Minggu, 16 Juni 2019

Tips menulis😊

Kesepian itu bahkan harus dialami bukan hanya secara rohani, tapi juga secara badani. Namun kesepian ini bukan berarti isolasi. Kesepian itu lebih merupakan semacam keberadaan diri yang sadar, yang justru terus bergulat untuk menemukan kontak tapi juga menolak kontak.

Seorang penulis tiba-tiba mendapati dirinya liar seperti di hutan, dan selalu liar sepanjang hidupnya. Untuk menulis, orang harus menggigit bibir, bergulat dengan keliarannya. Untuk itu ia harus menjadi lebih kuat dari tubuhnya. Ia juga harus lebih kuat daripada apa yang hendak ditulisnya. Kalau tidak, ia akan menyerah dan kalah.  Penulis itu bagaikan binatang, yang berseru di kala malam. Penulis itu tiba-tiba merasakan hidup ini vulgar, dan ia tidak bisa menghaluskannya, sebelum ia ikut dan terbenam dalam kevulgaran itu.

Jelas, orang yang tidak berani sepi, dia tak mungkin jadi penulis yang baik. Tapi kesepian itu bukan romantisme kesendirian. Kesepian itu adalah suasana, yang menantang kita untuk berani bergulat dengan seluruh realitas, yang ternyata tidak mudah kita taklukan. Tak jarang orang menyerah dalam pergulatan itu, karena ia merasa tidak kuat dan tidak mampu. Menulis akhirnya adalah suatu askese, matiraga, suatu kebertapaan di tengah keramaian.

#tipsmenulis

-'Kopians

Tidak ada komentar: