Kamis, 23 Mei 2019

Rindu kamu yang dulu 😢


Aku rindu kamu yang dulu.
Yang diam-diam maupun secara terang-terangan
mencari perhatianku. Tidak masalah, momen itu
justru yang selalu kutunggu. Ketika kamu
bertanya sedang apa? Sudah makan? Sibuk apa
hari ini? bisa ketemuan nggak? Adalah rentetan
pertanyaan basa-basi namun efeknya selalu
membuatku senang tak terbilang.
Aku rindu kamu yang dulu.
Kamu Yang kerap menemaniku berbincang apa
saja di waktu luang. Entah apa pun temanya,
mulai dari yang paling ringan seperti tentang
buku, film, kesibukan sehari-hari kita hingga yang
paling berat seperti politik dan sastra. Kita sering
berdebat, tentu saja, terutama tentang politik.
Tetapi tidak pernah menjadi masalah, karena
perdebatan itulah yang membuatku bisa
menemanimu berlama-lama. Kita bisa
menemukan momen menyenangkan di sana.
Aku juga masih sangat rindu, ketika dulu kamu
gemar mengucapkan, “selamat pagi, kamu!.
Udah bangun belum? Dasar gadis pintar”
yang setiap pagi terpampang di layar HPku.
Bersamaan dengan itu, maka ada perasaan
hangat di dalam dada kapan pun kamu menyapa.
Aku tahu, akan ada saatnya kamu bosan atau
lelah menyapaku setiap pagi. Akan ada saat di
mana perbincangan kita akan kehilangan momen
menyenangkannya. Aku tak bisa terus-menerus
membuatmu merasa nyaman berada di sisiku
untuk terus berbincang berdua, untuk terus
menemaniku bercerita, untuk terus bersama-
sama mengejar bahagia yang sederhana. Kadang
untuk terus bersama-sama, kita butuh sebuah
pemahaman yang sama, bahwa dalam setiap
kebersamaan yang kita rajut berdua, mestinya itu
adalah cinta yang nyata, walaupun dikatakan
atau tidak. Itu yang tidak kamu pahami, tentang
perasaanku yang menurut persepsimu; aku tidak
memedulikanmu lantaran tak terlalu sering
Memperhatikanku.
#SeandaiNyaBegitu . Namun sayangnya tidak -_-
Khayalan seorang gadis kecil yang tak pernah di anggap. PAHIT buka ? :(

Tidak ada komentar: