Sabtu, 29 Januari 2022

Tak Terpilih

Tanganmu ternyata kecil sekali ya?"
"Aku kurus ya?"  aku mengangguk pelan.
'Entahlah apa yang membuatku tidak bisa mempunyai badan berisi." gumamnya. "mungkin pola makanmu tidak teratur." tuturku. "Bukan ais ! bukan itu. kurasa aku terlalu banyak beban pikiran hingga segala sesuatu yang kumakan tidak tercerna dengan baik."
aku tertawa. "hahaaaa apa urusannya. ada-ada saja kau ini." "Terkadang beban pikiran adalah hal yang menyita tenaga." jelasnya.. "jangan selalu mengkait-kaitkan hal yang gak masuk akal. tidak baik." lanjutku
 "Ah! Iya, mungkin." Jawabnya pendek sambil sibuk memasangkan gelang itu pada pergelangan tangannya.  

Hey, apa kabar? Sudah lama sekali aku tidak menulis tentangmu.  Duniamu sudah berubah ya. Sudah sulit untuk menebak hal apa saja yang sudah terjadi padamu beberapa waktu ini.  Dan, haruskah aku menerima kenyataan itu? sulit untuk menolak jatuh cinta padamu. karena bagiku matamu adalah cinta. suaramu adalah kehangatan bagi setiap telinga yang mendengarkan. Aku tidak tahu, tulisanku tentang kerinduanku terhadap tatapan matamu ternyata meraup perhatian dari banyak waktu. 

Aku belum bisa melupakanmu. sungguh! Aku selalu ingat caramu menatapku. Caramu mencuri perhatianku. Kerutan matamu yang aneh, namun tetap terlihat memesona dalam pandanganku. Hal-hal sederhana itu seakan-akan sengaja diciptakan untuk tidak dilupakan. Tolong buat aku lupa, karena aku tak lagi temukan cara terbaik untuk menghilangkan kamu dari pikiranku. Kita jarang punya kesempatan berbicara, berdua saja. Rasanya mustahil. Kamu dan aku berbeda, air dan api, dingin dan panas. Tapi, aku selalu ingat perkataanmu, "Hal yang mustahil di dunia ini hanyalah memakan kepala sendiri." dengan tangan gemetar aku mengirimkan pesan itu untukmu.

kamu menyuruhku untuk mencari penggantimu. Aku tertawa, bergelak kencang sekali. Lalu, setelah tawaku diam, kamu berikan alasan. Kamu ingin lihat aku bahagia dengan yang lain. Aku tertawa semakin geli, tapi mataku basah.  Kusambut saranmu dengan menyuruhmu juga mencari yang lain, agar aku bisa melepaskanmu dan melihatmu bahagia; meskipun kebahagiaanmu tidak lagi membutuhkanku.

Detik yang terlewati tanpamu adalah kesunyian yang merangkak pelan. Saat mencintaimu, di kepalaku  yang penting—kamu bahagia. Hingga akupun lupa, bahagiamu justru melukaimu. kamu pergi ! tepatnya bukan pergi. tapi dipisahkan takdir yang tak membersamai. pernikahanmu adalah mimpi buruk bagiku.

Selasa, 18 Januari 2022

Aku memang gila

Aku memang gila. seringkali aku berfikir. Suatu hari, kita akan sama sama bahagia. Meski tidak ditakdirkan bersama, kurasa bahagia bukan soal itu. Sederhana sekali. Bagiku, bahagia adalah saat aku bisa menerbangkan segala kesedihan, melihatmu tersenyum meski dengan yang lain. Barangkali, kita hanya catatan kemarin. Catatan cuaca yang terbawa angin. Juga gugur yang diabadikan musim. Bagimu aku hanya lusa, yang terlupakan, terhempas dan hilang. 
Begitulah aku dihidupmu.  Aku tidak pernah punya mimpi untuk singgah dihidupmu. Itu terlalu jauh. Aku hanya bayang-bayang. Takdir tak pernah memberikan ruang. 

Betapa bodohnya aku dulu, selalu dicaci maki oleh perasaan sendiri. Otakku seperti tak berfungsi, yang kutau aku sangat bahagia ketika melihatnya setiap pagi. Seperti ada harapan, bahwa suatu hari aku bisa menjadi teman hidupnya. Bahwa aku bisa menjadi satu satunya wanita yang membuatnya bahagia. 

Aku memang gila !! 

(Percakapan batin tiga tahun lalu, di saat aku sangat mencintainya)

Tapi tenang saja, kau tau ? sekarang aku sudah tidak gila. Sudah ada pria yang menyembuhkan kegilaanku. Pria yang mencintaiku. Pria yang menyadarkan ku bahwa aku sangatlah berharga. Pria yang selalu memprioritaskan dan pria yang tidak akan membiarkanku gila untuk kesekian kalinya. Dan sekarang, aku sangat mencintainya ❤️

Dan memang benar, suatu hari kita akan bahagia dengan hidup kita masing-masing. Terimakasih telah singgah !!

Sabtu, 01 Januari 2022

Hello 20👫 !!

Hai diri, tidak terasa ya waktu begitu cepat. Aku bangga, kamu sudah berusaha dengan keras, Melawati tekanan, cacian, perasaan dan pada akhirnya kamu harus berdamai dengan keadaan. Kamu tahu kamu rapuh, tapi kamu bisa melewati ini semua dengan baik. Kamu sudah jauh lebih dewasa sekarang. Sudah bukan gadis kecil lagi, Usiamu saja sudah akan menginjak angka 22. Tak disangka, kamu akan segera menikah. Aku terharu dengan setiap langkah yang kamu ambil pada tahun kemarin. Step by step rentetan keinginan sudah tercapai. Lebih semangat lagi ya, banyak goals yang harus dicapai di tahun ini. Do the best for everyone.