Senja di halamanku tak lagi tumbuh bunga, Sejatinya pergimu telah melayukan kuncup- kuncup yang biasa mekar bersama rindu
Akan kutemui kau nanti di ujung jalan sana, Di antara pecah aroma kopi dan kelam langit yang menua. Diantara adzan magrib yang menggema dan malam yang menyapa. Diantara hangatnya tehh manis dan dinginnya gerimis. Tuan, aku selalu mengerti dengan kata yang kau ucapkan. Aku selalu faham, bahwa rasa yang kau ungkapkan hanya sekedar ucapan. Aku tahu, bahwa kau tidak mencintaiku. Tapi tak bisakah kau mengerti bahwa aku menyayangkan semua yang ada dalam raga dan batinmu. Suatu hal dan bahkan berbagai hal yang kau lakukan, Aku suka. Rasa lelah selalu mengalah karena rasa cinta yang terus meronta. Meski kutahu cinta yang nyata tak akan pernah bisa untuk dipaksa. meskipun kau memberiku CINTA YANG SALAH aku tetap terima ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar