Senin, 02 Mei 2016
for the last
mencintaimu, seperti membaca buku yang kuharap tak pernah kutemui halaman akhir. Tapi nyatanya tidak. Tidak sesuai harapan. Aku berterima kasih pada cinta pertama meski tak selalu berakhir indah, namun selalu terkenang. Cinta pertama itu kamu tuan. Makhluk ciptaan tuhan yg menurut penglihatan gadis kecil sepertiku benar" sempurna. Meski kesempurnaan yang sesungguhnya hanya milik tuhan semata. Makhluk ciptaan tuhan yg tanpa cela, manusia yg entah datang darimana yg tiba" saja membuat seorang gadis kecil tak mampu bersuara akan perasaanya. Jatuh cinta. Ya ini jatuh cinta, yang katamu jatuh cinta itu hanya akan mengundang rasa sakit. Seberapa sakit ? Sesakit-sakitnya melebihi rasa sakit menginjak sebuat jarum dalam tumpukan kapas. Ini hanya masalah waktu yang terus berlalu, hanya masalah takdir yang pasti akan terjadi. Hanya masalah keinginan yg tak kunjung tercipta, dan hanya masalah harapan yg terlalu tinggi seperti mimpi yang jauh dari kenyataan. Ya ini hanya cerita gadis kecil yg menurut sebagian orang hanya masalah sepele, yang hanya ditanggapi dengan kata "ah biasa" .dan Hanya masalah kedewasaan yang belum tertanam. Karena saat hati terlalu lelah berharap, menerima adalah pemberentian yang paling melegakan. Itu persefsimu yang selalu kamu ajarkan. Ya aku akan melakukannya.oke BERHENTI BERHARAP . Ini sudah waktunya, waktu terus berjalan. Jarum jam tak mungkin lagi balik ke kiri. Ia akan terus berputar mengikuti takdir yg akan terjadi. Ini takdir, ini kebahagiaanmu. aku akan merelakan tapi aku belum rela. Semua butuh waktu. Berdosakah jika aku menangisi puncak kebahagiaan seseorang yang dicintai ? Berdosakah jika gadis bodoh terus menangisi kenangan yg telah lalu ? Berdosakah jika gadis bodoh ini ingin kembali seperti dulu ? Jika jawabannya "ya". Ampunilah , maafkan aku tuhan. Aku bukan menyilang takdirmu, aku bukannya mengekang rencanamu. Sungguh tiada maksud atas segala rencanamu. Aku hanya bertanya. Apakah ini pantas aku melakukan semua ini. Setidaknya Airmata dapat melegakkan hati seorang wanita lemah ciptaanmu ini ya raabb... Malam ini, semoga ini yang terakhir kalinya. Tidak akan ada lagi butiran halus yang jatuh untuknya. Tahanlah air berharga itu untuk tak jatuh lagi. Kehidupan masih panjang, jangan biarkan keterpurukan terus merajam. Aku senang, melihat dia bahagia. Apalagi setelah mengetahui nona cantik nan jelita itu yang akan mendampinginya. Aku bahagia apapun yg membuatnya bahagia, masalah tangisan ini aku tak mempedulikannya. Aku pasrah. Bersabar mungkin kata yg harus selalu aku utarakan. Tiada kesabaran yg paling kuat untuk menahan rasa sakit. Dan tersenyum juga adalah jalan pintas untuk menutupi perasaan kala bersedih, karna manusia tidak pernah faham betul apa yg sedang dirasakan orang lain
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar