Sabtu, 03 Maret 2018

Sepanjang Perjalanan

Sepanjang apapun jalan di dunia ini, sebenarnya hanya sejauh yang kau lalui.
Jika kau bersama seseorang yang menyisir rambutmu ketika berantakan, ia adalah kekasih sebelum kehilangan.
Aku sudah tahu rasanya kesepian yang sakit. Seperti angka  kalender yang harus dirobek tiap hari kemudian hilang berganti bulan.
Mungkin itulah kesedihan, lalu tanah yang sunyi menyembuhkan perlahan.
Tempat diatasnya aku tak berdaya. Menunggu, betapa remuknya waktu. Orang-orang jahat tak pernah mati seperti yang mereka inginkan. Sebelum berakhir adalah airmata dan sendirian. Orang-orang baik juga demikian. Karena hidup ini hanya sejauh yang pernah kita jalani. Selebihnya begitu dingin seperti tanah yang sunyi.

Leuwisadeng, 24 Februari 2018

Diantara kalutnya rindu, aku tertipu.
@Kopians

Tidak ada komentar: