*GSF* part23
*
Aku membuka mataku....
"Selamat datang, aisyah.. "
Janwar duduk disampingku sambil tersenyum.
"Selamat datang ditempat baru. Kamu akan menemukan banyak kebahagiaan disini. Kamu suka warna abu-abu, kan? Disini kamu akan melihat warna itu tiaphari."
Janwar mendekatkan wajahnya ketelingaku "I Love You" lalu ia menciup pipiku.
Lagi-lagi aku melihat dia dalam mimpiku. Dia selalu tahu apa yang kulakukan, apa yang kupikirkan. Dia selalu tahu semuanya, dan dia tidak pergi meninggalkanku. Bayang-bayangnya selalu ada dalam hidupku. Itu menjadi kekuatanku. Tapi terkadang hal seperti itu yang menyeretku dalam kesedihan. Kesedihan yang ingin aku temui dimana ujungnya. Tapi ketika aku hampir sampai dia akan menarik dan menarikku lagi, seakan dia tak rela aku melupakan dia.
*****
Ini hari pertamaku dan dengan hati berdebar aku menuju kampusku yang baru. Setelah memarkir mobil, agar hari ini berjalan lancar.
Hal pertama yang harus kulakukan adalah melaporkan kedatanganku. Aku langsung mencari kantor Administrasi. Setelah mengurus keperluan administrasi dan mendapat jadwal kuliahku, aku diantar seorang wanita yang tampaknya salah satu pengajar di universitas. Dosen yang kira-kira berumur empat puluh tahun itu memiliki penampilan yang anggun dan elegan.
Akhirnya aku tiba dikelas pertamaku. Dia memperkanalkanku pada semua mahasiswa yang ada disitu. Rasa waswasku hilang seketika saat mereka menyambutku dengan hangat.
Ternyata bukan hanya aku orang asing yang belajar disini. Dikelas ini bahkan jumlah orsng asingnya lebih banyak dibanding mahasiswa lokal.
Hari pertama cukup lancar untukku. Aku mendapat beberapa teman yang dengan senang hati membantuku jika aku perlu bantuan mengenai mata kuliah, bahkan mengantarku berkeliling kampus, semoga saja studiku berjalan mulus sampai selesai.
****
Aku pulang dengan perasaan lega. Begitu sampai, langsung kubuka laptopku dan kutulis sesuatu untuk janwar.
From: Your SunFlower
To: Janwar
Thanks for everything jan. Kamu sudah membawaku ke tempat yang bisa membuatku sedikit demi sedikit belajar menerima ketidakhadiran kamu disini. Aku merindukanmu..
"Oppa.. Apa aku boleh berjalan-jalan sebentar dengan sepeda oppa?"
Sorenya yang lumayan mendung aku duduk disamping oppa dan oma yang sedang menikmati kopi hangat.
"Tentu saja sayang. Tapi kamu tidak perlu memakai sepeda oppa. Kamu kan punya sepeda sendiri. Yang warna abu-abu ada di garasi."
"Really? Oh, bedankt (Terimakasih) oppa."
"Tapi kamu mau kemana ais? Memangnya kamu sudah tahu jalan daerah sini? Tidak takut tersesat?" tanya oma khawatir.
"Tidak Apa-apa oma.... Aku hanya ingin berjalan-jalan sekitar sini."
"Tapi jangan lama-lama ya sayang.. Tampaknya hujan sebentar lagi turun" tukas oppa lalu krmbali membaca korannya.
Aku tersenyum dan mengangguk. Segera aku menuju garasi dan memang benar ada sepeda abu-abu yang sudah disiapkan untukku.
Kunaiki sepeda itu laku kutelusuri jalan yang sepi. Udara yang segar dan sedikit basah membuat hatiku nyaman. Kukayuh sepedaku agak kencang sehingga aku bisa merasakan angin bertiup disela-sela rambutku.
Sedang asyik-asyiknya mengayuh menikmati suasana. Mataku terpaku pada ladang bunga matahari dihadapanku. Aku langsung mengerem, turun dari sepeda dan seperti tersihir memasuki ladang cantik itu. Begitu aku cermati aku sadar ladang bunga matahari inilah yang selalu hadir dalam mimpiku. Tak kusangka tempat ini memang benar ada..
Tapi kenapa tempat sejauh ini bisa hadir dalam mimpiku. Aku tidak pernah berada disini sebelumnya. Atau janwar yang pernah? Aku seperti mengakami deja vu.
Aku berjalan sampai ke tengah ladang dan ternyata ladang itu lebih bagus daripada yang muncul dalam mimpiku. Indah sekali. Begitu menyegarkan dan mendamaikan. Bunganya yang rimbun seperti sedang tersenyum, mengajakku tertawa bersama.
Saat tengah menikmati keindahan ladang, mataku tertuju pada seorang pria yang berdiri dipinggir ladang. Aku tak percaya.. Orang itu.... Wajahnya seperti wajah janwar. Apakah itu janwar? Bagaimana mungkin?
Kuperhatikan ia sedang mengambil gambar dengan sebuah kamera besar.
Aku terdiam, terpaku karena tak percaya. Ini mimpi atau bukan? Rasa penasaran akhirnya mengalahkan keterkejutanku. Aku berlari kearahnya. Namun dengan sekejap ia hilang dari pandanganku. Aku mengejarnya sampai ke pinggir jalan, namun sosoknya sudah tak ada.
Sambil terengah aku kembali ke rempat sepedaku. Kepalaku berdenyut nyeri. Dengan perasaan kalut aku mengayuh sepedaku.
***
"Kamu kenapa sayang?" tanya oma cemas ketika aku masuk kerumah dengan wajah linglung.
"Aku baik-baik sasaja oma, cuma sedikit pusing. Aku mau istirahat ya oma. "
Tanpa mendengar jawaban oma, aku langsung masuk ke kamar dan membuka laptop.
From: Your SunFlower
To: Janwar
Apa maksud semua ini jan? Apa? Kenapa tadi aku melihat wajahmu? Itu kamu atau hanya bayangan kamu? Kumohon jan. Aku mohon. Kamu membuatku bingung. Kamu membuatku lelah.
Malamnya aku menunggu email dari janwar. Tapi tak ada yang masuk. Ini tidak seperti biasanya. Mengingat janwar sebelumnya tidak pernah absen mengirim email padaku. Lagi-lagi aku terjebak dalam teka-teki. Akhirnya aku tertidur dengan sejuta pertanyaan yang memenuhi kepalaku.
NEXT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar