Selasa, 01 Oktober 2019

Penggemarmu nomor satu

Tidak lelah, tapi aku sedikit gamang.
Tidak mudah menyelesaikan tulisan dengan perasaan berantakan seperti saat ini.
Helaan nafasku sebenarnya sederhana, hanya untuk menguatkan diri agar luka ditinggalkanmu tidak terasa begitu sakit. Kau membuatku sedikit demi sedikit meredam keegoisanku, biasanya aku menuntut seseorang yang aku cintai untuk membalas pesanku hanya dalam hitungan detik. Tapi denganmu rasanya aku mulai bisa menerima kesibukan manusia. Aku jatuh cinta dengan pada setiap gerak-gerikmu, aku jatuh cinta pada rambut rapimu yang selalu basah, aku jatuh cinta pada mata yang selalu kau sembunyikan dibalik kacamatamu.
Aku jatuh cinta dengan gaya bicaramu, aku jatuh cinta pada saat kau berkomunikasi dengan orang, aku jatuh cinta zam. Sangat jatuh cinta, Sayangnya kau tidak. Kau berhasil mememnjarakanku pada bayang-bayang yang kubuat sendiri. ini bukan salahmu, ini tentu salahku. Aku tak bisa mengendalikan diri untuk tidak mencintaimu. kau terlau gemerlap untukku yang gelap. sinarmu terlalu terang untukku yang gamang.
Aku tak berharap lebih, harapanku sebenarnya hanya ingin waktu melihatmu sedikit lebih lama, rasanya sehari aku tak melihatmu aku seperti menjalani hidup tanpa jiwaku didalamnya.
Aku masih beraharap bisa menceritakan banyak hal tentangmu, membicarakan hari-harimu yang kurasa sangat menyenangkan. Maaf jika ini berlebihan.

Beri aku kesempatan untuk memelukmu dan di bawah langit leuwiliang untuk sekali lagi meyakinkanmu--bahwa aku adalah penggemarmu nomor satu :)

Tidak ada komentar: