Senin, 22 November 2021

Penyesalan dan Air Mata

 

Membuka halaman hati, kemudian masih ku temukan namamu di sana, di tempat yang dulu aku sendiri yang menempatkan--relung terdalam, lambat laun tenggelam dan menghilang. apa kau pernah menerka-nerka, apa arti perpisahan dan air mata?

  Kau bilang, "perpisahan itu seperti pintu, kemudian kita akan saling menutup, terkunci. dan kemudian airmata adalah awal untuk mengembalikan tawa. jadi jangan takut akan perpisahan, kita akan bertemu di titik yang sudah ditakdirkan tuhan. hiduplah dengan baik dan tumbuhlah !"

Halaman pertama, buku yang pernah kubaca ketika kesepian, ialah seperti jalan setapak. kadang aku kehilangan jejak. Referensi dari cinta yang masih muda. Cinta yang belum lagi matang. Kadang aku menangis, entah sebab apa. aku terlalu takut untuk mengakui penyesalan dan kehilanganmu terasa begitu luka. 

Kubuka halaman kedua, kesedihan yang panjang. Ku hitung angka di kalender, berkali-kali, tahun sudah lama berlalu bersama seluruh musim. Ku masih sendirian. Ku tak menemukan jalan pulang. 



Tidak ada komentar: