Selasa, 26 Desember 2017

Grey SunFlower part41

*GSF* part41

"Sudah pulang? "
Aku dikejutkan oleh sosok imal yang sudah berada didepan rumahku. Aku mengusap mataku yang masih basah.
"Kamu?  Sudah lama? "
Aku duduk disebelahnya.
"Belum. Baru setengah jam yang lalu. Gimana agung? "
"Hah? Itu lama imal.
Dia sudah membaik. Dia hanya demam, kecapean mungkin. "
"Oooh.... "
"Kamu ngapain kesini? " tanyaku bingung. Bingung karena melihat wajahnya yang kusut. Seperti sedang marah dan kesal.
"Sejak kapan aku dilarang datang kerumah kamu? "
"Lhaaa gak gitu sayang. Kok kamu jawabnya ketus gitu sih?  Aku kan nanyanya baik-baik. "
"Karena ini yang pertama kalinya sejak kita pacaran, kamu bertanya untuk apa aku datang kerumah kamu. Biasanya kamu seneng banget aku datang kesini, memelukku, mengajakku masuk, mengajakku ketemu opa omamu, dan ini pertama kalinya kamu tidak melakukan hal yang sama. "
Aku langsung memegang tangannya.
"Iyaa... Maaf sayang. "
Dia menepis tanganku.
"Tampaknya kamu berubah sejak bertemu dengan agung. "
Dahiku mengkerut.
"Maksudmu? "
Imal berdiri tanpa melihat ke arahku.
"Tampaknya ada yang berubah dengan perasaanmu terhadap sahabatmu itu. "
"Imal, tolong!  Aku capek, aku tidak ingin berdebat. Tidak ada yang berubah dengan diriku. Aku masih aisyah yang sama, dengan ataupun tanpa agung."
"Enggak. Kamu bukan aisyah yang sama. Kamu berubah menjadi lebih periang dan lebih banyak lagi. Apa kamu tak menyadarinya? Tolong aisyah, jangan bohongi dirimu sendiri setelah tadi kamu membohongiku. "
"Membohongi kamu? Bohong apa? " tanyaku penasaran.

Imal berjalan menuju mobilnya. Dengan sigap aku menarik tangannya.
"Bohong apa imal? "
Ia menepis tanganku dengan kasar.
"Jangan pura-pura bodoh. Kamu bilang tadi kamu kerja. Padahal aku tahu kamu tidak masuk dan malah pergi ke tempat si agung itu kan? Sejak kapan kamu belajar berbohong aisyah? Sejak kapan? "
Sentaknya. Lalu ia masuk kedalam mobil dan menutup pintunya dengan keras.
Dia menyadarinya, dia menyadari perubahan dalam diriku. Pantas saja dia semarah itu. Yatuhan, apa yang harus kulakukan?
Aku tak bisa membiarkan ini terjadi. Aku masuk kedalam mobil dan langsung mengejarnya.  Mobilnya tak terlihat lagi. Aku menginjak gas lebih keras karena takut terjadi apa-apa dengannya. Hingga akhirnya aku melihat mobilnya terpangkir dipinggir sungai. Aku turun dan mencarinya. Kutemukan imal sedang duduk dipinggir sungai dengan menekuk kedua kakinya dan kepalanya tertunduk kebawah.
Aku memeluknya dari belakang.
"Sayang... Maaf. Maafkan aku. Kamu harus tahu, aku tidak berubah. Aku akui aku sangat senang bertemu lagi dengan kak agung. Dia sahabat baikku dan orang yang sangat mencintaiku. Aku akui perasaanku padanya sudah lebih dari sekedar sahabat. Tapi itu tidak mengubah apapun imal, aku masih asiyahmu. Aku tetap mencintaimu. Aku akan tetap berada disini, disamping kamu. "
Ia mengangkat wajahnya.
"Apa kamu yakin dengan perkataanmu? "
"Aku belum pernah seyakin ini sebelumnya. "
"Ais, masih ada kesempatan untukmu memilih. Aku rela kalau akhirnya kamu memilih dia dibanding aku. "
"Dan aku memilih kamu sayang.   "
Aku memeluk tubuhnya lebih erat lagi.

NEXT

Tidak ada komentar: