Minggu, 17 Desember 2017

Grey Sun Flower Part19

GSF part19
*
Malam itu kami duduk terdiam di bangku taman. Memandang bunga matahari yang seolah bersinar di gelapnya malam. Memandang lampu cantik yang ada di depan kami.
"Apa kamu tahu yang sekarang menguasai pikiranku?" tanya kak agung memecah kesunyian. Aku menggelengkan kepala.
"Kalau kamu mengenal aku lebih dulu daripada janwar, apakah mungkin kamu akan mencintai aku dan bukannya janwar?"
Aku menarik napas panjang.
"Siapapun Yang aku lihat terlebih dulu, aku tahu kalian berdua akan tetap menjadi dua orang yang terpenting dalam hidup ais. Janwar adalah Janwar. Kamu adalah kamu. Kalian tidak bisa saling menggantikan. Yang aku tahu sekarang, aku mau pergi untuk meraih citacita. Mengisi hidupmu aku yang kosong., menghapus kesedihan. Dan doakan aku kak.. Yang aku butuhkan sekarang hanyalah doa,  doa dari kakak, janwar dan ibu. Doa kalian.... Dan bunga matahari ini akan menjadi kekuatan aku."
Ia tertawa kecil.
"Iya pasti.. Tanpa disuruhpun aku pasti mendoakan kamu ais."
Akhirnya senyum itu muncul kembali diwajahnya. Walaupun senyum itu tidak percis dengan senyumnya dulu.
"Makasih ya kak.. Itu sangat berharga."
"Yaudah.. Mendingan sekarang kamu pulang. Besok pesawatnya take off jam berapa?" ia kemudian berdiri dari tempat duduknya.
"Jam 8 malam."
"Oooh malem. Aku gak nganter yaa.."
"Yaah kenapa? "
"Males aja"
"Hah? Alasan macam apa itu. Belum tentu kita ketemu lagi. Aku mohon, kakak harus ada saat aku pergi. Lagian dibandara aku pasti nunggu lama, jadi kakak kan bisa menemani aku ngobrol. Yah?  Ikut yah?"
Aku merengek.
"Apaan sih. Kaya anak kecil. Aku ada urusan ais. Jadi gak bisa. Maaf ya.... "
Aku menekuk wajahku. Tapi nampaknya itu tidak merubah keputusannya.
"Sudah. Pulang sana."
Ujarnya sambil mendorong tubuhku.
"Aku pulang sendiri?  Biasanya dianter"
"Maless" jawabnya singkat.
Dengan wajah kecewa aku mencium tanganna lalu pergi.
******
     Sesampainya di rumah. Aku langsung bersiap siap tidur.
Esok akan jadi hari yang panjang sekaligus awal baru untukku. Belum sampai aku merebahkan diri, ponselku berbunyi, ternyata SMS dari kak agung.

"Aku gak punya kekuatan untuk melihat kamu pergi. Maaf,  kaki kakak tidak bisa melangkah mengantar kepergian kamu. Pergi mengantar kamu besok hanya akan membuat aku hancur, ais."

Aku mendesah. Kuletakkan ponselku diatas meja. Aku tidak tahu harus membalas apa. Aku tahu, apapun yang kukatakan akan sia-sia. Tidak akan mengubah keadaan dan tidak akan mengobati perasaan kak agung.
Tak berapa lama laptopku yang masih menyala berbunyi. Pasti email dari janwar.

From : Janwar
To: My SunFlower

"Semoga kamu bisa berjalan dilangkah yang kamu inginkan. Semoga kamu bisa mendapatkan hari baru yang menyenangkan. Kemanapun kamu melangkah, doaku akan selalu bersamamu. Selamat jalan ais. Hati hati. I love you,  sunflower.

Bagaimana mungkin janwar bisa tahu aku akan pergi? Siapa sebenarnya yang mengirim email ini. Apakah mama? Tapi tidak mungkin. Semua orang disekitarku ingin aku melupakan janwar, jadi mereka tidak mungkin melakukan hal konyol seperti berpura pura menjadi janwar. Tapi dari mana semua asal email ini?
    Aku mengela nafas, keajaiban atau bukan. Semua email yang kuterima telah membuatku lebih kuat. Fakta itu sudsh cukup bagiku.
Sambil memandangi layar laptop. Tiba-tiba terlintas dalam pikiranku betapa janwar dan kak agung itu sangat mirip. Mereka berdua samasama menyukai bunga matahari. Bagi janwar aku adalah bunga mataharinya dan sedangkan bagi kak agung cintanya padaku seperti bunga matahari yang kuat dan tidak berduri. Sebenarnya apa ini? Mengapa aku bertemu dengan dua pria yang cara berpikirnya serupa?
Mereka mencintaiku dengan cara yang hampir sama. Aku memutar kepala, berpikir kenapa kejadian ini aneh sekali. Tapi yang kudapatkan hanya kemungkinan yang tidak bisa diterima oleh logika.

From : Your SunFlower
To : Janwar

I'm still yours. Janwar, itu yang kukatakan pada kak agung tadi. Hati ini memang masih untuk kamu. Maaf aku belum bisa membuka hatiku untuk orang lain,  aku belum bisa menerima kenyataan dan aku juga seratus persen sadar bahwa hati ini belum siap menerima orang lain selain kamu.
Aku berusaha mewujudkan apapun keinginan kamu. Aku menjadi gadis yang tegar, berusaha mencapai citacitaku, dan besok akan menjadi hari baru untukku. Andai kamu ada disini, disampingku dan mengucapkan selamat untukku. Aku rindu kamu jan, sangat rindu. Apa kamu tahu itu? Apa kamu juga rindu? Atau keindahan surga sudah membuatmu lupa padaku. Sudahlah, untuk apa aku bertanya, karena sebanyak apapun aku bertanya aku tidak akan mendapat jawabannya.
   Kak agung tidak mau mengantarku besok. Tampaknya aku tidak bisa berhenti menyakiti hatinya. Dia terus mendukung aku selama ini, walau sebenarnya dia tidak ingin aku pergi. Aku ingin mengucapkan beribu maaf untuknya. Aku tahu dia terluka,, tapi ini harus kulakukan.
Jan, berdoalah juga untuk sahabatku. Agar dia diberi kekuatan, kumohon...
Jan, terimakasih untuk doa doamu. Keberangkatanku besok itu semua karena doa doa yang kamu kirimkan setiap malam. Tapi jan, apa kamu tahu. Saat ini aku sangat ingin memelukmu.....

Aisyah Aliskandar

    Aku menutup laptopku. Setelah mengirimkan balasan lalu aku berbaring dan memejamkan mata. Berusaha tertidur untuk melepas semua rasa lelah yang begitu melekat..

NEXT

Tidak ada komentar: