Rabu, 18 Januari 2017

jangan pergi dulu

Lulus moderasi 4 desember 2016 Judul : Jangan Pergi Dulu Jumlah kata : 1030 Spasi : 7034 #CerpenCintaSedih Jangan pergi dulu.... Di sebuah toko bunga berjejer beribu-ribu pot bunga berbagai ukuran yang berisi tanaman bunga berwarna-warni dengan berbagai jenis. “serangga kamu lagi apa?”. Tanyaku kepada seorang pria yang sedang asik menata pot bunga. “jangan sebut aku dengan sebutan itu”. jawab Fachri Rainaldy yang kini beralih menatapku yang berada dihadapannya. “kamu kan kupu-kupu dan aku bunganya”. “ya sudah, kok tumben pagi-pagi udah kesini?”. “aku kan kangen sama kamu mas”. “benarkah itu bungaku?”. tanya mas fachri dengan nada menggoda dan tersenyum manis. Sementara pipiku bersemu merah merona. Kita adalah pasangan kekasih yang dipertemukan di toko bunga milik Fachri. Awalnya aku seorang gadis yang hobi menanam bunga, saat itu aku tak sengaja bertemu dengan fachri sang pemilik toko yang tampan yang mampu membuatku jatuh cinta. Sudah dua tahun lebih kami menjalin hubungan. “Mas , besok hari minggu kita olahraga bareng ya?”. “lalu toko ini?”. “biar pegawai kamu saja yang menjaganya, sekalian aku ingin perkenalkan kamu ke teman- temanku”. “iya, iya bungaku yang cantik”. Pada keesokan harinya. “ayo lari, ayo mas fachri!”. ajakku yang berlari kecil di hadapannya. “aku lelah”. ucap nya terengah-engah. “aku duluan ya?, kita nanti bertemu di kafe saja, ya sayang!”. ucapku berlari mendahului fachri. Disaat itulah dia merasakan sakit pada dadanya, ia terbatuk-batuk terdapat darah yang keluar dari mulutnya. Ketika Di kafe, kita bersama. “kenalkan ini pacar aku namanya fachri”. ucapku memperkenalkan mas fachri kepada teman-temannya. “hai, salam kenal”. sapa fachri ramah. Mereka duduk sambil berbincang-bincang. “kamu kerja apa?”. tanya temanku kepada Fachri “aku bekerja di toko bunga milikku sendiri”. “toko bunga?, pacarku seorang pengusaha batu bara”. ucapya terkesan sinis. “kalau pacarku seorang pilot loh!”. sambung teman ku yang satunya. Fachri terdiam, raut wajahnya seakan sangat merasa bersalah. Aku dan mas fachri pergi kembali lagi ke toko bunga. Aku mencoba menghiburnya. “maafkan teman-temanku soal yang di kafe tadi ya?, mereka itu memang suka pamer”. “tidak apa-apa, sudah sore sebaiknya kamu pulang, maaf kalau tidak bisa mengantarmu”. "Mas, kamu jangan berfikir yang aneh-aneh. Kamu tahu kan bagaimana perasaanku ke kamu. Aku sangat mencintaimu“ jelasku, sambil menatap matanya yang teduh. "tidak apa-apa, aku juga sangat mencintaimu firli. Jadi maafkan aku kalau aku belum sempat membuatmu bahagia." Makasih ya mas, ya sudah aku pulang dulu ya?”. “hati-hati di jalan firli”. “iya, aku pulang ya, kamu jaga kesehatan ya”. Dia tersenyum sebelum aku menghilang dari balik pintu kaca toko. Sesampainya dirumah, aku merasa khawatir dengan fachri karena kejadian tadi. Aku takut fachri berfikiran yang tidak-tidak. Sedangkan aku.... Aku sungguh sangat mencintainya tanpa melihat materi apapun yang dia punya. Aku mencintainya, sungguh. Hanya dia yang mengisi ruang dalam hatiku sekarang. Aku meneteskan air mata menatap kosong ke arah depan. Aku terengah-engah di atas tempat tidur, tubuhku basah oleh keringat, "ternyata aku hanya mimpi" pikirku saat menyadari matahari menerobos kaca jendela kamarku. Aku segera bergegas menemui pria yang sangat aku cintai yang menjadi tokoh utama dalam mimpi burukku semalam, memastikan bahwa Fachri baik-baik saja. “permisi pak, tuan muda ada?”. tanya ku kepada petugas kasir. “oh ada non di belakang sedang menyiram bunga”. “terima kasih pak, permisi”. Aku berjalan menuju halaman belakang toko bunga milik fachri, ada perasaan lega mengetahui fachri baik-baik saja. Tak terasa air mataku menetes, senyum bahagia menggembang di wajahku, aku berlari dan langsung memeluk kekasihku itu dari belakang. “eh, kok main peluk aja”. “hiks, kamu membuatku khawatir mas!”. Fachri yang mendengarku menangis, segera melepas pelukannya dan membalikan badannya menghadap dan menatapku dengan pemuh cinta.. “kamu kenapa?”. Tanyanya. “kamu jahat!”. “apa?, aku tak melakukan apapun, baiklah aku mengaku salah sebagai gantinya ayo beli ice cream sambil bersepeda”. Ajak fachri. Senyumku mengembang. Dia menggenggam tanganku. Kami pun menaiki sepeda, kami berhenti sejenak di taman menikmati udara sejuk dan memakan ice cream. Inilah cara sederhana Kita menjalani cinta namun penuh makna. “Firli bagaimana jika aku pergi?”. “pergi kemana?”. “pergi ke suatu tempat yang tak mungkin kamu dapat menyusulnya”. “aku akan menagis sepanjang waktu, kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?”. “bagaimana kalau nanti malam kita makan malam di taman belakang toko bungaku?”. “Kok tumben? ”." Enggak aku ingin makan malam saja dengan kamu bungaku" jelasnya sambil tersenyum. Malam harinya, taman belakang toko bunga milik fachri telah didekorasi dengan suasana romantis. Lilin pasang sepanjang jalan masuk. Mereka berdua sedang menikmati bintang-bintang dan duduk di rumput yang ditaburi bunga mawar berbentuk hati yang dikelilingi oleh lilin. Setelah merasa cukup mereka kembali ke meja makan dan duduk berhadapan. Untuk kesekian kalinya fachri terbatuk-batuk. “kamu kenapa?, wajahmu pucat mas”. “aku baik-baik saja, aku ingin memberimu sesuatu, tolong jaga baik-baik untukku”. ucap fachri memberi kotak cincin kepada firli. “Mas..,”. “iya, tapi mungkin bukan aku yang memakai cincin yang satunya, terima kasih atas cinta yang kamu berikan, maaf kan aku tak bisa mendampingimu selama sisa hidupmu, aku akan pergi ke suatu tempat yang jauh dan kamu tak bisa menjangkaunya dan berjanjilah jangan menangisiku sepanjang waktu, karena itu akan menyiksa diriku dan dirimu, jaga kesehatan jangan bekerja sampai larut malam ya sayang. Aku sangat mencintaimu firli Meylani :*”. “k, ka, kamu tak serius kan? jawab aku mas!!, mass kamu tak boleh pergi begitu saja!!”. Teriak ku menangis tanpa suara namun berucap dengan nada bergetar. Fachri terbatuk-batuk, darah telah membasahi bibirnya wajahnya semakin memucat. Darah itu menetes mengenai kelopak bunga berwarna putih membuatnya berubah merah namun tidak merata, tubuhnya limbung ke lantai. Aku memangku tubuh tegap yang kini tak berdaya dengan air mata yang terus mengalir deras. “aku belum siap, sungguh aku tak menginginkan jika mimpi itu jadi nyata tapi, kenapa Tuhan menghendaki sesuatu yang aku takutkan”. Airmataku terus bercucuran “maaf, do'akan aku”. ucapnya lirih dan untuk terakhir kalinya. Dia pergi dengan senyum yang manis sekali. Aku berteriak, dadaku sesak. Untuk bicarapun aku tak mampu. Hanya tangisan yang bisa kulakukan. "Mas, kenapa secepat ini kamu pergi. aku belum sempat membuatmu bahagia, aku ingin membangun istana kebahagiaan bersamamu mas. Aku ingin mencari keridhoan menuju Jannah-nya bersamamu mas. Aku mencintaimu" bisiikku di telinganya. Tubuhku lemah lunglai tak berdaya. Semoga tuhan memberikan tempat terindah untukmu mas. Hanya secangkir do'a yang selalu ku utarakan di tempat penuh dosa ini. Angin bertiup lembut di sebuah pemakaman yang sepi seorang gadis menyembunyikan wajahnya di sebuah pusara, tiba-tiba angin bertiup lembut disertai dengan aroma mawar dan saat ia menatap sekitar dilihatnya setangkai bunga berwarna merah namun tidak merata digenggamannya bunga terakhir dari belahan jiwanya. FR <3 FM #Iipok #CintaAntaraFiksiDanNyata #SpyInLove #Cerpenku #MyStory #FR #FM By: Siti khopipah Aliskandar

Tidak ada komentar: