Tuan ? Bolehkah aku bercerita lagi ? Disini aku bercerita , Diatas buku kusam dengan tinta hitam kelam seperti suasana hatiku sebelum bertemu denganmu. Bolehkan aku menyapamu malam ini? meski hanya melalui curahan yang sebenarnya aku jelas tahu kamu tak akan membacanya. Bolehkah aku menatapmu dengan seksama? menenggelami bola matamu yang sayu meski aku juga tahu kamu tak akan melakukan hal yang sama. Selamat malam tuan, malam yang dingin, sunyi dan hanya ada sebuah rindu yang kugenggam. Percikan air yang menempel dibalik jendela hingga berembun. Kamu ada. Iya selalu ada dalam bentuk apapun. kamu siapa ? Aku siapa ? Kenapa semesta mempertemukan kita dengan perasaan yang begitu hebatnya dalam diriku. Kapan kita menjadi "KITA" yang benar benar satu. Malam ini, aku ingin bercerita tentangmu lagi, melepaskan rasa kagum yang aku punya untukmu. Menuliskan sebuah perasaan yang selalu menggema tanpa suara. Mengabadikan rasa cinta yang mungkin hanya aku yang memilikinya. Kamu apa kabar ? Ohya, aku lupa baru tadi sore kita bertemu bahkan berbincang cukup lama sekali. Tapi rasanya tak ada kata bosan untuk menyapamu. Senyum manis, cara ledekanmu yang kusuka meskipun itu tak lucu, cara berbicara mu yang .. Aaaahhh.. Entahlah, aku menyukai semuanya. Kita bertemu, bersapa, berbagi ilmu, berbincang, bersalaman, lalu berpisah. Setiap hari. Dan pada waktu yang sama seakan kamu tak ingin melepaskanku untuk pulang. Dan kamu tau ?? Apalagi aku tuan. Aku masih ingin denganmu. Dimanapun, ditempat apapun. asalkan ada kamu. Aku tak ingin pergi . Kenapa ? Karena aku tak ingin memupuk rindu sendirian. Aku tak ingin menepis rasa sakit. Sedangkan kamu tak merasakan apa yang selalu aku takutkan..
Tuan, kamu pria kedua yang telah membuatku seperti ini. Setelah dia. Iya dia yang buktinya sekarang sudah pergi dan pastinya meninggalkan luka yang tidak cukup satu dua bulan bahkan satu tahun lebih untuk aku menghilangkannya. Dan kamu sudah menyembuhkan luka itu dengan keindahan yang kamu punya. Kamu telah mengeringkannya kembali. Aku cukup berterimakasih atas hal itu. Meskipun aku tahu, kamu tidak tau menau sama sekali atas perasaan yang ada dikotakrahasiaku.
Aku menyayangi semua cara yang kamu lakukan untuk mengundang tawaku. Semoga Kamu seseorang yang baru, yang akan mengubah masadepanku atas izin allah.. Aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar