Jika aku adalah luka, tolong beritahu dimana yang pernah kubuat lebamnya? Jika aku adalah sesak, bagian keping mana yang sudah kubuat retak?
Kemarilah, biar kuarahkan rasa kecewamu pada hati yang selalu kujaga, biar kuarahkan resahmu pada doa yang selalu kupanjatkan pada yang maha kuasa. Mari bercerita tentang bagaimana saling menghormati, mengalah dan memahami. Mari kita bercerita, bukan membandingkan tentang siapa yang paling lelah berjuang sendiri tapi tentang lelahnya hari yang terlewati. Mari kita bicarakan tentang perasaan kita masing masing. Tentang mau mu apa? Mau ku apa? Dan bagaimana seharusnya? Mari kita buat komunikasi yang terarah dan terbuka. Ceritakan keluhmu dan begitupun denganku. Mari lebih saling mengerti dan memahami agar cerita ini berakhir dengan bersama selamanya.
Suamiku, maaf jika selama pernikahan ini aku belum cukup mampu membuatmu bahagia. Maaf terkadang kekurangangku membuatmu kesal, marah dan kecewa. Maaf karena seringkali membantah ucapanmu dengan tutur bahasaku yang egois, keras kepala dan nada tinggi seolah-olah aku yang selalu benar. Maaf atas sikap diamku yang seringkali membuatmu merasa tidak dihargai. Aku memang tidak selalu mampu mengerti apa yang kamu inginkan. Terlepas dari semua kesalahan dan kekuranganku "jangan pernah berfikir untuk meninggalkanku". Tetaplah jadi suami yang setia, kesabarannya luas, dan yang kasih sayangnya tidak akan pernah hilang maka aku akan senantiasa mendampingimu selamanya ❤️
Tidak ada komentar:
Posting Komentar