Senin, 26 September 2016

menjadi yang pertama. kenapa tidak ?

menjadi yang pertama ? Why not ? Setiap orang pasti ingin punya kelebihan tersendiri. Dalam berbagai hal. Termasuk dalam hal perasaan mereka terhadap seseorang yg mereka sayang. Jangankan dalam segi perasaan. Dalam hal apapun pasti begitu. Contoh dalam keluarga, mereka pasti ingin lebih disayang oleh ibu dan bapaknya. Dikelas, mereka pasti ingin menjadi seseorang yg terlihat unggul dimata guru dan temannya. AKU . Iya Aku disini ingin menjadi yang lebih dan terlebih dalam hal apapun untuk mendapatkan kasih sayang perhatian dan segalanya dari orangtuaku, guru dan Kamu Tuan. aku ingin menjadi yg terspesial. Apapun yg terjadi, aku selalu ingin menciptakan yang terbaik untuk kalian. Kamu orang lain Bagiku, tapi rasa sayang yg kupunya untukmu melebihi rasa sayangku kepada temanku yg jauh lebih kukenal dibanding kamu. Kenapa ? Kamu lebih tau akan hal ini tuan. Kamu lebih pintar dariku. Kamu orang Hebat, dan itu yangg aku tahu dari kamu. Dari banyak hal kebersamaan yang pernah kita lewati, bersama bahkan berdua sampai pada akhirnya aku menemukan titik Kenyamanan yang enggan aku lewati. Rasa aneh itu menyerangku secara tiba-tiba, tanpa pamit tanpa permisi seperti hujan yang mengguyur dengan derasnya. Itulah manusia, tuhan berbaik hati menciptakan rasa suka terhadap lawan jenis. Tuhan itu mahasempurna dan mahaberbahagia. Dia mengetahui titik jenuh kebosanan makhluknya sehingga mendatangkan seseorang baru dan menitipkan rasa suka, sayang bahkan cinta dalam kotakrahasiaku untuk aku kasih jaga hanya untukmu. Ini amanat. Bukan tanpa sebab kita dipertemukan. Hanya dalam pertemuan kita selalu ada drama yang aku tak suka. Kamu selalu berpura-pura tak tau akan rasa yg akupunya. Seakan aku baik-baik saja saat kita bertemu. Seakan degupan jantungku normal seperti biasanya. Padahal yg kurasakan itu berbeda. Salah Tingkah. Mulut dan hatiku bertolak belakang. Ini bukan Munafik Tuan. Bukan, sama sekali bukan. Aku hanya malu berkata jujur. Aku takut jika kamu tak merasakan hal yg sama. Tolong mengerti, tolong jangan katakan aku MUNAFIK LAGI. Soal perasaanku untukmu ini sama sekali aku tak bohong sayang. Sungguh, ini benar" ada . Aku hanya ingin kamu tau, tanpa aku harus mengungkapkan terlebih dahulu. Aku pengecut. Iya aku akui aku tak punya nyali . Aku tak mampu berkata yg lebih saat pertemuan kita tercipta. Sehingga hanya ada segudang rindu yang ada dalam benakku setelah kita berpisah kembali. Aku mohon, cepat beri ketegasan jika memang benar kamu sudah mengetahuinya. Aku menunggu pesan singkatmu malam ini. Semoga kamu membaca catatan yg kutulis malam ini. SELAMAT MALAM IZ :)

Tidak ada komentar: