Senyum itu lagi squint emotikon senyum mematikan yang selalu mengendalikan pikiranku untuk terus mengingatNya.
Bukan nya aku kesal. Hanya saja aku tak ingin hal simple seperti itu akan menciptakan luka lagi. Menggores luka dulu yang belum sempat kering.
Aku harus waspada . jangan sampai aku tersungkur jatuh kedalamnya.
Senyuman itu semu. Itu hanya sedikit keramahan yang dia ciptakan. Dan itu bukan untukku seorang. Senyuman itu terpampang untuk semua orang yang dikenalnya.
Apa mungkin bisa hal seperti itu dapat menimbulkan harapan lebih ?? Itu tidak masuk akal.
Aku tak pantas mempunyai perkiraan seperti itu.
Aku tak ingin hal yang dulu terjadi kini terulang lagi.
Itu menyakitkan. Hal dulu yang awalnya begitu manis, namun berakhir tragis. Miris.
Aku minta maaf jika persepsi ku selalu berlebihan Tuan baru. Mohon maaf jika yang aku perkirakan itu salah.
Aku sadar. Aku yang tak tau diri.
Jadi maafkan atas sikap yang kuperlihatkan selama ini.
Aku mengira, kita satu maksud. Tapi nyatanya tidak.
Mungkin.
Aku malu sendiri , tingkah lakuMu membuat semuanya tak karuan.
Cara bicara, senyuman, dan aaaahh entalah. Itu semua beda.
Perasaan yang kurasakn beda.
Apa mungkin perasaanku sudah mulai tersentuh lagi.
Tersentuh olehmu ????
Aku tak ingin hal itu terjadi. Aku tak ingin punya perasaan aneh seperti itu lagi . rasanya aneh, semua hal yg ada di hidupku seakan terhenti.
Aku berharap perasaan aneh ini hanya sesaat. Yang sebentar lagi akan hilang. Ini terlalu cepat terjadi jika perasaanku terhadap seseorang yg dulu sangat kucintai saja belum benar² hilang.
Tolong jangan membuat perasaanku terbang lagi. Lebih baik kita saling menghindar. Tanpa berpapasan wajah atau apapun itu.
Jadi maafkan atas sikapku yang kekanak kanakan yang menjauhiMu tanpa sebab haya karna aku tak ingin merasakan perasaan indah nan menyakitkan yg akan diciptakan tuhan.
Aku belum siap. Rasanya luar biasa hebat. Aku belum bisa mengimbangi rasa sakitnya. Butuh waktu untukku untuk merasakannya lagi. Setahun 2 tahun mungkin.
Yang pasti aku tak akan menyentuh perasaan itu lagi sampai rasa sakit yg telah diciptakan seorang pria itu benar² hilang. Namun tetaplah ciptakan kenyamanan untukku tuan.
Aku membutuhkan kehadiranmu untuk penyemangat belajarku. Bukan untuk nanti. Tapi untuk sekarang dan seterusnya .
Semoga kehadiranMu tidak membuat kejanggalan yang sama seperti yang pernah aku rasakan ketika pertama kali pria itu
Kejanggalan yang terus membuat rasa penasaran terus mencuak.
Aku tidak membutuhkanMu, aku hanya membutuhkan dorongan semngatMu yg terus kamu ciptakan untukku.
Aku belum menyukaiMu, aku hanya menyukai caraMu menciptakan kenyaman saat bersamaku. Aku tidak membanggakanMu, aku hanya membanggakan kesehariaNMu yg selalu kau ceritakan untukku.
Aku bersyukur telah mengenalMu. Meski hanya sepintas dan tidak sedalam perkenalan ku dengan pria lama itu.
Ya kamu pria yang baru. Pria yang selalu aku ceritakan pada teman²ku dan pada curhatan panjangku pada tuhan.
Ya kamu pria itu, pria yang selalu setia mengisi pesan kontak Handphoneku yang tak henti² aku selalu membacanya. Sempat aku berpikir, bahwa kamu adalah malaikat tanpa sayap yg diturunkan tuhan untuk mengeringkan luka yg tercipta oleh pria lama itu.
Hahaa tapi itu hanya kata khayalan yang tak ada maknanya, Tak perlu di percayai, dan tak penting untuk dipikirkan. Apapun itu. Yang pasti aku tetap percaya bahwa kita dipertemukan bukan tanpa maksud. Dunia seakan berkonspirasi untuk mempertemukan kita. Dan aku percaya bahwa saat ini, kamu adalah seorang pria yang berwajah biasa dan berkepribadian luarbiasa yang akan mengeringkan luka, selalu mengundang tawa dan terus menciptakan kenyamanan tak ada habisnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar