Minggu, 21 April 2019

Rindu yang dibawa musim

Kita sibuk mendamaikan gemuruh musim hujan, sebab jemari yg dibawa angin meniupkan ribuan dingin hingga ke tulang sum-sum. Hingga gugur daun-daun oleh pergantian tahun. Kita seperti kapas, yang tak tahu kemana akan terempas.
 
Sayang, membuka satu puisi didekatmu, diantara rindu harum cengkih dan pohon Nipah. Pernah lahir seseorang yg sama sepertimu, seseorang yang kukenang sebagai hitam, sebagai sel-sel yang mendiami tubuhku...

Tidak ada komentar: