Minggu, 05 Juli 2020

secangkir kopi ~

Kain hangat ini, masih setia menunggu. Barangkali masih ada yang percaya keajaiban, sebagaimana seajaibnya malam ketika datang dan mengantar banyak sekali ingatan.

"Jangan takut untuk ditinggalkan, aku pasti kembali, untukmu, untuk kita."

Masih fasih kutirukan ungkapanmu itu. Seperti tahun-tahun tak pernah menua dalam kepalaku, selain sebuah kota yang perlahan ditinggalkan penghuninya. 
Kau pernah bercerita tentang secangkir kopi, kau suka menikmatinya dibawah air terjun yang mengalir deras. Katamu "aku selalu bermimpi. Suatu saat kita bisa menikmati kopi lagi disini, meski dengan gelas yang berbeda, dengan senyummu semua terasa indah."

Tapi bukan itu sayang, bukan. aku takut jatuh cinta saat semuanya tak dapat kembali, selain penyesalan dan semua tak berarti lagi ~

Tidak ada komentar: