Senin, 26 September 2016

satria wiratama 17




empat belas agustus dua ribu enam belas. Kenangan singkat namun penuh makna. 4 bulan kita bersama. Melawan teriknya panas, perihnya debu yang beterbangan, dinginnya air hujan, dan beceknya lumpur yang ada dilapangan. 4 bulan itu pula. Kita dilatih untuk memupuk rasa sabar, dan terus bersyukur atas nikmat yang ada. Saling menolong, membantu dan bekerjasama seperti keluarga harmonis, yang sedangkan kitapun baru saling mengenal. Kita saling membela, salah satu, salah semua. Lapar satu lapar semua. Awalnya kita tak saling mengenal, siapa kamu? Siapa dia ? Siapa mereka ? Apa yang akan kita lakukan disini ? Tapi lambat laun, kita saling menyapa, saling memperhatikan bahkan enggan untuk saling melepaskan. Ada rasa nyaman yang berbeda saat bersama kalian, ada kebersamaan yang luarbiasa saat kita berkumpul. Ada keceriaan dan kebahagiaan lain yang baru aku rasakan. sebulan, dua bulan, 3 bulan kakak senior mengadakan diklat untuk melatih keseriusan kita. Dan semalam, hari puncak rasa lelah kita selama ini, malam itu kita dikukuhkan dan ditetapkan sebagai SATRIA WIRATAMA . Satria wiratama yang dijuluki sebagai sweetseventeen. Penuh kenangan, walau singkat, tapi banyak pengalaman. Hari esok pengibaran, ada rasa degdegan yang entahlah... Harus bagaimana untuk menghentikannya. Kami berdo'a bersama, kami merapal do'a yang sama. Agar esok hari apa yang kami impikan tercapai "sukses pengibaran" . Pagi hari mulai terang, kondisi lapangan yang becek membuat kita resah. Melihat raut wajah mereka, kakak senior . Memelas. Membuat aku pribadi semakin risi. Ya allah tolong lancarkan hari ini. Mungkin kalimat itu yang sering ku ucapkan. Pukul 09.25 kurang lebih upacara dimulai. Pembawa acara mulai berbicara. Keheningan mulai terasa. "Bissmilahirohmanirohim" sang danton mulai mengambil aba-aba. 25 menit kemudian. Ya sudahlah, aku tak ingin menceritakan bagaimana proses pengibaran tadi. Yang penting kami SUKSES. Ada rasa lega yang tak dapat aku ungkapkan. Ada resa tenang, sedih dan bangga yang aku rasakan. Hanya itu saja ? Sebentar sekali ? Hanya 25 menit. Kita latihan berbulan-bulan. Aku ingin mengulanginya lagi. Sedih, mengingat kita tak akan latihan , panas"an, hujan"an, kotor"an bersama lagi. Ingin rasanya menangis tapi malu jika hanya seorang diri. Sudahlah, jangan dibahas. Setelah pengibaran selesai, kita dianjurkan untuk membersihkan lapangan yang sangat sangat sangat kotor sekali. Sebelum menunggu dzuhur dan makan siang. Sore hari tiba, ya menurunkan bendera merah putih. Cuaca sedikit mendung. Rasa degdegan tak sehebat tadi pagi. Ya mungkin karena kondisi lapangan juga yang sudah sepi. Dan alhamdulilah penurunan pun lancar. Kita tertawa bersama, senang , senang melihat kakak senior dapat tersenyum kembali. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 17.35 dan acara pun akan segera berakhir. Perpisahan. Ini bukan hari terakhir kita bersama kawan ? Ini hanya akhir kita melewati susah, senang bersama. kakak senior mengajak kita untuk bersalaman.. Aku melihat semua mata masing-masing diantara kalian. BASAH . Kalian semua menangis . Kenapa ? Ada apa ? Knapa menangis ? Dan knapa akupun melakukan hal yang sama juga. Kakak senior. Semuanya menangis. Tak ada yang tak menangis. Kita berpelukan, seakan ini yang terakhir kalinya. Padahal bukan. Kita bersesenggukan bersama padahal kita akan bertemu lagi.. Teman, aku ingin kekeluargaan kita tetap terjaga sepeti selayaknya. Aku ingin kita tetap mengadakan perrtemuan seminggu ataupun sebulan sekali. Dan kakak senior, maafkan kami. Maafkan kami yang selalu membuat kalian kesal. #seetseventeen ini mungkin angkatan terngeyel yang pernah kalian didik. Tapi sungguh, kami sangat menyayangi kalian. Kalian yang membuat kami menemukan 50%arti kebersamaan. Terimakasih untuk semuanya, terimakasih atas pengorbanan yang kalian lakukan untuk kami. Terimakasih atas segala hal. Jangan lupakan kami. Apapun alasannya . SuksesSelalu... #satriawiratama

Tidak ada komentar: