Senin, 26 September 2016

whatever

waktu itu .. Seminggu yg lalu Pagi hari, aku beranjak dan bersiap-siap untuk ke sekolah. Rasanya malas sekali, melangkahkan kaki untuk bergegas. Kesiangan... Pukul 7.00 aku baru berangkat dari rumah dengan motor bututku. Padahal tadi aku bangun tidak terlalu siang. 05.20 aku bangun. Walaupun biasanya aku bangun lebih pagi dari itu. Sialnya jarak antara rumah dan sekolahku terbilang jauh. Ya Hukuman menantiku disekolah. Yasudahlah aku pasrah. Alasan aku bangun kesiangan, ya karena menunggu pesan dari kamu semalam tuan. Sampai larut malam aku masih menunggu. Dan sayangnya pesan yang kuharapkan tak kunjung datang. Aku terlalu berharap . Pikir konyolku menyangka bahwa kamupun merasakan rindu yang sama. Nyatanya kan tidak. Kebetulan paket internetku dari kemarin sudah habis dan aku belum sempat mengisinya kembali. Padahal aku ingin secepatnya mengisi ulang. Tapi aku ingin mengetes sejauh mana kepedulianmu saat aku tak memberimu kabar. Karena yang ku tau, beberapa bulan ini seringkali aku yang memberi kabar terlebih dahulu dibanding kamu. Aku menunggu tulisan manismu melalui apapun itu. Apa kamu khawatir ? Tidak ya. Seandainya ada jawaban nyata berupa suara yang menyelinap ke gendang telingaku. Mungkin aku akan langsung percaya dan jika jawabanmu menyakitkan mungkin akupun akan pergi menghilang tanpa pesan apapun yang aku ucapkan untukmu. Sebenarnya aku sudah lelah, lelah terus berharap mengharapkan bahwa kamupun merasakan hal yang sama. Sikapmu terlalu manis tuan. Terlalu manis jika hanya untuk iseng dan membuatku terbang melayang ke negeri antah berantah. Kamu memperlakukanku seperti putri sejagad. Perhatianmu membuatku tersenyum tanpa henti dan membuat tanganku dingin basah seperti terguyur air terjun yang deras sekali. Apa maksudmu ? Apa mauMu ? Ini permainan lucu tuan yang walaupun aku mengingkan bahwa ini memang benar" bukan hanya sekedar permainan untuk membuatmu tertawa. Adakah sedikit rasa aneh itu dalam kotakrahasiamu ? Pikir konyolku selalu mengharapkan bahwa apa yang kurasakan itu sama... Tapi saat aku tak memberimu kabar, kamu kemana ??? Hilang. Aku kecewa. perasaanku ingin ku rubah. Tapi tak bisa. Sadar diri. Intropeksi diri, merendahkan diri. Bahwa kamu ini terlalu tak pantas untuk memberikan perhatian lebih untukku . Bahwa kamu tak pantas diperjuangkan sehebat ini . Tetap saja tak ada perubahan. Sudahlah .. Aku ingin bersikap "masabodo" seperti yang seringkali kamu lakukan. Aku ingin beristirahat, menenangkan seluruh beban yang aku rangkul sendiri. Aku akan mengabarimu sampai aku benar-benar tenang. Terserah, lakukan apapun yang membuatmu senang. Saat ini aku tak peduli. Dan malamnya, kamu menanyakan kabarku. Entahlahn saat itu aku semakin tak mengerti apa yg ada didalam pikiran dan perasaanmu yg sebenarnya.

Tidak ada komentar: