Selasa, 18 Januari 2022

Aku memang gila

Aku memang gila. seringkali aku berfikir. Suatu hari, kita akan sama sama bahagia. Meski tidak ditakdirkan bersama, kurasa bahagia bukan soal itu. Sederhana sekali. Bagiku, bahagia adalah saat aku bisa menerbangkan segala kesedihan, melihatmu tersenyum meski dengan yang lain. Barangkali, kita hanya catatan kemarin. Catatan cuaca yang terbawa angin. Juga gugur yang diabadikan musim. Bagimu aku hanya lusa, yang terlupakan, terhempas dan hilang. 
Begitulah aku dihidupmu.  Aku tidak pernah punya mimpi untuk singgah dihidupmu. Itu terlalu jauh. Aku hanya bayang-bayang. Takdir tak pernah memberikan ruang. 

Betapa bodohnya aku dulu, selalu dicaci maki oleh perasaan sendiri. Otakku seperti tak berfungsi, yang kutau aku sangat bahagia ketika melihatnya setiap pagi. Seperti ada harapan, bahwa suatu hari aku bisa menjadi teman hidupnya. Bahwa aku bisa menjadi satu satunya wanita yang membuatnya bahagia. 

Aku memang gila !! 

(Percakapan batin tiga tahun lalu, di saat aku sangat mencintainya)

Tapi tenang saja, kau tau ? sekarang aku sudah tidak gila. Sudah ada pria yang menyembuhkan kegilaanku. Pria yang mencintaiku. Pria yang menyadarkan ku bahwa aku sangatlah berharga. Pria yang selalu memprioritaskan dan pria yang tidak akan membiarkanku gila untuk kesekian kalinya. Dan sekarang, aku sangat mencintainya ❤️

Dan memang benar, suatu hari kita akan bahagia dengan hidup kita masing-masing. Terimakasih telah singgah !!

Tidak ada komentar: