Selasa, 08 Mei 2018

A day to remember SMKN 1 Leuwiliang

Barangkali perpisahan memang seperti lagu...
Tak pernah selesai ditulis pun ditangis..
Lalu hari ini kita berpura-pura membuat perdiangan..
Menghangatkan sepotong sepi agar tak dingin oleh kenangan..

Hari telah berlalu..
Dalam baris kata dan doa..
Terbawa lamunan yang jauh menelusuk jiwa...
Menebar harum dalam setiap makna..
Menciptakan senyum dalam setiap rasa..

Kini aku terjatuh..
Jatuh kedalam lembah duka yang penuh dengan kesedihan...
Rasa sedih yang memilukan, ketika kebersamaan harus putus di tengah jalan..

Kawan....
Bila hari ini kesedihan tak kunjung reda.
Kau boleh singgah diberanda,
Mungkin sekedar bersandar atau  kembali untuk bercerita...
Kawan...
Ingatkan aku tentang sebuah kebersamaan,
Rasa peduli yang membuatku nyaman hingga  akhirnya aku lupa arah jalan pulang..
Di depan jendela kayu, kita berebut saling rengkuh..
Kita saling berbicara, mendengarkan lalu setelahnya kita merasa utuh..

Kawan...
Aku menulis puisi ini sebelum tidur,
Karena tiba-tiba aku terkenang sesuatu..
Dulu kita pernah melakukan banyak hal..
Entah becanda bersama, berdoa bersama,
Lalu setelahnya mengurung ilmu dalam kelambu..
Apa hari ini kita masih bisa melakukannya..?
Dihari terakhir ini, apa yang bisa kita lakukan dengan bersama lagi..?
Tolong katakan, lalu ayo kita lakukan...

Kawan...
Aku mencintai kalian dalam puisi ini..
Seperti selembar kertas yang tak  ingin jauh dari bolpoinnya..
Disudut sekolah ini, segala kebersamaan kita menggema di dinding lapuk..
Ada yang lebih redup dari neon di atas flapon..
Yaitu rindu dalam ingatanku yang tertutup air mata..

Kawan...
A day to remember dan aku akan merindukanmu..
Ingatlah hari ini,, kenanglah moment ini..
Terssenyum dan berbanggalah..
Maka akan kukenang selalu..
Bahwa kita pernah melewati perpisahan tanpa kesedihan yang ambigu..

-' @Kopians

Tidak ada komentar: