"Kenangan cinta pertama itu tak akan pernah bisa disembunyikan."
Selamat
Ulang Tahun, Cinta Pertama! Seorang pria dengan wajah sayu, berhidung
mancung, bermata sendu, serta seorang pria dengan pita suara yang
dihiasi oleh suara lembut.
Mungkin,
kautak akan pernah membaca ini, melihat sekejap matapun tidak mungkin,
apalagi membaca hingga paragraf akhir. Mungkin, kautidak mengetahui
usahaku untuk menulis ini, usahaku untuk mengundangmu kembali berotasi
diotakku, mengelilingi poros otak tengah, menjalar ke otak kiri, lalu
membias ke otak kanan. .
Sayang, Aku yang sekarang adalah wanita kuat yang dulu belum kaukenal.
Jika kau masih ada di dunia ini, kaupasti berkata,"Kamu berbeda!"
Mungkin skrg, kausemakin tua. Aku sedang membayangkanmu saat ini, mungkin hidungmu semakin
mancung, mungkin bulu matamu semakin lentik, mungkin pipimu semakin
memerah ketika panas menyengat hangat pipimu, Dari jarak sejauh ini,
mustahil jika aku bisa lagi menyorot erat bola matamu dan menyerap
sinarnya.
Bukankah, kenangan cinta pertama itu tak akan pernah bisa disembunyikan? Bukankah, kekuatan cinta pertama jauh lebih kuat daripada cinta-cinta lainnya?
Jadi, untuk segala kemungkinan yang terjadi, biarlah Tuhan menyimpan kemungkinan itu rapat-rapat dalam sela-sela jemariNYA yang penuh kuasa.
Diumurmu yang semakin bertambah ini, semoga Tuhan memberkati semua
rencana pembahagiaanmu, semoga kautetap dicintai oleh sesamamu, dan semoga aku masih tersimpan aman dalam laci lemari otakmu.
Satu hal yang perlu kauketahui, aku tak pernah mengabaikan kekuatan cinta pertama.
ditulis
saat: hidung tersumbat, kegalauan menghambat, nafas tercekat. seorang
hipotensi butuh pertolongan pertama tapi dia lebih memilih untuk menulis
tentang seseorang yang hidup dimasa lalunya. hebat!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar