyah." Sahutnya. Aku mengentikan langkahku.

"Lalu kenapa kamu masih ada disini zam? Dihadapanku? Kenapa kamu masih saja meminta kita untuk berbicara? Ini membuatku semakin bodoh zam." Ucapku.

Ia menghampiriku. Selepas dingin menyergap, kelopak mata sayu ikut menatapku dingin.

"Hidup itu seperti lingkaran Ais. Suatu hari kau akan menganggapku sebagai musim yang tidak dirindukan daun kering." Ia memelukku dengan dada yang hangat. Ada yang terasa sesak disana, dadaku nampaknya. 

Karena aku sangat keras kepala dan tak cukup airmata untuk menangisi perpisahan ini. Maka kupilih tertawa dan bersikap baik baik saja. 

" Yaa, kupikir betul hidup ini seperti lingkaran. Yang lahir, hadir dan pergi." Jawabku dengan sedikit tertawa dan melepas pelukannya. 

" Yaa hidup ini memang lingkaran." 
 Ucapku membenarkan. 

"Aku harap kamu bisa memulai semuanya dengan dia yang sudah memilihmu. Aku yakin dia bisa menjagamu dengan baik Aisyah. Biarkan kita tetap terikat dengan tali persaudaraan. Takdir memang tidak ada yang tau." Jelasnya. Ada bulir air mata dipelupuk matanya. 

"Dan kuharap, semoga seseorang yang bersamamu sekarang bisa menjadi rumah yang nyaman untukmu zam. Tempat menunggumu pulang dari lelahnya perjalanan, tempatmu bercerita dan tempat ketika kamu mengeluh demam dan sakit kepala. Aku terlalu mencintaimu zam, hingga aku lupa diri ternyata selama ini aku hanya berperang dengan perasaanku sendiri. Namun sekarang aku sadar, sudah tidak ada yang bisa aku harapkan lagi." Ucapku.

"Semoga selalu bahagia. Terimakasih sudah mempertemukan aku dengan adikmu. Ini hadiah yang sangat indah." Ucapku lagi.

~~~~~~~~~~~

Kehidupan adalah menempatkan perasaan pada apa yang mudah dimengerti. Langit tidak pernah mengerti awan, perihal ia akan cerah atau hujan. Dan kini ada laut yang bersedia memberi dan menampung apa yang ingin dilakukan awan. Maka sudah sangat seharunya aku meninggalkanmu zam, dan memulai kisah baru dengan dia yang selalu mengerti dan mencintaiku.


~~~~~~~

"Oh ya, dalam jarak dekat aku akan menikah" bisikku.





Sabtu, 29 Januari 2022

Tak Terpilih

Tanganmu ternyata kecil sekali ya?"
"Aku kurus ya?"  aku mengangguk pelan.
'Entahlah apa yang membuatku tidak bisa mempunyai badan berisi." gumamnya. "mungkin pola makanmu tidak teratur." tuturku. "Bukan ais ! bukan itu. kurasa aku terlalu banyak beban pikiran hingga segala sesuatu yang kumakan tidak tercerna dengan baik."
aku tertawa. "hahaaaa apa urusannya. ada-ada saja kau ini." "Terkadang beban pikiran adalah hal yang menyita tenaga." jelasnya.. "jangan selalu mengkait-kaitkan hal yang gak masuk akal. tidak baik." lanjutku
 "Ah! Iya, mungkin." Jawabnya pendek sambil sibuk memasangkan gelang itu pada pergelangan tangannya.  

Hey, apa kabar? Sudah lama sekali aku tidak menulis tentangmu.  Duniamu sudah berubah ya. Sudah sulit untuk menebak hal apa saja yang sudah terjadi padamu beberapa waktu ini.  Dan, haruskah aku menerima kenyataan itu? sulit untuk menolak jatuh cinta padamu. karena bagiku matamu adalah cinta. suaramu adalah kehangatan bagi setiap telinga yang mendengarkan. Aku tidak tahu, tulisanku tentang kerinduanku terhadap tatapan matamu ternyata meraup perhatian dari banyak waktu. 

Aku belum bisa melupakanmu. sungguh! Aku selalu ingat caramu menatapku. Caramu mencuri perhatianku. Kerutan matamu yang aneh, namun tetap terlihat memesona dalam pandanganku. Hal-hal sederhana itu seakan-akan sengaja diciptakan untuk tidak dilupakan. Tolong buat aku lupa, karena aku tak lagi temukan cara terbaik untuk menghilangkan kamu dari pikiranku. Kita jarang punya kesempatan berbicara, berdua saja. Rasanya mustahil. Kamu dan aku berbeda, air dan api, dingin dan panas. Tapi, aku selalu ingat perkataanmu, "Hal yang mustahil di dunia ini hanyalah memakan kepala sendiri." dengan tangan gemetar aku mengirimkan pesan itu untukmu.

kamu menyuruhku untuk mencari penggantimu. Aku tertawa, bergelak kencang sekali. Lalu, setelah tawaku diam, kamu berikan alasan. Kamu ingin lihat aku bahagia dengan yang lain. Aku tertawa semakin geli, tapi mataku basah.  Kusambut saranmu dengan menyuruhmu juga mencari yang lain, agar aku bisa melepaskanmu dan melihatmu bahagia; meskipun kebahagiaanmu tidak lagi membutuhkanku.

Detik yang terlewati tanpamu adalah kesunyian yang merangkak pelan. Saat mencintaimu, di kepalaku  yang penting—kamu bahagia. Hingga akupun lupa, bahagiamu justru melukaimu. kamu pergi ! tepatnya bukan pergi. tapi dipisahkan takdir yang tak membersamai. pernikahanmu adalah mimpi buruk bagiku.

Selasa, 18 Januari 2022

Aku memang gila

Aku memang gila. seringkali aku berfikir. Suatu hari, kita akan sama sama bahagia. Meski tidak ditakdirkan bersama, kurasa bahagia bukan soal itu. Sederhana sekali. Bagiku, bahagia adalah saat aku bisa menerbangkan segala kesedihan, melihatmu tersenyum meski dengan yang lain. Barangkali, kita hanya catatan kemarin. Catatan cuaca yang terbawa angin. Juga gugur yang diabadikan musim. Bagimu aku hanya lusa, yang terlupakan, terhempas dan hilang. 
Begitulah aku dihidupmu.  Aku tidak pernah punya mimpi untuk singgah dihidupmu. Itu terlalu jauh. Aku hanya bayang-bayang. Takdir tak pernah memberikan ruang. 

Betapa bodohnya aku dulu, selalu dicaci maki oleh perasaan sendiri. Otakku seperti tak berfungsi, yang kutau aku sangat bahagia ketika melihatnya setiap pagi. Seperti ada harapan, bahwa suatu hari aku bisa menjadi teman hidupnya. Bahwa aku bisa menjadi satu satunya wanita yang membuatnya bahagia. 

Aku memang gila !! 

(Percakapan batin tiga tahun lalu, di saat aku sangat mencintainya)

Tapi tenang saja, kau tau ? sekarang aku sudah tidak gila. Sudah ada pria yang menyembuhkan kegilaanku. Pria yang mencintaiku. Pria yang menyadarkan ku bahwa aku sangatlah berharga. Pria yang selalu memprioritaskan dan pria yang tidak akan membiarkanku gila untuk kesekian kalinya. Dan sekarang, aku sangat mencintainya ❤️

Dan memang benar, suatu hari kita akan bahagia dengan hidup kita masing-masing. Terimakasih telah singgah !!

Sabtu, 01 Januari 2022

Hello 20👫 !!

Hai diri, tidak terasa ya waktu begitu cepat. Aku bangga, kamu sudah berusaha dengan keras, Melawati tekanan, cacian, perasaan dan pada akhirnya kamu harus berdamai dengan keadaan. Kamu tahu kamu rapuh, tapi kamu bisa melewati ini semua dengan baik. Kamu sudah jauh lebih dewasa sekarang. Sudah bukan gadis kecil lagi, Usiamu saja sudah akan menginjak angka 22. Tak disangka, kamu akan segera menikah. Aku terharu dengan setiap langkah yang kamu ambil pada tahun kemarin. Step by step rentetan keinginan sudah tercapai. Lebih semangat lagi ya, banyak goals yang harus dicapai di tahun ini. Do the best for everyone.