Selasa, 13 Oktober 2020

7 tahun kematianmu

 Seperti biasa, lobi sekolah riuh ramai di telinga. Tetapi, entah kenapa sepi sekali dihati. Apa seperti ini rasanya ditinggalkan ? kau tak lagi di bumi. harus kemana lagi kutumpahkan rindu ini. bagaimana caranya mendekapmu, sedangkan aku tidak tahu seberapa jauh jarak yang kita tempati. 

hari ini tepat 7 tahun kematianmu, apa kabarmu? di syurga sedang musim apa? kenapa kau tak lagi hadir dalam mimpiku? apa kau marah padaku? kenapa?  apa kau sudah lupa pada gadis kecilmu ini? wiittss... tapi kau harus tahu? aku bukan lagi gadis kecil seperti dulu. sekarang, aku sudah tumbuh dewasa seperti gadis lain pada umumnya. kuyakin, selama ini kau juga pasti memantau perkembanganku. 

sesuai janjiku, aku tidak akan pernah berhenti menulis sampai aku menemukan pria yang akan menghitbahku. pria yang akan menjadi suamiku. maaf, beberapa bulan terakhir ini aku sangat sibuk dengan aktivitasku. tapi sungguh, aku tidak pernah lupa padamu. aku selalu menggemakan namamu di doa sepertiga malamku. sayang, kau tentu tahu, bagaimana keadaan perasaanku saat ini.  

Betapa waktu cepat sekali berlalu, layaknya airmata yang cepat juga terjatuh. meski mungkin, entah kapan akan mengering. rasanya baru kemarin kau membuatku menjadi wanita paling bahagia. namun tanpa permisi, tuhan mengambil jiwa ragamu untuk lenyap dari hadapanku. 

saat itu, ingin sekali aku marah, ingin sekali aku dendam, ingin sekali aku mencemooh bahwa semua ini sangat tidak adil bagiku. aku masih terlalu kecil untuk ditinggalkan. sedangkan kamu, meninggalkanku pun tanpa pesan.

bayangkan saja jika kau ingin merasakan hancurnya perasannku pada saat itu. bayangkan saja betapa rapuhnya gadis 14 tahun saat menyaksikan malaikat maut mencabut nyawa pria yang dicintainya tanpa ragu. bayangkan saja jika kau mampu !

sayang, jika bukan kau, siapa lagi yang kurindukan sedalam dada? bahkan setelah 7 tahun kematianmu saja aku masih fasih menyebut namamu. bagaiamana mungkin aku bisa merindukan orang lain selain dirimu? sampai saat ini saja, aku selalu bernegoisasi pada tuhan, seandainya waktu 7 tahun lalu bisa terulang, aku ingin mati sehari sebelum kematianmu terjadi. sayang , bagaimana mungkin aku bisa menjatuhkan perasaanku kepada orang lain sedalam aku menjatuhkan rasaku padamu?


dari gadis kecil yang masih di dunia

untuk pria dewasa yang di syurga

Tidak ada komentar: