Musim kemarau.....
Selalu ada kesengsaraan yg senantiasa kurasakan saat butir uap air itu menjauh dari daerah ini. Ketika hawa jalanan mulai berubah panas, ketika gerutuan mulai terdengar dari berbagai mulut, ketika jajanan es marak dipinggir jalan, juga ketika sengat matahari kian memenetrasi tepat diujung kepala.
Setiap musim ini datang,,,,,, saat retakan retakan keputusasaan berarak dikepingan tanah, saat tanaman tanaman mulai melayu mengemis untuk kehidupan . dan juga saat segerombolan awan yg sibuk bergosip atas perubahan musim ini.. Akan selalu ada ingatan tentang kamu, aku, dan juga ketidakberdayaan perasaanku. Kau tau itu tuan....
Saat aku kembali ke tempat ini, aku seakan terperangkap dalam masalalu. Dibangku panjang itu aku seakan melihat diriku yang masih teramat polos. Yang sedang duduk diam sambil sesekali memperhatikanmu.
Meskipun setahun sudah berlalu, entah kenapa takdir tak pernah memihak padaku. Aku seakan berdiam di tempat. Tidak mendekat juga tidak pula menjauh....
Butuh banyak waktu untuk menyadarkanku, bahwa ternyata aku terlalu menyembunyikan kotak rahasiaku dari segala bentuk senyumanmu.
Butuh banyak waktu untuk menyadarkanku, bahwa ternyata aku juga menginginkan perhatian yg kamu ciptakan untukju.
Butuh banyak waktu untuk menyadarkan kotak rahasiaku yg beku bahwa ternyata ada sebongkah sebongkah perasaan yg perlahan mencairkannya.
Tapi, ketika aku mulai menyadari semua itu, segala sesuatunya sudah terlambat. Seperti musim kemarau yang berlalu. Aku ingin melupakanmu. Terlebih kamu telah memutuskan kehidupanmu bersama wanita itu. Namun, ketika kembali kemusim ini... Aku tau, akan selalu ada ruang disudut kotak rahasiaku untuk kamu dan bayanganmu meski itu tersembunyi.
Ketika aku melihat kursi panjang tempat duduk kita sewaktu dulu, melepas tawa dan menghapus duka. Ada banyak pertanyaan tak terucap yang ingin kuhembuskan melalui udara yg kering ini. Berharap kamu dapat mendengarnya. Apapun keajaibannya :'(
Aku ingiin ta, bagaimana kabarmu wahai pria dewasaku ? Apakah kamu bahagia bersama wanita itu ? Ataukah kamu kesepian tanpa ada orang yg mencintaimu dalam diam namun penuh keagungan ?
Maafkan aku. Atas perilaku teraneh yg pernah aku citrakan untukmu.
Aku tau, di dunia ini ada beberapa hal yg tak bisa dijangkau oleh penjabaran logika manusia. Seolah semua hal bergerak teratur mengikuti semua alur yg begitu apik. Tak ada kesalahan yg bernmakan kebetulan . selalu ada alasan untuk semua kjadian dalam hidup ini, begitulah kira kira aku memahaminya. Dan begitu pula dengan pertemuan awal aku dengannya.
Dia pria dewasa yang penuh tekai teki. Tapi disitulah titik puncak kekagumanku terhadapnya.
Awalnya aku tak peduli dgn apa yg kulihat selama ini. Aku selalu memperhatikannya. Dan pastinya hnya dalam diam aku melakukannya. Semenjak itu, ia mulai tau keberadaanku. Ia kembali memberi perhatian yg tentu saja membuat ku sanga tersanjung luar luarbiasa. Ia kadang bertanya padaku, tapi aku terlalu cuek untuk menutupi rasa sukaku.
Apakah hal ini sesuatu yang baik atau tidak ? Ah entahlah.
Aku bohong jika kukatakan, aku tak tersanjung dgn sikapnya yg seperti ini. Aku hnyalah gadis bodoh yg dihanyutkan takdir menuju dunia asing yg tak pernah kuketahui.
Apakah sesuatu ini hal yg bagus atau tidak ? Apalah dayaku. Aku mematut diriku didepan cermin kala pertanyaan itu muncul kembali dibenakku.
Aku adalah gadis berumur 16 tahun. Tidak terlaku cantik juga membenci pelajaran yg hafal menghafal seperti ips sejarah dan jajarannya. Aku masih memliki bnyak hal yg harus kupikirkan selain dentuman manis didadaku ini ; seperti sekolah, impian dan keluargaku.
Ketika aku memutuskan warna warna yg ia bawa dalam kehidupanku. Aku mulai belajar merasakan rasa sakit yg menjalari kotak rahasiaku.
Dirimu, dan segala sesuatu tentangmu terus membayang menjadi potongan kesejukan setiap musim kemarau. Seandainya aku punya sedikit keberanian untuk menggenggam jemarimu. Mungkin kita akan lebih dekat. . hanya saja, duniaku ini masih terlalu kecil untuk mampu menampung masalah rumit seperti cinta :)
Aku tau berbohong itu dosa. Hanya saja terkadang ada saat tertentu ketika aku harus berbohong demi hal lain. Anggap saja , semua perasaan yg ada dalam kotak rahasiaku ini tak pernah terjadi. Dgn begitu , aku bisa membuka lembaran kisah yg mungkin akan lebih baik dari ini .
Musim kemarau, panas mentari. Gerutuan manusia. Es krim. Dan kamu tuan.
Ketika musim berganti, aku tau ada beberapa hal kecil didunia ini yg terkadang justru tak dapat diganti. Seperti halnya perasaan yg prnah kurasakan untukmu.
Kamu berubah . kamu tau ? Kamu menjadi orang yg tak kukenal. Mungkin krna kamu yg saat ini adalah kamu yg telah mnemukan cinta sejatimu. Tentunya. Kamu akan memulai lembaran kisah cinta yg sesungguhnya.
Sementara aku tetap berdiri teguh dalam lingkaran kenyamananku......
Sekolah, impian dan keluargaku dan membangun berikade besar disekelilingku. Aku tetap gadis kecil Yg takut untuk jatuh cinta. Aku selalu berpikir, mungkin ini bukanlah waktu yg tepat untukku merasakan hal semacam itu.
Selalu ada waktu yg tepat untuk mrsakan semuanya. Mungkin aku hanya prlu bersabar untuk menunggu.
Setidaknya saat kembali kemusim ini, aku ingat bahwa aku pernah belajar akan sesuatu yg tak akan mungkin kudapatkan dari pelajaran sekolah , teman teman atau yg lain.
Aku pernah belajar untuk menikmati detakan dalam dadaku saat melihat senyum diwajahmu. Aku pernah blajar untuk tdk trsenyum saat mndapat perhatian darimu. Aku pernah belajar untuk menikmati rasa sakit dari sebuah pilihan.
Dan sekarang akhir dari penantian kisah ini. Mungkin tak berakhirr seperti drama romantis yg pernah kutonton. Tapi setidaknya takdir telah berbaik hati mempertemukan kita .
Aku berterima kasih untuk itu.
Dear, My First Love ..
By
Kopians
26 Maret 2019 00:29
Tidak ada komentar:
Posting Komentar