Tidak lelah, tapi aku sedikit
gamang. Tidak mudah menyelesaikan tulisan
dengan perasaan berantakan seperti saat
ini. Helaan napasku sebenarnya sederhana,
hanya untuk menguatkan diri agar luka
ditinggalkanmu tidak terasa begitu sakit
lagi. Namun, nyatanya, semakin aku berusaha
melupakanmu, semakin aku tidak bisa
menerima perubahan yang terjadi di antara
kita.Kamu membuat aku
sedikit demi sedikit meredam keegoisanku,
biasanya aku selalu menuntut seseorang yang
aku cintai untuk membalas pesanku hanya
dalam hitungan detik. Tapi, denganmu,
rasanya aku mulai bisa menerima kesibukan
seseorang yang aku cintai,, Aku jatuh cinta pada setiap
gerak-gerik yang kamu tunjukan. Aku jatuh
cinta pada rambut tipismu yang gondrong.
Aku jatuh cinta pada mata merahmu yang
selalu terlalu lelah. Aku jatuh cinta pada
caramu bercerita tentang buku The Secret.
Aku jatuh cinta, sayangnya kautidak.
Kamu berhasil memenjarakanku pada bayang-
bayang yang aku buat sendiri. Ini bukan
salahmu, jelas bukan salahmu, ini tentu
salahku. Aku tidak bisa mengendalikan diri
untuk tidak mencintaimu. Kamu terlalu
gemerlap buatku yang gelap. Sinaranmu
terlalu terang untuk aku yang selalu
gamang. Aku tidak bisa memaksa diriku
sendiri untuk tidak mencari tahu tentangmu
dan semakin aku tahu tentangmu-- semakin
aku tidak ingin komunikasi kita terhenti
secepat ini.
Hampir setiap hari, kerjaanku mengintip
Sosial mediamu , di sela-sela kesibukanku.
Memang, hal ini hanya dilakukan oleh
pengecut sepertiku, atau hanya dilakukan
oleh gadis-gadis yang mencintai suara dan
karyamu. Aku juga sadar diri, dibandingkan
mereka yang jauh lebih sempurna, aku
layaknya asap rokok yang terlihat hitungan
detik, lalu segera hilang diburu angin. Aku
pun sadar, rasanya tidak pantas jika gadis
sepertiku berharap lebih dekat denganmu.
Ya, walaupun aku tahu memang tak mungkin,
tapi setidaknya aku ingin memperpanjang
waktu berkenalan denganmu, meskipun mungkin
semua akan berakhir sama yaitu--
menyakitkan.
Aku tidak berharap lebih, harapanku
sebenarnya hanya ingin waktu berkenalan
denganmu bisa lebih panjang. Karena kamu
berhasil membuatku nyaman dan jika sehari
tidak mendengar kabarmu, rasanya seperti
aku sedang menjalani hari tanpa melibatkan
jiwaku di dalamnya. Aku masih berharap bisa
membaca setiap pesanmu, meskipun hanya
sebatas tulisan. Aku masih berharap bisa
membicarakan banyak hal tentangmu, membicarakan hari-harimu yang menurutku
terkesan begitu menyenangkan.
Maafkan jika ini terasa berlebihan. Aku
tidak peduli jika kamu menganggapku
berdrama. Aku juga tidak peduli jika kamu
menganggapku terlalu berlebihan. Aku tidak
peduli jika kamu memilih menjauh setelah
tahu bahwa aku cuma gadis bodoh yang selalu
melibatkan perasaan dalam setiap peristiwa
yang aku alami. Aku tidak peduli jika
hilangnya percakapan kita sebagai akibat
bahwa kamu hanya ingin kita berteman biasa.
Mungkin, aku terlihat makin menyebalkan
dengan sikapku yang berlebihan. Tapi,
percayalah, sekarang aku dalam keadaan
mulai mencintaimu, dan menerima kenyataan
bahwa kita tak lagi sedekat dulu; cukup
membuatku sekarat karena memikirkanmu.
Dengarlah, bersamamu pun sudah cukup
membuatku merasa ada, maka mengapa aku
harus menuntutmu menjadi milikku seutuhnya?
Apakah kamu tahu betapa buramnya hari-
hariku tanpamu? Apakah kamu paham betapa
aku lelah membalas setiap chat dari pria-
pria yang sebenarnya tidak menarik bagiku,
tapi itu semua aku lakukan karena aku ingin
melupakanmu? Apakah kamu sadar, bahwa
setiap aku membalas chat dari pria-pria
itu, aku selalu berharap bisa menemukan
pria yang sangat mirip denganmu. Aku
berharap bisa menemukan dirimu dalam diri
pria-pria yang berjuang keras mendekatiku.
Sadarkah kamu, bahwa sebenarnya selama ini
aku hanya menginginkanmu dalam hari-hariku?Apakah kamu tahu, aku sudah memilihmu sejak
pertama kali kamu salah memencet huruf di-
chat kita? Apakah kamu tahu, aku telah
menjadikanmu satu-satunya ketika mungkin
kamu hanya menjadikanku salah satunya?
Apakah kamu tahu, aku masih menunggumu.menunggu segalanya yang mungkin tidak akan
jadi nyata? Apakah kamu tahu, aku berharap
Tuhan memutar ulang waktu, sehingga aku
masih punya kesempatan untuk memperbaiki
semua.
Beri aku kesempatan untuk menyanyikan cinta
di telingamu. Beri aku kesempatan untuk
menunjukan bahwa ketulusan itu masih ada.
Beri aku kesempatan untuk memelukmu di
bawah langit Jogja dan sekali lagi
meyakinkanmu-- bahwa aku adalah penggemarmu
nomor satu.
Dari pengagummu yg diam diam slalu mendoakanmu ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar