Selasa, 12 Juni 2018

True love for God (#STdW 46)

"Bukan cinta sejati namanya, jika cintanya manusia kepada manusia"

Perpustakaan sepi, tiap suara yang terdengar  seperti menggema di dinding. terpantul ke setiap deretan buku yang tersusun rapi di rak. Kami mencari buku tentang cinta, namun yang digambarkan tidak begitu dramatis. Adakah...?
Selalu yang terdengar adalah rindu atau kenangan yang berujung tangis. Pujangga senang melebihkan kata-kata , menyulap tiap huruf menjadi kata-kata yang rapuh.

"Kesejatian itu hanya cinta kepada Tuhan Ans.
Dan itu memang harus sampai mati."

Muzammil menambahkan lagi. Aku diam, masih sibuk dengan novel yang kubawa. Mungkin benar, cinta dunia fana hanya kesemuan. Kenapa harus ditebus dengan kematian yang tragis atau luka yang sangat tangis.

"Cintai manusia sewajarnya saja Ans. Jangan berlebihan, nanti tuhan cemburu."

Sekali lagi Muzam tersenyum, dan Aku masih  terdiam. Ini yang Kusuka dari Muzam, ia selalu menyadarkanku akan hal-hal yang seringkali kulupa. Ia punya banyak cara untuk membuatku selalu jatuh cinta.

Tidak ada komentar: