LOVE LETTERS
Judul : Love Letters
Jumlah kata : 2161
Spasi : 14301
Selamat Membaca, semoga tersampaikan
:)
love letters
Rintik hujan menjatuhi atap rumah. Percikan
demi percikan terasa membasahi jiwa. Aku
terkenang akan sesuatu. Kuraih Buku DIARY ku
yang menemani masa mudaku dulu.
Senyumku mengembang. Aku rindu
pelukannya, canda tawanya, senyumnya,
Perhatiannya, semuanya. Ketika aku
bersamanya, dunia terasa sangat indah. Sangat
indah. Aku terkenang akan tiga belas tahun
silam. (FLASH BLACK)
Ketika aku berumur delapan belas tahun. Aku
lulusan SMK dengan jurusan penyiaran. Lalu
melamar kerja di sebuah perusahaan penyiar
ternama seIndonesia. Aku sangat mencintai
pekerjaanku. Pekerjaan yang membuatku
bertahan hidup selama ini.
Waktu itu, hujan mengguyur kota Jakarta.
Cuaca gelap membuatku teringat dengan kota
kelahiranku, padang. Kulihat gedung gedung
bertingkat di sekelilingku. Lalu tersenyum nanar
sembari mengeluhkan peluhku. Segera
kutinggalkan tempat perjuanganku menuju
taksi. Sesampainya di rumah, bajuku basah
kuyup. Lalu pergi ke kamar mandi untuk
membersihkan badan dan segera menarik
selimut. Aku terbuai akan mimpi yang sangat
indah. Namun, suara ketukan pintu
membuatku terbangun dari mimpi. “Siapa yang
ngetuk ngetuk pintu sih, hujan hujan begini.”
Gerutuku seraya menuju pintu. Kulihat, tak ada
orang di luar. Membuatku takut. “Hallo, ada
orang disini?” tanyaku penuh
hati hati. “Hallo, ada orang gak disini? Hallo?”
ulangku. Pekikanku terbuang sia sia. “Iseng
sekali orang ini” batinku. Lalu kututup pintu. Tak
berapa lama kemudian, terdengar lagi suara
ketukan pintu. “Ishhh siapa sih, ganggu saja!!”
pekikku. Dengan kesal, aku membuka pintu.
“Hallo?!!! Siapa sih yang ketuk pintu! Iseng
banget!” geramku. Kulihat sekeliling, tak ada
siapa pun. Namun, pandanganku teralihkan ke
sepucuk surat
terletak di bawah keset. Hatiku bertanya tanya,
surat apa itu. aku semakin ketakutan. Dengan
penuh waspada kulihat sekeliling lalu segera
menutup pintu dan menguncinya. Aku pun
langsung berlari ke kamar. “Astaga, surat apa
ini? Jangan jangan ada orang yang mau jahat
sama aku” pikirku takut. Cepat cepat aku buka
isi surat tersebut, karena aku sangat
penasaran.
1 februari
Salam manis, awal bulan yang menyenangkan.
Hai, pirli meylani. Pasti kamu kaget, penasaran
dan mungkin takut dengan surat ini. Tapi, tak
perlu takut. Aku tidak berniat jahat sama kamu
kok.
Harusnya aku yang takut. Karena, aku takut
kehilangan kamu. Mungkin caraku memang
kuno dengan mengirim surat seperti ini. Gak
banyak yang ingin aku bilang, aku Cuma ingin
bilang kalau selama ini aku sangat mengagumi
kamu. Aku sayang sama kamu. Dan lama lama
aku takut kehilangan kamu. Setelah sekian
lama aku mulai menyadari tentang perasaanku
ini padamu ternyata aku, cinta sama kamu. Firli,
aku berharap kamu membalas cintaku.
Tentunya, kamu mengenalku. Jika kamu ingin
tau siapa aku, kamu datang ya besok ke
Jln.Emanuel dekat taman kota. Aku berharap
sangat kamu bisa datang menemuiku besok jam
5 sore.
Pengagum Rahasiamu
FSL
Entah apa yang aku rasakan saat ini. Bahagia?
Ya. Penasaran? Ya. Takut? Ya. Semuanya aku
rasakan. Pertanyaan terus berkecamuk di
otakku. Kupandang langit melalui jendela
kamar. Terlihat sangat gelap. Namun, beda
denganku saat ini. Aku sangat pusing
memikirkan surat ini. Aku pun mulai lelah
memikirkannya. Kuletakan surat di laci dan
kembali tidur. Selimut ini sangat
menghangatkanku. Hingga aku lupa semuanya.
Suara ayam membangunkan tidurku. Ternyata
sudah pagi. “Astaga, aku terlambat. SUdah jam
berapa ini?” gerusuhku. Lalu kulihat jam dinding.
Menunjukan pukul 7 pagi.
“Untunglah, tenyata belum terlambat.”
Syukurku. Kubuka jendela kamar, lalu kuhirup
udara pagi hari ini. Berbagai aktivitas telah
dilakukan orang orang. Kulihat tukang koran
sudah berkeliling sepeda sembari melempar
surat kabar terbaru pagi ini ke seluruh rumah di
kompleks ku. Ada ibu ibu berbaju kuning sedang
menyapu jalanan. Dan berbagai kegiatan lainnya.
Segera mandi dan bersiap siap untuk bekerja.
“Semuanya sudah beres. Sekarang tinggal
berangkat.” Ucapku semangat. Aku melupakan
sesuatu, ya surat itu. aku berlari menuju kamar
mengambil surat itu. lalu memasukannya ke
dalam tas. Dengan langkah cepat, aku menuju
pintu. Sesampainya disana,
Aku sangat terkejut ketika melihat sebucket
mawar putih dengan sepucuk surat di atasnya.
Kulihat sekeliling, lagi lagi tak ada orang. Tak ada
jejak yang kucurigai sedikitpun. Segera
kubaca surat tersebut.
2 februari
Salam sayang,
Bunga mawar segar di pagi hari bertepatan
dengan hari yang selalu kita nantikan, firli. Kamu
terlihat begitu cantik hari ini. Kamu tau?
Mengapa aku tak memberimu mawar merah.
Karena mawar putih melambangkan cintaku
yang tulus dan menyejukan jiwa siapapun yang
merasakannya. Sedangkan mawar merah
melambangkan api cinta yang menggebu gebu.
Itulah sebabnya mengapa aku memberimu
mawar putih. Aku tidak tau kamu suka yang
mana. Tapi yang jelas aku suka yang
itu. kuharap kamu datang ke tempat yang aku
janjikan. LOVE YOU!!!
Pengagum Rahasiamu
FSL
Tak terasa senyum di bibirku mengembang,
rasanya aku tau siapa yang mengirimkan ini.
Sungguh aku tak menyangka jika dia akan
melakukan ini padaku. Baru kali ini selama
delapan belas tahun, ada yang
memperlakukanku semanis dan seromatis ini.
Aku sangat terharu. Tak terasa buliran air mata
membasahi pipiku. Aku terbius akan ini. Kulihat
jam di tangan menunjukan pukul 8 pagi.
“Ya tuhan, kali ini aku benar benar terlambat.”
Kejutku. Cepat cepat aku meletakan mawar dan
surat tadi ke dalam tas. Segera kucari taksi yang
lewat. Sesampainya di tempat kerja, aku
mendapat teguran dari bosku.
“Hei firli, mengapa kamu baru datang
sekarang? Kamu terlambat!” bentaknya “Iya Pak,
maaf. Saya tadi ada urusan sebentar. Makannya
saya terlambat.” Ucapku sembari
menundukan kepala “Maaf maaf!! Gak ada maaf
maafan. Memangnya lebaran apa!” “Saya janji
Pak, saya gak akan mengulanginnya lagi.”
“Ya sudah kali ini saya maafkan. Tapi kalau kamu
mengulanginya lagi. Saya tidak akan segan
segan memecat kamu! Mengerti?!”
“Sangat mengerti Pak” “Tapi sebelum itu, kamu
harus push up 30
kali” “Apa? Push up? 30 kali?”
“Ya, kenapa? Kamu ngebantah? Atau mau saya
pe…”
“Iya pak, saya push up sekarang juga. Detik ini
juga.”
“Bagus, ayo!” “Iya pak”
Badanku terasa pegal semua. Astaga hukuman
macam apa ini. Setelah selesai, cepat cepat aku
menuju ruang kerjaku. “Pasti tugas numpuk”
ucapku gelisah. Brukkkk!!!
“Heeyyy kalau jalan liat liat dong! Liat nih aku
sampai jatuh!” terdengar suara marah seseorang.
Dengan sigap, aku mengulurkan tanganku.
“Maaf, aku tadi buru buru” ucapku bersalah
“irwan….” panggilku sadar “firli,,, ya ampun. Hati
hati dong kalo jalan. Liat nih, berkas aku
berantakan kan jadinya.” Kesalnya
“Maaf, wan. Tadi aku buru buru.” Ucapku
bersalah dan membantu merapikan “Ya sudahlah
gak apa apa.”
“Ya sudah, aku duluan ya. Kerjaan aku banyak
nih” pamitku dan segera pergi
Sesampainya di ruang kerja…
“Ya tuhan, ini tugas banyak sekali!! Tugas apa
Saja ini?!” keluhku “Ehhh ehh Bu, Bu Dewi tugas
aku kok banyak banget. Ini juga, yang lain pada
kemana sih? Kok sepi?” ucapku pada manager.
“Oh itu yang lain ada yang sakit ada juga yang
izin. Jadi ini dibutuhin semua. Loh katanya kamu
yang handle tugas mereka? karena ini dibutuhin
sekarang.”
“Apa Bu? Mereka gak bilang sama aku. Aku juga
baru tau dari Ibu barusan.” Jelasku “Ya saya gak
mau tau, pokoknya ini harus selesai sekarang.
Atau kalau enggak nanti saya laporin ke Pak
Direktur. Mau kamu dipecat?”
ancamnya lalu melengos pergi.
“Loh kok gitu Bu? Ini gak adil!” ucapku, namun
tak dipedulikan
Semua tugas ini benar benar membuatku
pusing. Ketika aku hendak beranjak.
“Astaga! Maaf maaf enggak sengaja” ucap
seseorang menumpahi pekerjaanku dengan kopi
“Heh, kamu gimana sih?! Liat kerjaan aku jadi
kotor gini” ucapku hendak menangis “Maaf, aku
kan enggak sengaja. Kok sewot sih”
ucapnya "irwaan! Jadi kamu yang ngotorin
kerjaan aku?!
Aku enggak mau tau, yang jelas kamu harus
beresin ini semua!”
“Ye kok aku yang salah, lagian tangan kamu tuh
yang nyenggol.” Ucapnya tak mau kalah “Kamu
bener bener ya! Jahat! Banget!” bentakku
“Ehh ada apa ini? Ribut ribut?” pekik seseorang
yang ternyata Pak Direktur
“Ini nih Pak, dia numpahin kopi ke kerjaan saya.
Saya jadi harus buat ulang lagi kan!” marahku
“Ihhh enggak enggak Pak, orang dia yang
nyenggol tangan saya, jadinya tumpah deh” “Ya
aku kan enggak sengaja.”
“Ya aku juga gak sengaja” “Kamu kenapa jadi
nyebelin banget sih?
Biasanya juga kan gak kayak gini.”
“Suka suka aku dong!” ucapnya membuatku
semakin kesal
“Sudah sudah, kalian ikut saya ke ruangan!
Sekarang!”
Dengan terpaksa dan penuh kecemasan aku pun
memberanikan diri masuk ke ruangannya. Aku
pun menjelaskan semuanya, namun aku
dan irwan bersikeras tak mau salah. Akhirnya
Pak Direktur angkat bicara.
“Saya nyatakan yang salah adalah firlu. Jadi, Firli
kamu saya pecat.” Ucapnya seperti hakim
“Apa Pak? Saya dipecat? Ini gak adil Pak. Masa
dia enggak?”
“Saya gak mau tau. Sekarang kamu pergi dari
kantor ini!” bentaknya
Aku sangat kesal dengan kejadian ini. Tak terasa
air mata mengalir dari kelopak mataku. Aku
bingung. Sekarang aku kehilangan pekerjaanku.
Dan mengapa orang orang berubah padaku. Dan
ternyata dugaanku
salah, sepertinya bukan irwan yang
memberikanku surat. Aku berjalan menelusuri
jalan di perkotaan. Kini
waktu menunjukan pukul 16.11 sore. “Apa?
Udah jam 4 lebih?!” ucapku teringat sesuatu.
“Astaga, pengagum itu! Ya ampun mana masih
pake baju kayak gini lagi! Aku harus cepet
cepet pulang.” Gerusuhku Dengan langkah
cepat ku cari taksi. Sesampainya di depan
rumah. Terlihat sebucket bunga dan surat itu
lagi. Segera ku raih.
Salam super duper manis,
Sore firli meylani penjajah hati ini, aku hanya
ingin mengingatkan untuk datang ke Taman
sore ini.
Pengagum Rahasiamu
FSL
“Ternyata masih ada kebahagiaan dari
kesulitanku hari ini” batinku
Segera ku masuk ke rumah dan bersiap siap
untuk ke taman sore ini. Kulihat bayanganku di
cermin dan berkata “Ya, aku sudah siap”. Kini,
aku mengenakan gaun berwarna putih.
Melambangkan kesucian dan ketulusan seperti
bunga yang diberikannya. Sesampainya
ditempat yang dijanjikan. Nampaknya, tak ada
siapa siapa disini. Apa hanya mengerjaiku. Sudah
setengah jam aku menunggu, dan sekarang
sudah jam setengah enam sore namun orang itu
tak datang juga. Membuatku penasaran dan
kecewa. Hari semakin gelap. Tiba tiba saja
pandanganku gelap. Ada yang menutup mataku.
“Hey, siapa ini?” ucapku sembari mencoba
membuka tangannya dari mataku “Ihhh lepasin”
kesalku
“Aku enggak akan ngelepasin kamu” ucapnya
dengan suara seperti dibuat buat “Ihhh siapa
sih. Iseng banget!” kesalku Tiba tiba terlepaslah
kedua tangannya dari mataku.
“Siapa sih? Kenapa…” ucapku terpotong kulihat
suasana di belakangku dari tadi. Terlihat lilin
lilin membentuk sebuah hati dengan taburan
bunga mawar putih di dalamnya. Sangat indah.
“Indah sekali” ucapku kagum
“Ekhemmmm…” terdengar suara seseorang di
belakangku
“Hai?” ucapnya. Betapa terkejutnya aku ketika
melihat orang itu adalah fachri. Ya fachri rainaldy.
“Fachri? Jadi kamu yang melakukan semua ini?”
tanyaku tak percaya
“Iyap” ucapnya sembari tersenyum.
“Aku gak nyangka. Tapi gak ada tanda-tanda
bahwa itu kamu di surat itu.”
“Apa kamu gak ingat?”
“Apa” “Aku fachri teman masa kecilmu dulu.
Dulu aku Bilang jika aku bertemu kamu lagi
berarti kamu adalah jodohku. Ketika kamu pergi
ke Jakarta
bersama orangtua kamu. Dan ternyata kita satu
kantor. Namun sepertinya kamu lupa siapa aku,
tapi aku menunggu saat yang tepat untuk
mengatakannya sama kamu. Dan
lambang yang di surat itu adalah singkatan
panggilan kamu ke aku dulu. Kamu ingat?”
“Fosil? Ya, aku ingat.” Ucapku dengan mata
berkaca kaca “Ya, awalnya aku kesal kamu bilang
fosil dulu. Tapi aku mulai menyadari bahwa
panggilan itu
adalah panggilan istimewa untukku.”
“Aku enggak percaya” ucapku dengan air mata
bahagia “Kamu enggak harus percaya, kamu
hanya harus menyadari dan merasakan bahwa
semua ini benar benar terjadi. Bertepatan di hari
Kebahagiaan kamu, yang sekarang kamu ulang
tahun kan ? Happy birthay's firli Meylani and will
you to be my girl friend and marry with me?”
ucapnya membuatku semakin bahagia. Ya
tuhan.. Dia ingat dengan hari ulangtahunku
yang aku sendiripun lupa bahwa hari ini usia
bertambah. Aku menjawabnya dengan senyum
dan anggukan. Aku tau dia pasti mengerti.
“Cieee!!! Ada yang baru jadian nih!! Yuhuuu!!!
PJ nya oyyy!!!” terdengar suara orang orang
yang sangat aku kenali dari balik pohon.
“Kalian….” panggilku “Jadi kalian juga ikut
Merencanakan ini semua?” tanyaku
“Iya, jadi aku yang nyuruh mereka buat ngerjain
kamu. Dan sebenarnya kamu enggak dipecat
hehehe” ucap fachri.
“Jadi tadi itu akting?”
“Ya, heheheh” mereka terkekeh.
“Ya tuhaaaan. ini menyebalkan tapi aku sangat
Bahagia.” Ucapku lirih
Tiba tiba saja aku terjatuh, lalu…
“Ehhh ehh ehh firli kamu kenapa?!” pekik fachri
diiringi suara khawatir yang lainnya. Terdengar
suara suara mereka yang menyuruhku bangun.
Terdengar juga ada orang yang sangat khawatir
lalu menangis. Aku tak kuat menahan tawa.
Akhirnya tawaku
pecah.
“Hahahahaaaa ” kekehku lalu bangun.
“Firli…” panggil mereka bingung “Jadi kamu
ngerjain kita?!” ucap mereka kesal “Gantian
dong hehhehehe” kekehku Mereka kesal, namun
aku tertawa. Tiba tiba saja fachri memelukku
dengan sangat erat. Dia
berbisik “Jangan akting tinggalin aku lagi ya firli.
Aku sangat takut kehilangan kamu” ucapnya
“Iya sayang” ucapku lalu membalas pelukan
hangatnya.
Masa lalu yang sungguh indah, namun fachri
sekarang sudah tak di sampingku. Dia
meninggalkanku untuk selamanya ketika kami
sudah menikah dan memiliki dua orang anak.
Selamat tinggal kekasihku, suamiku, ayah dari
anak anakku, orang yang aku cintai. Aku sangat
menyayangimu, mencintaimu adalah hal
terindah dalam hidupku.
“Kini anak anak kita sudah menikah dan memiliki
anak, dan sampai saat ini aku masih setia
padamu hingga ajal menjemputku fachriku
sayang.”
Tulisku dalam diary Itulah coretan kisah cinta
yang aku buat di masa tua. Tiba tiba saja
badanku terasa lemas.
Badanku ambruk ke lantai. “Nenek!!!” pekik
suara cempreng yang
merupakan cucuku Ya, mungkin itu adalah suara
terakhir yang aku
dengar di akhir hidupku. Dan kenanganku
bersamamu kuabadikan di buku diary dan
berbagai surat yang kamu berikan. Surat itu
adalah surat
terindah yang aku dapatkan sepanjang
hidupku. Terima kasih
Firli Meylani
<3 Fachri Rainaldy
#Iipok #CintaAntaraFiksiDanNyata #SpyInLove #JCDD #cerpenku#PelangiPuisi #MyStory
By:
Siti khopipah Aliskandar
Jumlah kata : 2161
Spasi : 14301
Selamat Membaca, semoga tersampaikan
love letters
Rintik hujan menjatuhi atap rumah. Percikan
demi percikan terasa membasahi jiwa. Aku
terkenang akan sesuatu. Kuraih Buku DIARY ku
yang menemani masa mudaku dulu.
Senyumku mengembang. Aku rindu
pelukannya, canda tawanya, senyumnya,
Perhatiannya, semuanya. Ketika aku
bersamanya, dunia terasa sangat indah. Sangat
indah. Aku terkenang akan tiga belas tahun
silam. (FLASH BLACK)
Ketika aku berumur delapan belas tahun. Aku
lulusan SMK dengan jurusan penyiaran. Lalu
melamar kerja di sebuah perusahaan penyiar
ternama seIndonesia. Aku sangat mencintai
pekerjaanku. Pekerjaan yang membuatku
bertahan hidup selama ini.
Waktu itu, hujan mengguyur kota Jakarta.
Cuaca gelap membuatku teringat dengan kota
kelahiranku, padang. Kulihat gedung gedung
bertingkat di sekelilingku. Lalu tersenyum nanar
sembari mengeluhkan peluhku. Segera
kutinggalkan tempat perjuanganku menuju
taksi. Sesampainya di rumah, bajuku basah
kuyup. Lalu pergi ke kamar mandi untuk
membersihkan badan dan segera menarik
selimut. Aku terbuai akan mimpi yang sangat
indah. Namun, suara ketukan pintu
membuatku terbangun dari mimpi. “Siapa yang
ngetuk ngetuk pintu sih, hujan hujan begini.”
Gerutuku seraya menuju pintu. Kulihat, tak ada
orang di luar. Membuatku takut. “Hallo, ada
orang disini?” tanyaku penuh
hati hati. “Hallo, ada orang gak disini? Hallo?”
ulangku. Pekikanku terbuang sia sia. “Iseng
sekali orang ini” batinku. Lalu kututup pintu. Tak
berapa lama kemudian, terdengar lagi suara
ketukan pintu. “Ishhh siapa sih, ganggu saja!!”
pekikku. Dengan kesal, aku membuka pintu.
“Hallo?!!! Siapa sih yang ketuk pintu! Iseng
banget!” geramku. Kulihat sekeliling, tak ada
siapa pun. Namun, pandanganku teralihkan ke
sepucuk surat
terletak di bawah keset. Hatiku bertanya tanya,
surat apa itu. aku semakin ketakutan. Dengan
penuh waspada kulihat sekeliling lalu segera
menutup pintu dan menguncinya. Aku pun
langsung berlari ke kamar. “Astaga, surat apa
ini? Jangan jangan ada orang yang mau jahat
sama aku” pikirku takut. Cepat cepat aku buka
isi surat tersebut, karena aku sangat
penasaran.
1 februari
Salam manis, awal bulan yang menyenangkan.
Hai, pirli meylani. Pasti kamu kaget, penasaran
dan mungkin takut dengan surat ini. Tapi, tak
perlu takut. Aku tidak berniat jahat sama kamu
kok.
Harusnya aku yang takut. Karena, aku takut
kehilangan kamu. Mungkin caraku memang
kuno dengan mengirim surat seperti ini. Gak
banyak yang ingin aku bilang, aku Cuma ingin
bilang kalau selama ini aku sangat mengagumi
kamu. Aku sayang sama kamu. Dan lama lama
aku takut kehilangan kamu. Setelah sekian
lama aku mulai menyadari tentang perasaanku
ini padamu ternyata aku, cinta sama kamu. Firli,
aku berharap kamu membalas cintaku.
Tentunya, kamu mengenalku. Jika kamu ingin
tau siapa aku, kamu datang ya besok ke
Jln.Emanuel dekat taman kota. Aku berharap
sangat kamu bisa datang menemuiku besok jam
5 sore.
Pengagum Rahasiamu
FSL
Entah apa yang aku rasakan saat ini. Bahagia?
Ya. Penasaran? Ya. Takut? Ya. Semuanya aku
rasakan. Pertanyaan terus berkecamuk di
otakku. Kupandang langit melalui jendela
kamar. Terlihat sangat gelap. Namun, beda
denganku saat ini. Aku sangat pusing
memikirkan surat ini. Aku pun mulai lelah
memikirkannya. Kuletakan surat di laci dan
kembali tidur. Selimut ini sangat
menghangatkanku. Hingga aku lupa semuanya.
Suara ayam membangunkan tidurku. Ternyata
sudah pagi. “Astaga, aku terlambat. SUdah jam
berapa ini?” gerusuhku. Lalu kulihat jam dinding.
Menunjukan pukul 7 pagi.
“Untunglah, tenyata belum terlambat.”
Syukurku. Kubuka jendela kamar, lalu kuhirup
udara pagi hari ini. Berbagai aktivitas telah
dilakukan orang orang. Kulihat tukang koran
sudah berkeliling sepeda sembari melempar
surat kabar terbaru pagi ini ke seluruh rumah di
kompleks ku. Ada ibu ibu berbaju kuning sedang
menyapu jalanan. Dan berbagai kegiatan lainnya.
Segera mandi dan bersiap siap untuk bekerja.
“Semuanya sudah beres. Sekarang tinggal
berangkat.” Ucapku semangat. Aku melupakan
sesuatu, ya surat itu. aku berlari menuju kamar
mengambil surat itu. lalu memasukannya ke
dalam tas. Dengan langkah cepat, aku menuju
pintu. Sesampainya disana,
Aku sangat terkejut ketika melihat sebucket
mawar putih dengan sepucuk surat di atasnya.
Kulihat sekeliling, lagi lagi tak ada orang. Tak ada
jejak yang kucurigai sedikitpun. Segera
kubaca surat tersebut.
2 februari
Salam sayang,
Bunga mawar segar di pagi hari bertepatan
dengan hari yang selalu kita nantikan, firli. Kamu
terlihat begitu cantik hari ini. Kamu tau?
Mengapa aku tak memberimu mawar merah.
Karena mawar putih melambangkan cintaku
yang tulus dan menyejukan jiwa siapapun yang
merasakannya. Sedangkan mawar merah
melambangkan api cinta yang menggebu gebu.
Itulah sebabnya mengapa aku memberimu
mawar putih. Aku tidak tau kamu suka yang
mana. Tapi yang jelas aku suka yang
itu. kuharap kamu datang ke tempat yang aku
janjikan. LOVE YOU!!!
Pengagum Rahasiamu
FSL
Tak terasa senyum di bibirku mengembang,
rasanya aku tau siapa yang mengirimkan ini.
Sungguh aku tak menyangka jika dia akan
melakukan ini padaku. Baru kali ini selama
delapan belas tahun, ada yang
memperlakukanku semanis dan seromatis ini.
Aku sangat terharu. Tak terasa buliran air mata
membasahi pipiku. Aku terbius akan ini. Kulihat
jam di tangan menunjukan pukul 8 pagi.
“Ya tuhan, kali ini aku benar benar terlambat.”
Kejutku. Cepat cepat aku meletakan mawar dan
surat tadi ke dalam tas. Segera kucari taksi yang
lewat. Sesampainya di tempat kerja, aku
mendapat teguran dari bosku.
“Hei firli, mengapa kamu baru datang
sekarang? Kamu terlambat!” bentaknya “Iya Pak,
maaf. Saya tadi ada urusan sebentar. Makannya
saya terlambat.” Ucapku sembari
menundukan kepala “Maaf maaf!! Gak ada maaf
maafan. Memangnya lebaran apa!” “Saya janji
Pak, saya gak akan mengulanginnya lagi.”
“Ya sudah kali ini saya maafkan. Tapi kalau kamu
mengulanginya lagi. Saya tidak akan segan
segan memecat kamu! Mengerti?!”
“Sangat mengerti Pak” “Tapi sebelum itu, kamu
harus push up 30
kali” “Apa? Push up? 30 kali?”
“Ya, kenapa? Kamu ngebantah? Atau mau saya
pe…”
“Iya pak, saya push up sekarang juga. Detik ini
juga.”
“Bagus, ayo!” “Iya pak”
Badanku terasa pegal semua. Astaga hukuman
macam apa ini. Setelah selesai, cepat cepat aku
menuju ruang kerjaku. “Pasti tugas numpuk”
ucapku gelisah. Brukkkk!!!
“Heeyyy kalau jalan liat liat dong! Liat nih aku
sampai jatuh!” terdengar suara marah seseorang.
Dengan sigap, aku mengulurkan tanganku.
“Maaf, aku tadi buru buru” ucapku bersalah
“irwan….” panggilku sadar “firli,,, ya ampun. Hati
hati dong kalo jalan. Liat nih, berkas aku
berantakan kan jadinya.” Kesalnya
“Maaf, wan. Tadi aku buru buru.” Ucapku
bersalah dan membantu merapikan “Ya sudahlah
gak apa apa.”
“Ya sudah, aku duluan ya. Kerjaan aku banyak
nih” pamitku dan segera pergi
Sesampainya di ruang kerja…
“Ya tuhan, ini tugas banyak sekali!! Tugas apa
Saja ini?!” keluhku “Ehhh ehh Bu, Bu Dewi tugas
aku kok banyak banget. Ini juga, yang lain pada
kemana sih? Kok sepi?” ucapku pada manager.
“Oh itu yang lain ada yang sakit ada juga yang
izin. Jadi ini dibutuhin semua. Loh katanya kamu
yang handle tugas mereka? karena ini dibutuhin
sekarang.”
“Apa Bu? Mereka gak bilang sama aku. Aku juga
baru tau dari Ibu barusan.” Jelasku “Ya saya gak
mau tau, pokoknya ini harus selesai sekarang.
Atau kalau enggak nanti saya laporin ke Pak
Direktur. Mau kamu dipecat?”
ancamnya lalu melengos pergi.
“Loh kok gitu Bu? Ini gak adil!” ucapku, namun
tak dipedulikan
Semua tugas ini benar benar membuatku
pusing. Ketika aku hendak beranjak.
“Astaga! Maaf maaf enggak sengaja” ucap
seseorang menumpahi pekerjaanku dengan kopi
“Heh, kamu gimana sih?! Liat kerjaan aku jadi
kotor gini” ucapku hendak menangis “Maaf, aku
kan enggak sengaja. Kok sewot sih”
ucapnya "irwaan! Jadi kamu yang ngotorin
kerjaan aku?!
Aku enggak mau tau, yang jelas kamu harus
beresin ini semua!”
“Ye kok aku yang salah, lagian tangan kamu tuh
yang nyenggol.” Ucapnya tak mau kalah “Kamu
bener bener ya! Jahat! Banget!” bentakku
“Ehh ada apa ini? Ribut ribut?” pekik seseorang
yang ternyata Pak Direktur
“Ini nih Pak, dia numpahin kopi ke kerjaan saya.
Saya jadi harus buat ulang lagi kan!” marahku
“Ihhh enggak enggak Pak, orang dia yang
nyenggol tangan saya, jadinya tumpah deh” “Ya
aku kan enggak sengaja.”
“Ya aku juga gak sengaja” “Kamu kenapa jadi
nyebelin banget sih?
Biasanya juga kan gak kayak gini.”
“Suka suka aku dong!” ucapnya membuatku
semakin kesal
“Sudah sudah, kalian ikut saya ke ruangan!
Sekarang!”
Dengan terpaksa dan penuh kecemasan aku pun
memberanikan diri masuk ke ruangannya. Aku
pun menjelaskan semuanya, namun aku
dan irwan bersikeras tak mau salah. Akhirnya
Pak Direktur angkat bicara.
“Saya nyatakan yang salah adalah firlu. Jadi, Firli
kamu saya pecat.” Ucapnya seperti hakim
“Apa Pak? Saya dipecat? Ini gak adil Pak. Masa
dia enggak?”
“Saya gak mau tau. Sekarang kamu pergi dari
kantor ini!” bentaknya
Aku sangat kesal dengan kejadian ini. Tak terasa
air mata mengalir dari kelopak mataku. Aku
bingung. Sekarang aku kehilangan pekerjaanku.
Dan mengapa orang orang berubah padaku. Dan
ternyata dugaanku
salah, sepertinya bukan irwan yang
memberikanku surat. Aku berjalan menelusuri
jalan di perkotaan. Kini
waktu menunjukan pukul 16.11 sore. “Apa?
Udah jam 4 lebih?!” ucapku teringat sesuatu.
“Astaga, pengagum itu! Ya ampun mana masih
pake baju kayak gini lagi! Aku harus cepet
cepet pulang.” Gerusuhku Dengan langkah
cepat ku cari taksi. Sesampainya di depan
rumah. Terlihat sebucket bunga dan surat itu
lagi. Segera ku raih.
Salam super duper manis,
Sore firli meylani penjajah hati ini, aku hanya
ingin mengingatkan untuk datang ke Taman
sore ini.
Pengagum Rahasiamu
FSL
“Ternyata masih ada kebahagiaan dari
kesulitanku hari ini” batinku
Segera ku masuk ke rumah dan bersiap siap
untuk ke taman sore ini. Kulihat bayanganku di
cermin dan berkata “Ya, aku sudah siap”. Kini,
aku mengenakan gaun berwarna putih.
Melambangkan kesucian dan ketulusan seperti
bunga yang diberikannya. Sesampainya
ditempat yang dijanjikan. Nampaknya, tak ada
siapa siapa disini. Apa hanya mengerjaiku. Sudah
setengah jam aku menunggu, dan sekarang
sudah jam setengah enam sore namun orang itu
tak datang juga. Membuatku penasaran dan
kecewa. Hari semakin gelap. Tiba tiba saja
pandanganku gelap. Ada yang menutup mataku.
“Hey, siapa ini?” ucapku sembari mencoba
membuka tangannya dari mataku “Ihhh lepasin”
kesalku
“Aku enggak akan ngelepasin kamu” ucapnya
dengan suara seperti dibuat buat “Ihhh siapa
sih. Iseng banget!” kesalku Tiba tiba terlepaslah
kedua tangannya dari mataku.
“Siapa sih? Kenapa…” ucapku terpotong kulihat
suasana di belakangku dari tadi. Terlihat lilin
lilin membentuk sebuah hati dengan taburan
bunga mawar putih di dalamnya. Sangat indah.
“Indah sekali” ucapku kagum
“Ekhemmmm…” terdengar suara seseorang di
belakangku
“Hai?” ucapnya. Betapa terkejutnya aku ketika
melihat orang itu adalah fachri. Ya fachri rainaldy.
“Fachri? Jadi kamu yang melakukan semua ini?”
tanyaku tak percaya
“Iyap” ucapnya sembari tersenyum.
“Aku gak nyangka. Tapi gak ada tanda-tanda
bahwa itu kamu di surat itu.”
“Apa kamu gak ingat?”
“Apa” “Aku fachri teman masa kecilmu dulu.
Dulu aku Bilang jika aku bertemu kamu lagi
berarti kamu adalah jodohku. Ketika kamu pergi
ke Jakarta
bersama orangtua kamu. Dan ternyata kita satu
kantor. Namun sepertinya kamu lupa siapa aku,
tapi aku menunggu saat yang tepat untuk
mengatakannya sama kamu. Dan
lambang yang di surat itu adalah singkatan
panggilan kamu ke aku dulu. Kamu ingat?”
“Fosil? Ya, aku ingat.” Ucapku dengan mata
berkaca kaca “Ya, awalnya aku kesal kamu bilang
fosil dulu. Tapi aku mulai menyadari bahwa
panggilan itu
adalah panggilan istimewa untukku.”
“Aku enggak percaya” ucapku dengan air mata
bahagia “Kamu enggak harus percaya, kamu
hanya harus menyadari dan merasakan bahwa
semua ini benar benar terjadi. Bertepatan di hari
Kebahagiaan kamu, yang sekarang kamu ulang
tahun kan ? Happy birthay's firli Meylani and will
you to be my girl friend and marry with me?”
ucapnya membuatku semakin bahagia. Ya
tuhan.. Dia ingat dengan hari ulangtahunku
yang aku sendiripun lupa bahwa hari ini usia
bertambah. Aku menjawabnya dengan senyum
dan anggukan. Aku tau dia pasti mengerti.
“Cieee!!! Ada yang baru jadian nih!! Yuhuuu!!!
PJ nya oyyy!!!” terdengar suara orang orang
yang sangat aku kenali dari balik pohon.
“Kalian….” panggilku “Jadi kalian juga ikut
Merencanakan ini semua?” tanyaku
“Iya, jadi aku yang nyuruh mereka buat ngerjain
kamu. Dan sebenarnya kamu enggak dipecat
hehehe” ucap fachri.
“Jadi tadi itu akting?”
“Ya, heheheh” mereka terkekeh.
“Ya tuhaaaan. ini menyebalkan tapi aku sangat
Bahagia.” Ucapku lirih
Tiba tiba saja aku terjatuh, lalu…
“Ehhh ehh ehh firli kamu kenapa?!” pekik fachri
diiringi suara khawatir yang lainnya. Terdengar
suara suara mereka yang menyuruhku bangun.
Terdengar juga ada orang yang sangat khawatir
lalu menangis. Aku tak kuat menahan tawa.
Akhirnya tawaku
pecah.
“Hahahahaaaa ” kekehku lalu bangun.
“Firli…” panggil mereka bingung “Jadi kamu
ngerjain kita?!” ucap mereka kesal “Gantian
dong hehhehehe” kekehku Mereka kesal, namun
aku tertawa. Tiba tiba saja fachri memelukku
dengan sangat erat. Dia
berbisik “Jangan akting tinggalin aku lagi ya firli.
Aku sangat takut kehilangan kamu” ucapnya
“Iya sayang” ucapku lalu membalas pelukan
hangatnya.
Masa lalu yang sungguh indah, namun fachri
sekarang sudah tak di sampingku. Dia
meninggalkanku untuk selamanya ketika kami
sudah menikah dan memiliki dua orang anak.
Selamat tinggal kekasihku, suamiku, ayah dari
anak anakku, orang yang aku cintai. Aku sangat
menyayangimu, mencintaimu adalah hal
terindah dalam hidupku.
“Kini anak anak kita sudah menikah dan memiliki
anak, dan sampai saat ini aku masih setia
padamu hingga ajal menjemputku fachriku
sayang.”
Tulisku dalam diary Itulah coretan kisah cinta
yang aku buat di masa tua. Tiba tiba saja
badanku terasa lemas.
Badanku ambruk ke lantai. “Nenek!!!” pekik
suara cempreng yang
merupakan cucuku Ya, mungkin itu adalah suara
terakhir yang aku
dengar di akhir hidupku. Dan kenanganku
bersamamu kuabadikan di buku diary dan
berbagai surat yang kamu berikan. Surat itu
adalah surat
terindah yang aku dapatkan sepanjang
hidupku. Terima kasih
Firli Meylani
#Iipok #CintaAntaraFiksiDanNyata #SpyInLove #JCDD #cerpenku#PelangiPuisi #MyStory
By:
Siti khopipah Aliskandar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar