Senin, 26 September 2016

butuh penegasan

Apalagi ini ? Katakan padaku. Katakan. Katakan kalau ini bukan suatu hal yang harus aku pikirkan. Katakan padaku bahwa ini hanya main-main saja. Tapi Perhatian itu, kata manis itu , tolong jangan katakan padaku bahwa semua itu hanya rasa iseng untuk menghiburmu. Aku mohon, perasaan ini bukan bahan permainan untuk membuatmu tertawa tuan. Tolong hentikan semua ini, jika kamu tak punya hati, sudah cukup hentikan, jangan diteruskan. Sudah jangan memberi perhatian yang membuatku terbang entah kemana. Saat ini, aku sudah mencoba menyadarkan batinku, aku sudah menggebrak pikiranku untuk tak memikirkan hal yang memang tak akan mungkin terjadi. aku mencoba menahan diri. Menahan diri untuk tak mengenalmu terlalu jauh. Kenapa ? Karena aku takut jika sudah terlalu jauh rasa aneh itu menyerangku tanpa kendali. Aku takut. Aku tak ingin hal seperti itu terjadi untuk yang kedua kalinya. Tuan, dengar. Aku juga belum bisa mengatakan bahwa ada "Cinta" dalam kotak rahasiaku. Karena yang namanya cinta belum pernah aku rasakan dari seseorang terkecuali dari kedua orangtuaku. Aku tidak mencintamu, aku hanya merasakan kenyamanan yang berbeda saat bersamamu. Aku menyayangimu tapi tidak melebihi rasa sayangku terhadap orangtuaku. kamu pasti mengerti, karena kamu sendiri yang mengajarkan hal seperti ini padaku. Rasa Cinta yang benar-benar cinta dan penuh makna didalamnya tidak akan aku katakan sampai tuhan bena-benar mempertemukanku dengan seseorang yg masih dirahasiakan. Dan aku harap pria itu kamu sayang. Pria yang aku harap membawa warna untuk menghapus kabut kelam dalam kotakrahasiaku. Kedekatan kita, perbincangan kita beberapa bulan ini, sudah menemukan titik temu yang bernama kenyamanan yang selalu membuatku tersenyum tanpa henti. Akupun masih bertanya tanya, apa kamu juga merasakan hal yang sama ? Apa perasaanmu juga seperti itu tuan ? Aku penasaran, tapi aku tak berani untuk menanyakan. Aku perempuan yang sulit mengungkapkan perasaan pun jatuh cinta. Butuh waktu. Aku hanya menunggu. Menunggu bahwa harapanku memang benar. Harapan bahwa kamupun mencintaiku. Tapi jika harapanku salah.. Tolong cepat katakan, agar aku tak berharap terlalu jauh. Dan Entahlah..... Aku tak bisa berkata apa apalagi. Mungkin hanya airmata yang bisa menjelaskannya. Setiap malam aku berharap, berharap bahwa pesan yang masuk itu dari kamu. Pesan BBM,What's app itupun dari kamu. Aku benar-benar berharap semua perhatian itu memang rasa sayang dan peduli yang kamu selipkan untukku. Aku tak ingin kita ada status atau lebih spesifiknya pacaran. Aku hanya ingin ada kejelasan dan penegasan. Bahwa kita saling menyayangi satu samalain. Bukan hanya satu orang, tetapi keduanya. Kita mengerti, dan kita sadar. Bahwa kita mempunyai prinsip yang sama. Yang artinya kita harus saling mengerti . Aku minta maaf tuan, aku minta maaf jika aku lancang mengutarakan perasaanku lewat tulisan ini. Karena seperti yg sudah aku katakan. Aku samasekali tak punya nyali untuk mengungkapkan secara langsung. Meskipun aku tahu, lewat tulisan ini pun kamu mungkin tak akan membacanya. Dan kalaupun kamu mebacanya, kamu tak akan peka tertuju kepada siapa tulisan ini. Karena yang aku tau, hubungan kita sekarang baik" saja sebagai teman.jika perlu ku ulang hanya Sebagai TEMAN Bukan seperti apa yang aku tuliskan....aku ingin kamu menyadari dengan sendiri nya tanpa harus aku mengungkapkan.

Tidak ada komentar: